Sign In

Remember Me

Terburu-Buru adalah Syetan ?.

Terburu-Buru adalah Syetan?.

 

“Terburu-buru adalah dari syetan  dan berhati-hati adalah dari Allah” (HR Tirmudzi).

 

Allah Swt. berfirman dalam Al Quran Surah Al-Anbiya ayat ke 37 bahwa “Manusia telah diciptakan (bertabiat) tergesa-gesa” 

Dalam Surah Al Isra’ ayat ke 11 Allah Swt. juga berfirman “Dan manusia bersifat tergesa-gesa” (QS Al Isra’, 11).

Manusia memang memiliki sifat tergesa-gesa atau terburu-buru. Ini menjadi tabiat dari manusia. Maka, sifat itu harus dikontrol dan dikendalikan. sebab, hal itu akan merugikan manusia. Karena sifat yang terburu-buru, kadang kala membuat manusia salah mengambil keputusan atau kesimpulan. Akibatnya, hal itu membawa kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Sebagai contohnya adalah seorang hakim yang salah mengambil keputusan. hal itu berakibat fatal bagi terdakwa.

Sifat ini juga harus kita pertimbangkan ketika kita hendak beramal ibadah. apakah amal dan ibadah itu telah sesuai dengan tuntutan atau tidak?. Apakah amal dan ibadah itu membawa keburukan atau tidak?. Semua harus dipertimbangkan dengan ilmu dari Allah Swt.

Tabiat dan sifat terburu-buru juga menghalangi orang dalam usahanya mematangkan pikiran dan hati. Ketidakmatangan pikiran ini kemudian berakibat pada masuknya setan melalui celah-celah yang ada. Sebagai akibatnya, keputusan dan tindakan kita cenderung menghasilkan kesalahan yang berakibat buruk pada diri kita dan orang lain.  

 


Dwi Susanto, menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Sastra di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Buku yang telah diterbitkan diantaranya adalah Hikayat Siti Mariah Perselingkuhan Estetik Pramoedya Ananta Toer (2009), Orang Cina dalam Sastra Indonesia (2009), Pengantar Teori Sastra (2011), Kamus Istilah Sastra (2015), dan Pengantar Kajian Sastra (2016). Pernah diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya tentang budaya peranakan Tionghoa Indonesia pada konferensi Internasional ISSCO (International Society for Study of Chinese Overseas) di Chinese University of Hongkong (2011) dan pernah menjadi dosen tamu di Wako University, Tokyo, Jepang (2011).
Dwi Susanto tertarik pada dunia bacaan anak, hiburan, dan lain-lain. Buku yang lain yang akan terbit adalah cerita anak dan bidang seni dan budaya. Saat ini penulis tinggal di Yogyakarta.

Leave a Reply