Sign In

Remember Me

si dermawan dan para kanibal

si dermawan dan para kanibal

            Beberapa hari lalu Agus dibayar untuk melaksanakan tindakan kejahatan. Dia meretas CCTV dan membajak keamanan di Bank. Agus adalah perampok dengan kemampuan mampu meretas jaringan orang. Agus aslinya bukan seorang pemimpin, tapi orang bayaran. Keahliannya adalah hacker. Suatu hari Agus memiliki ide jahat. Dia berencana untuk melakuan aksi perampokkan. Hari ini dia melakukan perampokan tidak disuruh orang lain, tapi untuk dirinya sendirian. Agus duduk di meja kerjanya untuk melakukan hacking.

            Dia kerja di Rumahnya, dalam arti Rumahnya adalah tempat sembunyi. Agus meretas data orang lain untuk mencari daftar orang kaya. Jaringan yg dipakai tidak hanya pada perusahaaan terkenal, tapi juga perusahaan yg biasa-biasa. Akhirnya agus memilih Pasha. Pasha adalah orang kaya, uniknya lagi Pasha dulunya anak yatim piatu. Pasha mendirikan perusahaan yg menjual pangan.

            Nama perusahaan adalah Karang Merah.Pangan tersebut adalah daging sapi dan kambing. Pasha dikatakan salah satu orang dermawan karena selalu menyumbang ke panti asuhan. Panti asuhan yg dia sumbang bernama Maha rangkeh, kelebihannya adalah dana pembangunan panti asuhan berasal dari uangnya sendiri. Sumbangannya berupa bahan bakunya sendiri yaitu daging sapi dan kambing. Sekarang Agus mencari seorang tentara bayaran, karena mahal dia memanggil salah satu sahabat untuk membantunya.

            Agus merasa beruntung karena punya kenalan yg bisa merampok.

            Orang itu bernama Wawan.

            “Halo Wawan.”

            “Apa Gus?”

            “Wan gue mau cari duit, mau bantu?”

            “Bantu apa dulu?”

1.

            Agus menyuruh Wawan menuju rumahnya, sekalian Wawan mengajak gerombolannya. Jumlahnya ada 3 yaitu Tono, Tene, dan Budi Mereka semua berkumpul di kamar tidur Agus.

            “Oke.” Agus memulai. “Aku ingin kalian merampok orang kaya.”

            “Iya siapa?” Tanya Wawan. “Daritadi aku sudah Tanya tapi kamu tidak mau jawab.”

            “Ini rencana kecil, nih.” Agus membagikan selembar kertas ke tiap orang yg berisi biodata. “orang ini bernama Pasha.”

            “Dia-kan pemilik perusahaan Karang Merah.” Tebak Tono.

            “Ya, aku ingin kalian mencuri hartanya…”

            “Ambil apa?” Tanya Wawan.

            “Terserah yg penting harta dan uang.”

            “Dia tinggal dimana?” Tanya Tene

            “Alamat sudah tercantum disana.” Kata Agus sambil menunjuk lembar yg dipegang Tene.

            “Aku merasa aneh dengan nama perusahaannya….”kata Wawan. “Nama Karang Merah itu nama panti asuhan yg ditutup karena pelanggaran hukum.”

            “Pelanggaran?”

            Wawan jelasin bahwa tiap anak di panti asuhan diberi makanan berupa daging manusia. Itulah pelanggaran yg diberikan dari hukum dan ditutuplah Panti asuhan. Seluruh anak di panti asuhan dikirim ke panti asuhan lain secara acak. Sedangkan pemiliknya di penjara seumur hidup.

            “Disini dikatakan Pasha anak panti asuhan.” Kata Wawan. “dari panti asuhan mana memangnya?”

            “Gak tau.” Kata Agus. “di server tidak ada penjelasan tentang panti asuhan.”

            Kemudian Wawan diskusi sama anak buahnya.

            “Oke kami setuju.”

            “Bagus.” Kata Agus.

            “Tapi kamu juga harus dampingi kami.”

            “Oke, tenang.”

1.

            kami menggunakan earphone Bluetooth yg nyambung ke hp. Dengan ini kami bisa komunikasi. Wawan dan temannya melakukan pencurian sedangkan aku pemberi petunjuk. Rumah Pasha tentu berbentuk balok., jadi tiap orang mengambil satu sisi untuk menyusup. Tidak sampai 10 menit mereka memberi tau hasilnya.

            “Aku dapat TV.” kata Tene.

            “Aku dapat emas.” kata Budi.

            “Aku dapat hiasan yg terlihat mahal.” kata Tono.

