Sign In

Remember Me

The Cameo : True Friend

The Cameo : True Friend

Untuk dia yang menganggap kepergiannya membuat ku bahagia,

Setelah bersembunyi sekian lama, apa kau merasa tenang? Seperti yang kau bilang, aku baik-baik saja meski tak bisa di kategorikan bahagia. Nyatanya, peran ku sebagai Cameo dalam hidupmu berakhir cukup sampai saat itu.

Aku melihat mu, masih mencari tahu kabar mu. Meski sangat mudah bagiku untuk mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang ku lontarkan. Iya, wajah mu dan juga keluarga bahagia mu sering kali menghiasi layar TV. Jujur saja, aku sedih tiap kali melihat senyum mu dan istrimu, tapi aku tak bisa marah atau mengajukan complain. Karena aku hanyalah wanita yang ditinggalkan dengan dalih agar aku bahagia.

Tangan ku berhenti menuliskan isi hati ku, aku sadar, jika aku terus menuliskannya, aku tidak hanya menjadi gadis yang menyedihkan, tapi juga gadis bodoh yang tidak tahu diri. Hidupku yang tak pernah lepas dari masuk ke kehidupan cinta orang lain sudah cukup membuatku jengkel dan tak ingin lagi memiliki hubungan special dengan siapapun. Aku ingin hidup menyendiri. Yyahhh, dengan secangkir kopi ini sudah cukup untukku.

“Ya!! Apa yang kau lakukan disini?” tanya Na Ri mengejutkanku, bergegas aku menutup laptop dihadapanku, sebelum gadis ini membacanya.

“Oh, kau datang” kata ku kemudian melirik jam yang menghiasi pergelangan tangan ku “ya! Jam berapa sekarang? Kau tak pergi  kerja?”

“aku akan pergi setelah minum kopi di sini”

Yaa,, Ki Na Ri selain sahabat terbaikku, dia juga merupakan pelanggan setia ku. Aku melihatnya hampir tiap hari, di pagi dan sore hari sebelum dan setelah dia pulang kerja. Bahkan, Coffee Shop ku juga menyediakan Soju dan Beer karena gadis ini. Ki Na Ri masih sama seperti 10 tahun yang lalu aku mengenalnya, masih seenergik dulu, masih secantik dulu, dan masih sebaik dulu. aku tidak tahu, kebaikannya karena memang kami sahabat, atau karena dia merasa bersalah karena cerita yang telah lalu. tapi, negara ini tanpa Na Ri, akan menjadi negara yang menyeramkan.

Saat itu, aku merasa benar-benar terpuruk. Kisah cintaku selalu membawa bencana dalam hidupku. Aku keluar dari pekerjaan ku sebelum mendapatkan pekerjaan baru, sedangkan hal itu tak bisa terjadi untukku karena aku bertitlekan TKW di negara ini. Tapi, Na Ri membantuku dengan Coffee Shop ini.  Jika mengingat hal itu, aku sangat bersyukur dalam hidupku karena bertemu dengan Na Ri.

“Sepertinya kau kebanyakan melamun? Ada apa? Soal deadline lagi?”

“Tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu”

“Lihat aku, aku adalah jawaban saat kau sedang kesulitan mencari ilham untuk tulisan mu” ucapnya sembari berlagak sok cantik.

“Ya~~~~~”

“Tera-ya, tak peduli seperti apa orang melukai mu, mencoba menghancurkan mu, jangan sampai membuatmu jatuh dan terpuruk lagi. karena sekarang kau sudah menemukan jalan hidupmu yang baru” celetuknya tiba-tiba

“…”

“Jangan khawatir, aku akan selalu ada disamping mu, bahkan aku sudah mengatakan pada tunangan ku, untuk menunda pernikahan kami setelah kau punya pendamping juga”

Mata ku melotot, dahi ku mengerut, aku bertanya-tanya, apa anak ini sudah gila?

Ada yang membuatku merasa mengganjal dengan pembicaraan ku dengan Na Ri pagi tadi, keputusan yang di ambilnya sudah jelas tak wajar, ada apa dengan dia. Dan ada apa dengan tungangannya, kenapa dia menyutujui permintaan Na Ri? Apa dia juga sudah gila juga?

Lama aku memikirkannya, tapi akhirnya aku tahu jawaban dari semua ini. Masalahnya ada pada ku. Karena mereka menganggap kebahagiaan ku lebih penting dari mereka, dan mereka menganggap aku belum bisa bahagia. aku membuka portal acara Radio yang selalu memmbacakan cerpen yang ku buat setiap hari sabtu, aku membaca story boardnya, dan aku menyadari satu hal. Di setiap cerpen yang aku posting, semua berisi cerita yang menyedihkan.

Aku tak bisa seperti ini saja membuat sahabat ku mengorbankan kebahagiaannya bersama kekasihnya dan memilih menemani ku yang terus merasa terluka. Aku membuka laptop yang sudah ku asingkan sejak pertemuan ku bersama Na Ri pagi tadi. Jari jemari ku mulai menekan tuts keyboard. Kali ini, aku tak ingin teman ku khawatir akan keadaanku. Kali ini, aku juga ingin membuatnya bahagia, seperti yang selalu di lakukannya untukku.

Untuk dia yang selama ini menginginkan kebahagian ku.

Selama 34 tahun aku hidup, ribuan hari terlewati, tak jarang aku menangis, tapi juga aku tertawa. Aku sedih tentunya, melewati segala medan yang berat dalam hidupku. Tapi, aku juga menikmati hari – hari ku dengan senyuman.

Aku bersyukur akan semua kesedihan ini, terima kasih atas pelajaran hidup yang kau berikan, air mata yang keluar merupakan wujud upayaku belajar. Dan sekarang, aku bisa tegak berdiri, melawan hari-hari ku dengan penuh arti.

Dan untuk kalian yang selalu membuatku tertawa, membuat hari ku lebih berwarna, terima kasih untuk semuanya, sekarang saatnya aku membalas kebaikan kalian. Aku akan datang ke upacara pernikahan kalian musim ini dengan senyum kebahagiaan ku. Aku akan terlihat sebahagia kalian yang menjadi mempelai.

Aku akan bahagia, jadi kalian juga harus bahagia.

Lentera


Writing like u draw your live, make it beautiful.

5 Comments

  1. Halo author-ssi, aku mau saran sedikit buat typo di penggunaan spasi. Ada lumayan banyak kata (kepemilikan) [kebahagiaanku-contohnya] yang sebetulnya ga perlu dikasih spasi…
    Terus juga ada satu-dua kata di awal kalimat yang ga ditulis pakai huruf kapital.
    Dan satu lagi, penggunaan tanda baca dalam dialog. Ada beberapa kalimat dialog tanpa tanda baca, yang menurut saya sejurus sama kalimat berita. [“Tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu”]
    Dialog sejenis itu, yang sekiranya tidak mengginakan

    • Maaf tadi kepencet tombol post comment ^^a

      *menggunakan tanda akhir seru (!) atau tanya (?) sebaiknya diakhiri pakai tanda titik (.).

      Sekian~

      Oh ya, salam kenal, ya!

      • terima kasih sudah memberi banyak masukan. begini resiko suka nulis tapi kurang pemahaman. mohon maaf jika cerita susah dimengerti. salam kenal juga ^^

  2. Semangat mbak authoor, semangat juga ya biar ndak tipeo. Oh yaa habis “ada huruf kapital. Lama nak :3 hihi

Leave a Reply