Sign In

Remember Me

Lautan Cinta Terabai

19 November 2014

Hari ini begitu indah terasa ketika sang gadis cantik bernama Allysa sedang menikmati pemandangan luar biasa yang diciptakan oleh Tuhan, tepatnya disebuah danau berbentuk love. Bersama sahabatnya, Arnold, lelaki tampan nan baik ini selalu mempunyai cara membahagiakan Allysa. 

“Allysa, sini deh. Coba kamu lihat awan itu, terlihat indah begitupula dengan melihat kedua mata indahmu. Bolehkan aku menjadikanmu model?” Tawaran Arnold.

Gadis itu hanya tertawa renyah ketika Arnold menggodanya agar dapat menjadi model.

“Haha, kamu itu yah. Kebiasaan gombalmu gak bisa hilang apa? Kalau mau jadiin aku model, gak mesti godaain kali.” Paparnya.

Arnold hanya melemparkan senyuman itu.

Waktu memasuki senja, langkah kaki mereka balik kerumah.

Malam itu,

Sungguh perjalanan yang luar biasa bagi Arnold sendiri. Entah mengapa ia tersenyum sendiri ketika sedang asik memandang foto Allysa. 

Jatuh cinta. Jangan sampai menodai persahabatan mereka karena cinta.

“Tidak…tidak! Arnold kamu harus bisa menjaga persahabatan ini tanpa menodainya sedikitpun dengan cinta!” Ujarnya sambil mematikan kameranya.

14 Januari 2015

Tepat hari ulang tahun, Arnold. Yang berusia ke 16 tahun. Hari yang dinantikan Allysa, persiapan telah disiapkan.

Dekorasinya sangat indah.

Arnold : Allysa, hari ini aku mau berangkat liburan bersama keluarga ke Singapura. Entah disana sampai berapa bulan. Jaga dirimu baik-baik yah.

Usai membaca pesan dari Arnold, serasa ada yang kurang dalam hidup Allysa.

Jarum-jarum hujan menusuk mata hingga mendesak-desak dada.

Mengapa sih Arnold berangkat tiba-tiba gini sih? Kenapa gak kabarin dari malam coba? Pikir Allysa.

Gadis itu tak merespon balik pesan sahabatnya. Dia mematikan ponsel, tak ingin Arnold menghubunginya.

Kue cupcake mungil yang tengah dipegang Allysa, dia menaruhnya kembali dan berlari ke kamar menumpahkan segala rasa kecewanya.

Mengapa tiba-tiba begini sih? Apakah Arnold gak mengetahui bahwa sahabatnya telah merencanakan kejutan spesial untuk ia.

Entahlah, biarlah semua terjadi, air mata kesedihan menemani hidup Allysa. Tak peduli kapan Arnold balik ke Indonesia.

Yang jelas kecewa mendalam dirasakannya.

2 bulan kemudian,

Masih belum ada kabar diberikan oleh Arnold. Semenjak keberangkatannya ke Singapura, mengubah segalanya menjadi rindu. Allysa tengah sibuk meratapi perasaan rindunya terhadap sang sahabat.

Sendiri. Allysa merasa hidupnya tak berwarna semenjak kepergian Arnold yang begitu mendadak.

Hingga suatu ketika, ada kiriman pos dari Singapura. Secepatnya Allysa meraih paket tersebut dan membukanya dengan penuh hati-hati. Dan ternyata sebuah bingkisan unyu dari Arnold. Disitu ada surat yang terselipkan disamping bingkisannya.

To : Allysa Cantik

From : Arnold

Hai, Allysa apa kabar di Indonesia? Harapku kamu baik-baik saja. Oh yah ada hadiah kecil untukmu, semoga kamu menerimanya dengan penuh bahagia yah. Walau hanya sederhana hanya itu yang dapat aku berikan. Oh yah ada sesuatu yang dari dulu ingin aku omongin sama kamu, tapi hanya bisa terlewatkan melalui surat ini. Semenjak mengenalmu, menjalin persahabatan itu entah perasaan apa numbuh dihati. Mungkin kah sedang jatuh cinta, tapi sudahlah mungkin kamu tidak bakal membalas perasaan ini. Sebab, lebih memilih persahabatan kita daripada cinta kan? Biarlah kusimpan namamu dalam hati.

Membaca surat yang diberikan Arnold, ada rasa bahagia ternyata selama ini ia menyimpan rasa lebih dari sahabat. Namun disisi lain, tak ingin mengorbankan persahabatan mereka karena cinta. Sebab, persahabatan lebih jauh berharga daripada cinta yang akan berakhir permusuhan.

Allysa menyadari bahwa hatinya kian perlahan menumbuhkan benih cinta dikala jauh dari Arnold. Serasa hidup berubah menjadi awan hitam, namun biarlah cinta itu mereka menyimpannya dalam hati.

Setidaknya dia mengetahui bahwa Arnold diam-diam menyimpan rasa. Namun gadis itu tak ingin memberitahukan perasaannya yang sama.

Lautan cinta Arnold yang terabaikan oleh sang gadisnya. Biarlah menjadi lembar kisah yang takkan pernah ia tahu.

Lebih baik mempertahankan tali indah persahabatan daripada cinta. Sebab, sahabat akan selalu bersama walau dibumbui dengan pertengkaran akan kembali menjadi utuh lagi. Namun, ketika cinta sedang dilanda pertengkaran hingga putus. Jangan berharap hubungan kalian bakal utuh, melainkan kamu akan kehilangan seorang yang kau cintai sekaligus sahabat terbaikmu.[]

             Selesai

-Adinda Shintya Dewi-    

Leave a Reply