Sign In

Remember Me

Return

                     Chapter 5

 

***

 

“Gaven.. Kok lo bawa gue kesini, lo mau nyulik gue ya?, tar gue laporin lo ke polisi ya” Kira bicara dengan pelan lalu meninggikan nada suaranya sembari menarik badannya perlahan untuk memberi jarak dengan Gaven. “Diem, menurut lo?” balas Gaven ketus, dengan menekankan kata “diem”.

“Ini apartement lo? apartement atau gudang sih, berantakan banget” Lanjut Kira dengan mata melihat ke bawah yang banyak banget barang-barang bertebaran di lantai putih yang bersih mengkilau itu.

 

Gaven tidak menanggapi Kira bicara, ia malah merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk sepertinya laki-laki itu sangat kelelahan sekali.

 

“Gaven..” Kira kembali memanggil Gaven dengan pandangan mata masih terfokus terhadap ruangan besar yang megah bin menakjubkan itu.

 

“Hm” Gaven menanggapinya hanya berdehem saja, matanya mulai kedip-kedip setiap detiknya sepertinya ia sedang mengantuk, lalu Gaven menelenggamkan mata, ia tertidur.

 

“Gaven..” Kira memanggilnya lagi karena merasa diacuhkan.

 

“Gaven.. Jawab pertanyaanku…” kali ini ia memanggil dengan membalikkan badannya seraya melihat orang lawan bicaranya, ia menghembus nafas panjang dengan pasrah. 

 

Yah, pantes gak nyahut. Lagi tidur. Kira mendengus dalam hatinya karena yang diajak bicara malah tidur

 

Kira mengambil selimut warna biru polos di sofa yang terletak rapi disana, kemudian menghamparnya pelan-pelan agar tak membangunkan tubuh tinggi cowok yang tidur terlentang pulas di kasur itu, setelah itu Kira membereskan barang-barang yang terlantar disana dimari dan membersihkan lantai kotor, yang menurutnya “jorok sekali”, lalu ia menempatkan barang ke tempat yang menurutnya pas untuk menempatkan barang-barang Gaven yang terlantar kotor di apartemennya itu.

 

Kira nerasa pegal menjalar keseluruh tubuhnya, dilihatnya kembali lantai-lantai yang kini mulai bersih itu, lalu mengangguk mantap ” sip bersih”, akhirnya ia langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Rasanya enak sekali batinnya. Sebelum itu ia tampak melihat wajah cowok yang tertidur di kasur itu, sepertinya pandangannya tidak ingin di alihkan dan terus memandangi wajah putih itu. Kira tersenyum. Tanpa sadar dan perlahan-lahan memejamkan matanya.

 

***

 

Gaven bangun dengan membuka matanya perlahan, mengedip-ngedipnya berkali-kali, tangannya mengucek matanya dan menegakkan badannya. Ia sangat kaget kemudian melebarkan matanya dengan maksimal, melihat selimut terlilit rapi di atas tubuh tingginya.

 

Kenapa ada selimut di sini,? hatinya menggumam keheranan. Padahal akhir-akhir ini ia jarang sekali memakai selimut. Lalu siapa yang menaruh selimut ini di tubuhnya? Tangannya mengangkat selimut itu dengan perlahan

 

Matanya terpana seketika saat melihat ruangannya yang awalnya berantakan seperti gudang kini sudah tertata rapi dan sangat bersih, pikirannya bermain seketika: apakah dunia ini ada peri yang seperti di film-film karya walter disney?, peri yang hanya dengan menggunakan tongkatnya, menyetan ruangannya, sayangnya Peri itu nihil keberadaannya. Membuat dirinya sungguh kaget. Kali ini ia kaget bukan main.

 

Gaven melihat tubuh mungil yang terlentang tidur di sofa putih lembut itu, lalu rasa bingungannya akan tadi sepertinya terjawab setelah ia melihat perempuan yang berada di sofa nya, dan benar itu bukan Peri. Namun, Kiralya Hermawan.

 

***

 

“Hhh woayyy…” Kira terbangun dari tidurnya, sepertinya acara ngantuknya belum selesai, ia pun melanjutkan tidurnya, namun ia kaget mendapat lemparan handuk dari arah belakang darinya pas menghantam kepalanya dengan lembut.

 

“Gaven, kok lo disini?” Kira bertanya sambil melebarkan matanya.

 

“Cepet mandi, baunya nyengat”  tukas Gaven

 

Kira tampak kebingungan. Ia mulai tersadar dimana ia berada. 

