Sign In

Remember Me

Mahasiswa itu menyebutku menyebar bid’ah.

—Cantik kan pak gambar merpati ini? Kata seorang mahasiswa padaku sambil memperlihatkan gambar-gambar merpati di laptopnya dengan sedikit bangga.
“Cantiklah… tetapi untuk apa kau gunakan gambar merpati itu?” Tanyaku.
“Biasalah pak…! mau ngucapin selamat ulang tahun buat teman…! Merpati kan simbol kesetiaan kan pak….!” katanya sambil tersenyum.
“Oh ya….!” responku sambil lalu. “Jadi, kau ingin seperti merpati ya…! celetukku lagi.
“Mudah-mudah seperti itulah pak …!” katanya dengan sedikit malu-malu.
—Kupandangi saja wajahnya, dan dia pun tersipu. Kemudian kukatakan,
“Tahu enggak, bahwa burung merpati adalah salah satu unggas bersama tiga jenis burung lainnya yang sudah dicincang-cincang Nabi Ibrahim as karena perilakunya yang tak pantas ditiru…!” kataku agak serius.
“Koq begitu …. ?” katanya agak heran.
“Lihat sajalah ulah burung merpati itu, ke mana-mana berdua, bercengkerama saja, dan tak pernah peduli apakah di sangkarnya ada merpati lain yang sedang sakit, atau ada yang kelaparan, atau ada sayap merpati lainnya yang sedang patah karena tersambar burung elang. Mereka berdua tak pernah peduli sedikit pun. Pokoknya mereka asyik maksyuk hanya berdua saja ….! Kataku menerangkannya.
“Oh … persis sepasang anak manusia yang hanya berfoto berdua-dua saja di Pesbuk ya Pak…! Di Pantai, di kaki gunung, di restoran, dan di tempat-tempat eksotik yang lain ya Pak…! Padahal mereka belum akad nikah ….! Katanya menimpali.
“Ah … itu kan kamu yang bilang …. Bukan aku ya …! Kataku.
—Dia terkekeh-kekeh, dan bertanya lagi, “Burung lainnya apa Pak….!
“Burung merak…! Lihatlah ulah burung merak betina. Dia akan terus mengembangkan ekornya. Dia terus menerus mempertontonkan kecantikannya dengan berbagai gaya yang bisa mempesona lawan jenisnya. Pokoknya pokoknya begitulah … !” Kataku lebih serius.
“Ya … aku tahu …!” katanya.. Maksud bapak… persis seperti mereka yang hanya menampilkan wajahnya di Pesbuk ya pak…! Edit sana dan edit sini agar kelihatan berwajah mulus, cantik dan keren ya Pak, …!” Katanya dengan senyum yang agak mengejek,
“Itu juga kamu yang menafsirkannya begitu…, bukan aku…!” Kataku.
—Agak tak sabar dia bertanya lagi, “Burung lainnya ….pak!”
“Burung gagak….!” Kataku. “Salah satu sifat burung gagak terlalu bangga membuat kesalahan…!” “Kasat mata burung gagak itu terlihat sudah mencuri kerupuk yang sedang dijemur pak tani, malah terbahak-bahak di atas rumah, “gak….gak”, sambil mempertontonkan barang curiannya…tanpa ada rasa malu sedikit pun…!”
—Dia diam, tak ada komentar sama sekali, kecuali hanya bertanya mengenai burung yang satu lagi.
“Burung yang satu lagi, adalah ‘ayam jago’. Tak peduli ponakan, anak kandung, mertua, pokoknya sikat saja…!” kataku, yang menyebabkan dia tertawa terpingkel-pingkel.
—Sesaat kemudian dia berkata,
“Weleh… weleh bapak ngarang aja, dikait-kaitkan pula dengan Nabi Ibrahim as. Bapak berdosa ya … menyebar bid’ah saja…!” katanya.
“Ya sudah … kalau enggak percaya…! Kataku. Tetapi bacalah tafsir Ibn Mujahid (21-103 H) ketika menjelaskan burung yang dicincang Nabi Ibrahim as, sesuai firman-Nya, “…Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman, “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab, “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap.” Allah berfirman, “Ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [ Qs. 2:260] —Kemudian kututup pembicaraan itu karena jam mengajarku sudah tiba lagi,
“Burung-burung itu menurut Ibn Mujahid adalah “merpati, merak, gagak dan ayam jago”, Atau yang lebih mudah… baca sajalah Kitab “Riyadhus Shalihin” karya Imam Nawawi (631-676 H), terjemahnya pun ada di perpustakaan…!” Kataku.12961663_1551316618502607_2967511422591859943_n


Leave a Reply