Bahagia dapat dibangun dan dapat diciptakan. Tidak perlu banyak hal agar bisa merasakan kebahagiaan karena sejatinya bahagia hanya membutuhkan 1 senyuman dan 1 rasa syukur. 

Saat senyuman mengembang di bibir secara perlahan hingga mencapai titik maksimal, maka disitulah kebahagian mulai hadir. Sepelik apapun permasalahan, saat dihadapi dengan senyuman maka secara tidak langsung alam bawah sadar kita engendalikan permasalahan tersebut. Akibatnya segala beban dan keresahan menjadi terkikis secara perlahan dan menghilang.

Tidak hanya mengurangi beban diri sendiri, namun senyum juga mampu menetralisir permasalahan orang lain. Hal ini sejalan dengan ungkapan bahwa senyum adalah sedekah. Dapat diambil poin penting bahwasannya senyuman manis seseorang dapat membantu orang lain untuk keluar dari permasalahan seperti sedekah yang mampu mengangkat orang lain dari kekurangan.

Apalagi jikalau senyuman tersebut datang dari orang yang dicintai. Bahkan hanya dengan melihat guratan itu terukir indah di wajah manisnya mampu memberikan semangat dan memberikan energi positif yang luar biasa.

Misalnya saja saat seseorang sedang menjalani ujian, entah skripsi, tesis, seminar makalah, ujian CPNS, ataupun hal lainnya yang memang secara emosi dan secara pemikiran sangat berpengaruh hingga secara tidak sadar mampu meningkatkan denyut nadi seseorang, maka dengan memandang senyum tulus diwajahnya kepanikan tersebut dapat sirna. Senyuman yang tulus mampu menyiratkan motivasi hebat “Ayo kamu bisa dek”