Sign In

Remember Me

Suka Duka Penulis Artikel Freelance

Suka Duka Penulis Artikel Freelance

Sekarang ini banyak orang berbondong-bondong ingin mencicipi nikmatnya menjadi seorang penulis artikel freelance. Banyak orang melihat menjadi penulis freelance, khususnya penulis artikel,  enak dan gampang. Tidak perlu menulis terlalu panjang, tapi dompetnya bisa tebal. Padahal sebenarnya sebagaimana pilihan pekerjaan lainnya, penulis freelance pun juga punya sisi suka dan dukanya, ada enak dan tidak enaknya. Hanya seringnya orang melihat sisi enaknya saja, kalau kata orang Jawa ‘wang sinawang’. Apa yang dilihat orang lain enak belum tentu benar-benar terlihat enak.

Banyak orang melihat pekerjaan sebagai penulis lepas itu enak dikarenakan jam kerjanya yang bisa diatur sendiri, cuma klak klik klak klik tanpa perlu keluar rumah bisa mendapatkan uang dengan mudahnya. Tapi apakah benar semudah itu? Oooo, tentu tidak. Seorang pekerja lepas, apapun itu, entah itu penulis, programmer, kartunis, komikus, meski bisa mengatur jam kerjanya sendiri harus mampu memiliki manajemen waktu yang baik. Jika manajemen waktu kita buruk, maka jangan bermimpi untuk bisa mendapatkan pendapatan dan job offering yang maksimal. Terutama untuk penulis lepas yang juga seorang ibu rumah tangga, jam kerja harus benar-benar diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kebersamaan dengan anak dan suami serta tanggung jawab sebagai seorang ibu dan istri, bahkan terkadang harus merelakan jam tidur malamnya demi bisa menyelesaikan beberapa artikel. Belum lagi jika sedang bertemu dengan writer’s block, kata kunci yang mudah saja bisa menghabiskan berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk menyelesaikan sebuah artikel. Tapi itulah yang disebut tantangan, jika kita merasa itu membosankan mungkin perlu bertanya pada diri sendiri apakah benar menjadi penulis adalah impian kita.

Apapun yang berkaitan dengan freelance, biasanya berkesinambungan dengan sesuatu yang tidak tentu dan tidak pasti. Berbeda dengan menjadi penulis atau karyawan di sebuah perusahaan yang jelas gaji per bulannya berapa, penulis lepas yang menulis artikel hanya akan mendapatkan pemasukan ketika ada tawaran job masuk. Misal bulan ini sedang beruntung untuk mengerjakan proyek 100 artikel, maka bersiap-siaplah rekening akan menggendut, namun ketika bulan depan hanya memperoleh tawaran untuk menulis 50 artikel, jumlah saldo di rekening tentunya tidak akan segendut bulan ini. Bahkan bisa jadi dalam sebulan tidak ada tawaran menulis sama sekali yang artinya saldo rekening pun tidak akan bertambah. Fluktuatif. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan pendapatan dari seorang penulis freelance. Soal pendapatan juga bisa jadi hal yang cukup sensitif dan riskan. Banyak penulis artikel lepas pemula yang menginginkan memiliki honor yang langsung tinggi dan banyak. Terkadang kita suka melupakan proses. Bagaimana rekan kerja akan mengetahui kualitas tulisan kita, jika di awal sudah ditembak dengan harga yang tinggi? Sedang banyak penulis senior yang tetap rendah hati menawarkan harga sesuai pasaran. Kuncinya, biasa-biasa saja deh, sesuaikan saja dengan honor menulis pada umumnya. Semakin berkualitas tulisan kita, otomatis fee yang kita dapat pun akan meningkat dengan sendirinya kok.