            “Aku juga dapat hiasan.” Kata Wawan.

            “Ya, sudah ambil yg kalian bisa ambil.”

            Tiba-tiba earphone Bluetooth bermasalah. Terdapat suara gemerisik. Aku mencoba memanggil-manggil melalui earphone, tapi tidak ada sambungan.

            Selama beberapa menit terdengar satu suara. “hoi besok aku Rumahmu.”

            “Ini siapa?” suara ini bukan seperti Wawan maupun temannya.

            “Aku dapat beberapa hiasan, besok saja aku Rumahmu.”

            “Siapa ini?”

            “Wawan.”

            “Kenapa besok?”

            “Sudah pokoknya besok.” Aku bilang iya saja. Sebelumnya Wawan terdengar seperti emosi. Perasaanku agak aneh.

1.

            keesokan harinya aku sedang menunggu kedatangan Wawan dan anak buahnya. Sampai sore mereka tidak hadir, hingga jam 8 malam aku mendapat email.

            Email ini merupakan suatu peringatan. Ketika aku membacanya, aku merasa telah berurusan dengan orang salah. Bahkan pengirimannya tidak diketahui. Menurutku dia telah mengetahui posisiku, karena belum beberapa menit aku telah menerima sms berupa ancaman.

Biodata yg diterima oleh Agus

Nama: Pasha

Latar belakang:

  • anak yatim piatu
  • hidup di panti asuhan ??????
  • punya banyak pengalaman tentang memakan ?????? di Panti Asuhan

status:

  • ??????
  • pemimpin ???????
  • dikatakan orang yg paling dermawan
  • sering menyumbang berupa makanan yg berasal bahan baku, padahal yg dia sumbang adalah ????????

samaran:

  • mendirikan pabrik sekaligus sebagai ????????.
  • Pasha memang memproduksi daging sapi, biasanya jika bahan baku habis dia memakai ???????????.
  • Nama pabrik diberi nama Karang Merah berasal dari ??????????.
  • Mendirikan Panti Asuhan bernama Maha Rangkeh. Nama itu diambil dari ???????????.

 

Pasha

            Malam ini aku tidak ada kerjaan, kecuali kemarin. Kemarin aku sedang meminta cleaning service membersihkan jenazah yg dibunuh oleh salah satu karyawan. Menurutku kemarin perampok yg menyusup sama sekali tidak menduga dengan profesi-ku yg sebenarnya. Mereka sama sekali bukan level-ku. Aku bukan sekedar orang dermawan. Jenazah ada 4, tiap jenazah berada di 4 sisi rumah yg berbeda.

            Sambil nonton tv, aku dapat panggilan. Hp berdering. Ternyata karyawan yg kukirim untuk menemukan si pengacau

            “Halo.”

            “Bos aku telah menemukan si pengacau. Minta izin untuk menembak.”

            “Langsung saja tembak.”

            DOOOOOR!

            “Beres bos.” Ulangnya.

            “Siapa namanya? Aku jadi lupa…”

            “Namanya Agus dia seorang hacker……”

            “Oke cukup.” Potongku. “ambil jenazah lalu kirimkan ke tukang potong daging.”

            Setelah itu aku menelepon tukang potong daging yg bekerja untukku. “halo.”

            “Halo, bos.”

            “4 jenazah itu sudah dijadikan daging cincang?”

            “Sudah bos.”

            “Bagus, masalahnya kamu akan mendapat jenazah lagi. Aku ingin itu dijadikan daging cincang.”

            “Siap bos.”

            “Jangan lupa total jenazah ada 5 semua itu disumbang ke Panti Asuhan.”

            “Siap bos.”

Biodata yg diterima oleh Agus

Nama: Pasha

Latar belakang:

  • anak yatim piatu
  • hidup di panti asuhan Karang Merah
  • punya banyak pengalaman tentang memakan daging manusia di Panti Asuhan

status:

  • pembunuh ahli
  • pemimpin pembunuh ahli
  • dikatakan orang yg paling dermawan
  • sering menyumbang berupa makanan yg berasal bahan baku, padahal yg dia sumbang adalah daging manusia

samaran:

  • mendirikan pabrik sekaligus sebagai markas besar.
  • Pasha memang memproduksi daging sapi, biasanya jika bahan baku habis dia memakai daging korban pembunuhan.
  • Nama pabrik diberi nama Karang Merah berasal dari Panti Asuhan asalnya.
  • Mendirikan Panti Asuhan bernama Maha Rangkeh. Nama itu diambil dari Panti Asuhan asalnya.

 

 

 


By

Leave a Reply