Sign In

Remember Me

Agar Gaul Banyak Ngaji

Agar Gaul Banyak Ngaji

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution
Dalam Ramadhan, orang yang berpuasa akan cukup aktif dalam bergaul. Dari gaul dengan manusia hingga gaul dengan al-Qur’ an. Bergaul dengan manusia bisa dengan acara buka puasa bersama, salat taraweh berjamaah, tadarus bersama, bertukar makanan bukaan dan lain-lain. Namun, pergaulan tidak mesti harus ada komunikasi aktif. Karena hakekat pergaulan hanyalah untuk menambah wawasan dan pengalaman dari selain diri kita. Dan sebaik-baik tempat mencari wawasan dan pengalaman adalah dengan membaca al-Qur’an.

Al-Qur’ an bukan saja sebagai kitab suci yang berisi pedoman hidup dan dasar setiap langkah hidup. Al-Qur’ an juga bisa menjadi sumber inspirasi. Karena dalam al-Qur’ an bukan sekedar mengatur hubungan manusia dengan Rabb- nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia dan bahkan dengan alam sekitarnya. Pendeknya, al-Qur’ an mengatur dan memimpin semua lini kehidupan manusia demi kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.

Benarkah al-Qur’an sumber inspirasi? Tepat sekali. Al-Qur’ an sumber inspirasi bagi siapa yang ingin menggalinya. Karena yang memvonis demikian adalah Allah Swt. Vonis itu disitir di surat al-An’aam ayat 38,”…Tiadalah Kami alpakan sesuatu apa pun di dalam al-Qur’ an…”.

Inilah indahnya al-Qur’ an. Jika kita mau menangkap informasi yang diberikannya dengan cakrawala berfikir yang luas, maka tak ayal beragam inspirasi bisa di dapat dari al-Qur’ an. Dengan inspiratifnya, al-Qur’ an sering disebut dengan ajaran yang bersifat universal dan abadi.

Di antara contoh tokoh yang menggunakan al-Qur’ an sebagai sumber inspirasi adalah Habiburrahman El-Shirazy. Pengarang buku “Ayat-Ayat Cinta” itu kerap menjadikan al-Qur’ an sebagai sumber inspirasinya dalam menulis novel dan cerpen. Bahkan, buku “Ayat-Ayat Cinta” yang menjadi best seller juga terinspirasi dari al-Qur’ an. Maka tak salah jika novel-novelnya dikenal dengan novelet pembangun jiwa. Karena sumbernya dari al-Qur’an dan al-Qur’an sendiri befungsi membangun jiwa yang mati dan membawa cahaya terang benderang untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan.

Nah, mari kita jadi al-Qur’an sebagai sumber rujukan kita. Sungguh tepat sabda Rasulullah yang berbunyi, ”Kutinggalkan untuk kamu dua perkara, tidaklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya”. Jika jaminan hidup tanpa sesat saja sudah ada, apalagi jaminan hidup untuk bahagia selamanya sudah pasti lengkap tertera di dalam al-Qur’ an. Apapun profesi yang ingin kita jalani. Tips-tipsnya semuanya ada di dalam al-Qur’an.

Ingin jadi pengusaha yang sukses. Al-Qur’an cukup konkrit menjelaskannya. Menurut al-Qur’an, untuk menjadi pebisnis sukses kita harus memiliki lima sikap: 1) Berusaha dengan sungguh-sungguh (Ar-Ra’d : 11), 2) Tujuan usaha semata- mata hanya untuk kebahagian di dunia dan di akhirat (al-Qashash: 77), 3) Harus mau bertawakkal dan bersabar (at-Taghaabun: 13), 4) Jangan mudah berputus asa dan tidak semua cita-cita manusia akan tercapai (an-Najm: 24-25), dan 5) Selalu bersyukur dengan rezeki yang diberikan Allah (Ibrahim: 34).

Karena itu, jika ingin meraih apa yang kita cita-cita segeralah bersahabat dengan al-Qur’an. Kita tidak akan pernah mendapatkan kekecawaan. Al-Qur’an sebaik- baik teman bagi manusia. Bahkan Rasulullah Saw mengatakan, “al-Qur’ an mengandung yang batin dan yang lahir. Lahirnya menjadi hukum dan batinnya menjadi ilmu. Lahirnya sangat indah dan batinnya sangat mendalam. Ia memiliki had-had (batas-batas) dan di dalam batasnya ada batasnya lagi. Keajaiban- keajaibannya tidak akan pernah habis. Ia memiliki had-had (batas-batas) dan di dalam batasnya ada batasnya lagi. Keajaiban- keajaibannya tidak akan pernah habis. Misteri-misterinya tidak akan pernah basi. Di dalamnya mengandung pelita petunjuk. Mercusuar hikmah, dalil pada makrifat bagi yang mengetauhis ‘sifat’, perhatikanlah dengan jelas sehingga kalian dapat menyampaikan pandangannya atas “sifat”, sehingga menyelamatkan dari ‘kebinasaan’ dan melepaskan dari ‘bahaya yang menjerat” (Al-Kafi, Juz 2, hal. 238)

Apakah masih tetap akan jarang kita membaca al-Qur’an, setelah konkritnya spirit kesuksesan ada di dalamnya? Percayalah, hanya al-Qur’an sebaik-baik teman bergaul.

Penulis buku "Mereka Bicara Ustad Nizar", penulis buku ajar "Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi", aktif menulis di surat kabar Analisa Medan dan penulis konten beberapa website.

Leave a Reply