Sign In

Remember Me

Bau Badan, Makan Beluntas Saja..

Bau Badan, Makan Beluntas Saja..

Bau badan dapat dihilangkan dengan makanan. Makanan yang sehat dan alami adalah obatnya. Salah satunya adalah pohon beluntas (Pluchea indica L. Less). Beluntas adalah semak yang tumbuh tegak tinggi hingga dua meter. Dia memiliki cabang yang banyak, berusuk halus, dan berdaun lembut. Umumnya, dia digunakan untuk pagar. Dia dapat tumbuh hingga 1.000 meter dpl. Daun bertangkai pendek, berbentuk bundar telur sungsung, ujung bundar lancip, dan bergerigi warna hijau terang. Bunga keluar di ujung cabang dan di ketiak daun berbentuk bunga bonggol atau duduk, warna unggu.

Beluntas memiliki nama-nama tertentu pada tiap daerah. Untuk daerah Jawa, beluntas bernama luntas. Sementara di Madura, bernama baluntus, di Sunda bernama baruntas, di Makasar bernama lamutasa, di daerah Sumatera bernama beluntas. Beluntas ini dapat dimanfaatkan untuk makanan. Misalnya, di daerah Jawa Timur seperti di Kediri, Tulungagung, Malang, Nangjuk, Jombang, Blitar, dan  lain-lain, beluntas dijadikan sebagai lauk dan sayur. Beluntas dimasak menjadi gudhangan, kulupan, dan campuran botok. Rasanya enak dan menjadi ciri khas daerah tersebut.

Beluntas oleh masyarakat Jawa dijadikan obat penghilang badan. Selain itu, dia berkhasiat sebagai obat gangguan pencernaan pada anak-anak, penambah nafsu makan, menurunkan panas, dan obat nyeri pada rematik hingga sakit pingang.

Sebagai obat, beluntas tidak berbahaya. Cara penggunaan  untuk gangguan pencernaan pada anak dilakukan dengan cara dicampur pada makanan anak-anak seperti bubur atau nasi sebagai lauk atau sayur. Untuk nyeri rheumatik digunakan akarnya dengan cara direbus dan diminum.  Bila bermasalah dengan bau badan dan keringat tidak sedap, jangan khawatir, beluntas dapat dijadikan teman makan Anda yang enak dan sehat. Daun beluntas dijadikan gudangan atau  lalapan dengan cara dimasak terlebih dahulu.  Sementara sebagai peluruh keringat dan menurunkan daun panas, beluntas dapat direbus dan diseduh sebagai teh ataupun minuman. [dwi susanto, email: dwisastra81@gmail.com]


Dwi Susanto, menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Sastra di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Buku yang telah diterbitkan diantaranya adalah Hikayat Siti Mariah Perselingkuhan Estetik Pramoedya Ananta Toer (2009), Orang Cina dalam Sastra Indonesia (2009), Pengantar Teori Sastra (2011), Kamus Istilah Sastra (2015), dan Pengantar Kajian Sastra (2016). Pernah diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya tentang budaya peranakan Tionghoa Indonesia pada konferensi Internasional ISSCO (International Society for Study of Chinese Overseas) di Chinese University of Hongkong (2011) dan pernah menjadi dosen tamu di Wako University, Tokyo, Jepang (2011). Dwi Susanto tertarik pada dunia bacaan anak, hiburan, dan lain-lain. Buku yang lain yang akan terbit adalah cerita anak dan bidang seni dan budaya. Saat ini penulis tinggal di Yogyakarta.

Leave a Reply