Sign In

Remember Me

The Cameo : Me and My First Heart (Breaker)

The Cameo : Me and My First Heart (Breaker)

Hidupku yang selalu tak pernah mudah, tak pernah berjalan seperti seharusnya. Ternyata membuatku tersadar tentang siapa aku. Pada kenyataannya aku bukanlah tokoh utama meski dalam hidupku sendiri. Bagi orang lain aku  hanyalah seorang Cameo, yang hanya datang sekilas tak mempunyai arti apa-apa.

Baik soal karir ku yang dimata orang begitu cemerlang, nyatanya aku hampir menjadi seorang pengemis. Iya, aku bekerja bak seorang pengemis tanpa tahu malu, terus menengadahkan tangan ku. Coffee Shop ini? Ini juga merupakan belas kasihan dari sahabat ku yang melihat sepertinya aku akan segera di deportasi apabila menjadi pengangguran di negara orang.

Bagaimana dengan asmara? Sama halnya dengan karir, kisah cinta ku juga begitu mengenaskan dengan peranku sebagai seorang pengemis cinta. Kesalahan ku adalah satu, ketika aku mencintai seseorang, aku akan memberikan semua hati ku, hingga aku lupa menyisakan barang sedikit saja untuk kemungkinan saat aku dicampakkan. Iya, aku tak pernah tahu bagaimana caranya melepaskan dengan ikhlas. Dan itu membuat ku terlihat sangat mengenaskan.

Seperti halnya saat ini. Aku memandang sepasang kekasih yang tengah duduk menikmati latte dan cappuccino dingin sembari tertawa haha-hihi, laki-laki itu, dulunya adalah kekasihku. Dulunya kami juga seperti itu menikmati waktu bersama dengan saling memandang, bertukar cerita dan berbagi tawa. Tapi sekarang, aku harus sudah cukup puas dengan menjadi nyonya pemilik warung kopi tempat mereka memadu kasih. Aaiissshhh, mantan tak tahu diri. Aku memaki dalam hati. Iya hanya dalam hati, karena aku mengatakan padanya jika kebahagiannya adalah kebahagiaan ku juga. Bullshit.

Setelah putus dengannya aku jadi sering membohongi diri sendiri, aku benar-benar seorang cameo yang bisa dibilang professional dan dengan bakat acting luar biasa. Bagaimana tidak, banyak kata-kata bijak yang ku lontarkan untuk menenangkan pasangan kekasih itu. Dan tentunya kata-kata yang juga membuatku merasa lebih baik. Kata-kata yang membuatku seolah pahlawan untuk diriku sendiri.

Mungkin kebanyakan orang hanya akan mengungkapkan bagaiman isi hati mereka. Mengatakan sakit jika memang itu sakit. Memberitahu jika memang hatinya terluka, atau setidaknya mereka bisa marah jika memang ada yang salah. Tapi aku tidak. Kenapa? karena wanita yang sekarang duduk disampingnya adalah kakak sepupuku sendiri. Wanita yang tak bisa dibandingkan dengan ku, bahkan untuk ukuran kuku jari-jemari kakinya.

Aku akan sangat bahagia jika ada yang membelaku, jika ada yang memberiku semangat untuk merebut kembali mantan kekasihku. Tapi tidak… ada kesalahpahaman disini. Karena orang pertama yang menjadi perebut adalah aku. Aku datang disaat hubungan mereka sedang gersang. Tanpa tahu malu, aku sudah menggoda kekasih orang lain, kekasih sepupu ku sendiri. Iya, aku tak tahu saat itu. Aku baru mengetahuinya saat beberapa bulan kemudian. Saat pria itu kembali kepelukan pemilik aslinya.

“Lentera… ini undangan kami berdua” suara itu mengejutkan nostalgia ku

Undangan berwarna putih gading dengan pita berwarna maroon menyita perhatianku kemudian. Aku tak bertanya apa ini? Atau memasang wajah penuh tanya. Mereka sudah bertunangan cukup lama, dan aku yakin mereka juga sudah memikirkannya matang-matang dengan tentunya aku tahu pasti mereka juga mempertimbangkan perasaanku.

“Oke, aku akan jadi bridemaids mu kak” jawab ku dengan senyum bahagia terlukis cantik diwajah kusam ku

Aku sudah bisa menerima hubungan mereka sekarang, walaupun hubungan kami bertiga sempat terasa canggung. Dan sekarang, My first heart breaker si tokoh utama telah mengumumkan hari bahagianya dengan wanita yang telah dia pilih. Lantah kapan saat si cameo akan menjadi tokoh utama juga, dan bisa mengumumkan hari bahagianya?. Kali ini aku bertanya… tapi sepertinya Sang Penulis hidup masih menginginkan aku berkelana, mencari pasangan untuk menjadi pendamping ku sebagai peran utama.


Writing like u draw your live, make it beautiful.

Leave a Reply