Mendengar ucapan perintah dari Gaven barusan, Kira langsung beranjak bangun dari tempat ia tidur, lalu berjalan mencari kamar mandi

 

“Kamar mandinya sebelah sana mbak” Gaven menunjuk ke arah dekat dengan dapur

 

Karna mendengar Gaven bicara, langkahnya terhenti. Kemudian ia berbalik arah menuju arah yang di tunjuk oleh seorang cowok yang tak lain lagi, Reynand Gaven Hardiansyah. 

 

***

 

Kira keluar dari kamar mandi dan mendapati seorang cowok bertubuh bidang tanpa mengenakan baju tenga berdiri didepannya, perutnya yang sixpack, hanya memakai celana selutut saja, yang tampaknya sangat fresh karena sudah keramas bisa dilihat dari rambutnya yang basah. Membuat cewek belahan dunia manapun bakalan sesak bernafas melihatnya.

 

“Gaven.. ” Kira berteriak lalu menutupi wajahnya dengan handuk.

 

Gaven kaget akan teriakan Kira yang langsung menusuk ke gendang telinganya, ia tersadar bahwa dirinya belum mengenakan baju, tubuhnya kini sudah di ketahui oleh Kira, ia malu. Langsung dirinya mengambil baju yang ada diatas meja itu, lalu ia kenakan. 

 

“Pakai bajunya Gaven,” pintanya tanpa melihat lawan bicaranya. 

 

“Udah” ketusnya

 

Perlahan-lahan Kira membuka handuknya yang menutup wajah cantiknya.

 

“Lo kalo mau gak pakek baju entaran aja, kalo gue udah gak ada di sini” gerutu Kira

 

“Sewot.” pekiknya. Lalu berlalu menuju ke tempat ia biasa bermain game. 

Kira berjalan menuju dapur, entah apa maksud Kira kesana. Yang pasti di benak Gaven, ia ingin mengambil makanan. “Disini gak ada makanan” Gaven mengetahui maksud Kira, langkah Kira terhenti karena ucapan cowok dengan rambut ambruk itu. Lalu berbalik langkah menuju tempat Gaven berada. “Gue laper,” ucap Kira dengan wajah melasnya. Gaven hanya mampir melihat saja, tanpa merespon atau pun berekspresi. “Masa iya, ruangan segede ini gak ada makanan secuil pun,” Kira mulai marah-marah.

” ayok.. Beliin makanan, sumpah laper banget” Kira mengangkat tangannya, jari tangannya membentuk huruf v. 

Krucuk krucuk… Kedua insan disana kaget mendengar suara ghaib yang berasal dari perut Kira, Gaven menghentikan permainannya kemudian melihat wajah Kira, dahinya mengernyit, orang yang ia lihat menampakkan senyum manjanya, membuat Gaven geleng-geleng kepala. Kira sangat tidak bisa mengontrol bunyi perutnya, tapi apa boleh buat, kalo saja bunyil konyol perutnya bisa di kontrol, sudah ia kontrol.

“Jorok banget, lo” Gaven berdecak 

“Sorry”  Kira masih tersenyum manja.

 

Gaven beranjak, melangkah ke arah meja, lalu mengambil hpnya yang tergeletak di sana, tampaknya ia sedang mengetik di ponselnya, entah mengetik chat untuk seseorang atau hanya buat status, kayaknya opsi kedua ngga deh. 

Lalu ia meletakkan hpnya kembali.

 

Kira yang sejak tadi kebingungan tingkah Gaven mulai dari ia beranjak bangun, ngambil hp, meletakannya kembali, lalu kembali ke tempat semula. Membuat ia mengedip-ngedipkan matanya berulang-ulang “Ngapain tadi lo, SMS siapa?” tanya Kira penasaran

 

“Kepo banget” Gaven hanya melihat sejenak, lalu melanjutkan main gamenya.

 

Kira mengernyitkan dahinya. “Gaven, lo budek ya? gue laper tauuu” Kira memukul-mukul lengan Gaven dengan keras yang dirasa Gaven itu biasa saja.

 

“Bisa diem gak sih, ini gue lagi main ps” bentaknya.

 

“Tapi gue lap…”

 

Ting tung.. Terdengar bunyi bel. Gaven beranjak dari lantai kemudian membenarkan pakainnya yang tidak berantakan kemudian berjalan menghampiri pintu. Kira hanya berdengus kesal. 

 

“Nih makan” Gaven menyodorkan kotak makanan yang ia pesan. 

 

“Hah… ” Kira melebarkan matanya sembari tersenyum kegirangan.

 

^Sorry banyak typo sama kata-katanya kalo -srek^ Sorry juga Update-nya lama,

*Keep reading guys, don’t forget vote and coment* thank you 🙂

 


Leave a Reply