Penulis Artikel Freelance

Itu kalau ngobrolin soal pendapatan. Sekarang coba kita tengok masalah dapat job atau tidak. Beberapa penulis freelance ada yang sudah memiliki link dengan beberapa publisher, pemilik situs tertentu atau grup kepenulisan yang secara konsisten memberikan job tiap bulan. Bagi para penulis artikel lepas yang sudah memiliki rekan kerja seperti ini akan lebih mudah mendapatkan job tiap bulannya, yang berarti juga akan lebih lancar mendapatkan rekening yang gendut. Namun, tidak semua penulis lepas memiliki link tersebut, ada yang harus benar-benar hunting tiap hari untuk mendapatkan job, colek sana colek sini biar bisa dapat sejumput fee dari artikel yang ditulisnya. Berkaitan dengan hal ini, ada baiknya jika kita benar-benar ingin serius menjadi seorang penulis lepas, bergabunglah dengan banyak grup kepenulisan karena biasanya di beberapa  grup akan ada banyak info tentang kebutuhan penulis lepas. Penulispro.net adalah salah satu grup kepenulisan yang oke punya bagi para penulis, Tentunya, jangan tunggu ikan datang mendekat, kita yang harus lebih banyak bergerak mencari ikannya, terutama bagi penulis-penulis baru yang belum memiliki jam terbang tinggi. Perbanyak dan perluas pertemanan kita dengan berbagai pihak. Kita juga harus lebih banyak meyakinkan calon klien bahwa kita pantas untuk dipercaya menjadi penulis artikel untuk situsnya. Banyak yang bertanya bagaimana sih caranya biar bisa mendapatkan klien, atau mendapatkan tawaran menulis, intinya adalah bergerak, ketika kita terlalu banyak tanya tapi tak memulai menulis, maka lupakan impian untuk menjadi penulis yang produktif baik dari segi karya maupun segi pendapatan. Fee yang kita sodorkan pun terkadang juga bisa menjadi masalah saat kita hunting job. Fee yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dari harga pasar disertai dengan contoh artikel yang kita sertakan terkadang menunjukan kredibilitas kita sebagai seorang penulis. Ketika kita menawarkan harga terlalu tinggi, namun kualitas tulisan kita buruk, calon klien pun akan berpikir ulang untuk mempekerjakan kita.

Berkaitan dengan optimalisasi sosial media, gunakanlah semua akun sosial media kita untuk menciptakan personal branding bagi diri kita. Jika kita ingin dikenal sebagai seorang penulis lepas, maka kurangilah menulis status-status alay, keluh-mengeluh yang tidak enak dibaca, gantilah dengan status-status yang menyenangkan, lucu atau mungkin inspiratif. Jangan lupa untuk menambahkan status pekerjaan di bagian biodata sebagai seorang penulis lepas, siapa tahu ada orang yang tertarik dengan tulisan kita dan berminat bekerja sama melalui tulisan-tulisan sederhana kita lewat status-status Facebook atau postingan kita di blog pribadi. Itulah kenapa sangat penting juga bagi seorang penulis freelance untuk memiliki blog atau situs pribadi. Blog bisa menjadi sebuah portofolio yang komplit bagi seorang penulis. Blog juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi calon rekan kerja yang mungkin sedang mencari penulis yang tepat untuk situsnya. Bahkan blog juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan jika kita sedang tidak memiliki banyak tawaran job menulis,  atau malah mungkin bisa menjadi sumber pendapatan utama jika kita sudah pandai mengelola blog sendiri. Dengan memiliki blog, kita juga bisa menerima tawaran job review yang honornya cukup menggiurkan. Penulis yang sudah diakui memiliki jam terbang yang tinggi biasanya tidak lagi perlu mencari ikan, namun ikan yang akan langsung menemuinya. Ingin merasakan yang seperti itu?

Jika menulis memang passion kita, maka jangan tunggu ada tawaran pekerjaan datang, menulislah apa saja yang ingin kita tulis, entah itu lewat note Facebook atau lewat blog pribadi. Tulislah dengan serius dan hindari menjiplak tulisan orang lain. Haram hukumnya bagi seorang penulis artikel freelance menjiplak apalagi sekedar copy paste dari tulisan orang lain. Ide itu mahal harganya. Boleh jadi tulisan orang lain menelurkan ide kreatif di kepala kita, namun tulislah dari sisi yang lain sehingga kita tidak mencontek sama persis dengan apa yang dia tulis.  Apapun pekerjaannya, pasti akan melewati segala suka dan duka. Namun duka tidak akan begitu terasa, jika pekerjaan yang kita pilih memang sesuai minat dan kesukaan kita. Do you love writing? Then write!


Ibu dari seorang balita bernama Hanifa ini memang sudah menyukai dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar. Hanya saja dulu ia terlalu kurang percaya diri untuk mempublish hasil-hasil karyanya di media. Baru ketika duduk di bangku SMA dan perguruan tinggi, ia mulai mengikuti beberapa perlombaan menulis. Kemudian memutuskan untuk sepenuhnya berkonsentrasi menjadi penulis freelance sejak 2012 setelah melahirkan buah hatinya dan resign menjadi tenaga pengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris.

Leave a Reply