Dalam perjalanan yang tidak mungkin pernah di benakku, panggilan jiwa berdasarkan takdir lebih tepatnya. Saya mengabdi pada yang tidak bertuan, jadi relawan? ya saya mencoba jadi relawan.

Awalnya saya bingung dengan tujuan saya untuk apa mendata sekolah atau mencoba menanyakan hal tentang yang berkaitan dengan sekolah tentunya dengan berdasarkan dari data yang saya punya bekerjasama dengan “mbah google” (boleh senyum pun)  bagaiman cara mereka meng implementasikan dana yang disalurkan pemerintah.

Terasa kadang kesenjangan yang ada terlihat secara ntaya keadaan dulu dan kini, antara anak didik dan pendidik “tapi bukan saya tuduh secara keseluruhan ya”….

Bila anda ingin melihat pertunjukan harta kekayaan para pejabat sekolah mari berkunjung ke daerah, banyak cara mereka untuk menyambut kita, dari bersembunyi alasan ke kantor baru berangkat menuju rapat, atau halangan yang mendadak. Dan kamu bisa bayangin mereka yang mengeluarkan statetment adalah “Penjilat”, atau bagian dari rencana Pemimpin mereka dalam menjalankan misi Berbohong

Tapi banyak juga yang berani menyambut dengan rasa hormat sebagai aktivis dan pemantau adalh orang yang berhak mengupas info secara terbuka mengenai sekolah yang di datangi, bahkan di tempatkan jauh di pedalaman menadaki gunung dengan motornya mereka rela mengabdi dan membina siswa mereka.

Miris memang tapi inilah kenyataan bagaiman caranya mengajak mereka yang lupa akan kodrat nya sebagai pengadi.
Bantu saya walau hanya doa.