Saat kita dihadapkan pada kenyataan bahwasannya usia tak lagi muda dan desakan dari berbagai sisi tentang pernikahan, maka disanalah kita mulai berfikir siapa yang hendak kita nikahi. Tak jarang berbagai pertanyaan sederhana justru membuat sesuatu yang sederhana menjadi tidak lagi sederhana. “Kapan Nikah?” mungkin itu bukan lagi pertanyaan asing bagi kaum dewasa. Tetapi pertanyaan itu justru mampu memunculkan kekhawatiran di dalam hati dan pikiran golongan muda mudi ini.

Menikah merupakan sunnah Rasul dan penyempurna agama seseorang. Sungguh tiada sempurna agama seseorang tanpa pernikahan. Melalui pernikahan, orang pun akan terhindar dari fitnah. Ibarat pakaian, maka pernikahan merupakan pakaian yang mampu memperindah pemakainya. Pakaian yang baik adalah pakaian yang mampu menutupi kekurangan si pemakai dan membuat si pemakai menjadi percaya diri dengan penampilannya. Begitu pula dengan pernikahan yang baik.

Saat keinginan menikah memasuki pikiran, ada sebagian orang yang cenderung sibuk memilih pasangan yang pantas mendapingi dirinya. Bahkan jikalau terlihat sedikit cacat dalam diri si Fulan, tak jarang Fulana merasa ilFill dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk menikah. Atau dalam kondisi lainnya saat si Fulan menceritakan keburukannya dan datanglah pria lain yang tidak memiliki kekurangan sebagaimana kekurangan si Fulan, maka si Fulana memilih untuk menambatkan hatinya pada pria pendatang baru tersebut.

Padahal jika direfleksikan kembali, tiada mungkin manusia dapat menggapai kesempurnaan. Oleh karena itu, baik di satu sisi pastilah ada kekurangan di sisi lainya. Begitupun saat seseorang memiliki kelemahan akan suatu hal, maka pastilah ada hal luar biasa menakjubkan yang dimiliki orang itu di sisi lainnya.

Oleh karena itu, sebenar-benar pernikahan adalah untuk menyempurnakan diri karena kekurangan kita akan diisi dengan kelebihan pasangan dan kelebihan kita yang nantinya akan menjadikan kekurangan pasangan menjadi suatu kelebihan. Mari sempurnakan diri dengan menikah dan terus berusaha untuk senantiasa menggapai ridhaNya dalam bingkai pernikahan yang sakinah, mawwadah, dan warrahhmah. Aamiin