Sign In

Remember Me

Gejolak cinta diantara persahabatan

Gejolak cinta diantara persahabatan

Pertama kali ku melihatnya, jatung ini mengatakan dia berbeda. Sosok tinggi, hitam manis,gaya nya yang sederhana dan rambutnya yang tertata rapi membuat sosok nya begitu tercermin dia adalah seorang yang terdidik. Saya dikenali oleh teman ku kepadanya, sebut saja teman ku Rian. Saya dan dia hanya sebatas teman biasa, setelah begitu lama kami bertiga berteman sangat akrab dan tanpa batas. Kami sering menghabiskan waktu bersama, melakukan hal konyol.

Tapi bagaimana dengan perasaan ini yang menolaknya dan tak mau menerimanya hanya sebatas teman,?

saya hanya bisa menatapnya dekat, dan mendengarkan segala kisahnya. Hanya itu, ingin rasanya mengatakan bahwa semua ini karena perasaan. Perasaan ini menolak mu karena kamu hanya mengangap ku sebatas teman.

Tapi ku coba kuburkan niat ini didalam sudut hati terdalam, mungkin nanti atau bahkan tak akan pernah ku katakan.

Suatu hari dia menyapa ku saat aku sedang bersama rian dengan senyumannya tipis tapi ku nikmati suasana itu. Dia bercerita bahwa ada sosok wanita yang telah meluluhkan hatinya. Jantung ini seakan tak mau menerima kenyataan itu tapi ku coba diam dan mendengarkannya bercerita. Dia menunjukan sosok wanita yang telah membuatnya terpesona, walaupun hanya sebatas foto.

Dia wanita yang cantik dan sangat cocok dengan kepribadian yogi. Ya itulah namanya yogi orang yang telah menutup segala perasaan dihati ini.

Hati ini berkata, beruntungnya dia bisa melihat mu tersenyum manis setiap harinya, beruntungnya dia bisa bergandeng tangan dengan mu. Yogi kebahagian mu adalah kebahagian ku. Simpan setiap detik kebahagian itu, mendengarkan mu berbicara sedekat ini membuat ku tak bisa menghapus dirimu dari sudut kecil dihati ini.

Ingin rasanya berlari dan berteriak setelah ku tau kamu mencintai sosok lain, bagaimana dengan hatiku yang selalu menginginkan mu tetap disini bersama ku?

Aku bahkan sangat bodoh untuk tahu itu.

Semenjak kejadian itu aku coba merelakan hati ini disingahi hati lain, aku mencoba mengantikan sosoknya dengan sosok lain. Tapi masih saja hati ini seakan tak bisa menerima nya.

Suatu ketika, aku rian dan bersama teman lain kemping di pantai. Dan kebetulan yogi tidak bisa ikut karena ada banyak tugas dari kampus. Tiba-tiba rian datang menghampiriku yang sedang duduk disudut pantai itu.

Haii, bel. Kok sendiri ? kenapa ga gabung sama teman-teman ? tanya rian

Ga gitu rian, Cuma lagi mau nikmati udara segar aja. Kata ku pada rian.

Bel kita temanan udah lumayan lama, kamu udah tahu aku dan begitupun aku. Kamu tahu setiap melihat mu aku merasa berbeda, kamu selalu punya cara untuk membuat suasana yang tadinya garing menjadi lucunya dengan gaya konyol mu. Dan itu menurutku menjadi daya tarik mu sebagai wanita.

Kalau aku boleh jujur, aku suka sama kamu ? aku ga tau harus mulai dari mana bel. Tapi yang pastinya perasaan ini terlalu bodoh untuk bohong. Kamu tidak perlu harus terima aku sebagai pacar mu setidaknya aku sudah mengutarakan perasaan yang melekat selama ini. Aku juga memikirkan tentang persahabatan kita. Kata rian kepadaku.

(aku diam sesaat)

Rian aku tahu memendam sebuah perasaan tulus itu sakit. Tapi kamu harus tahu satu hal, pola pikir kita akan mengatarkan kita pada rasa cinta. Aku akan menerima mu sebagai sosok itu, sahabat dan cinta. Kamu akan menjadi bagian kedua itu. Kamu akan menjadi seorang pendengar dan akan menjadi penyadah bahu untuk ku, dan begitu pun sebaliknya. Kataku yang sejujurnya tak siap dengan kosenkuensi ini.

Berarti            kamu bersedia menjadi sosok itu ? kata rian

Aku tidak bisa bilang bersedia, tapi aku akan mengusahakan untuk mu. Kataku.

(andai saja yang mengatakan itu dan mengungkapkan itu adalah dia yang sudah lama dihati, ? tapi pada kenyataannya berbeda)

 

Aku dan rian menjalani hubungan selajaknya pasangan . dia selalu ada disampingku dan mengengam tangan ku. Tapi berlawanan dengan hatiku yang hanya menginginkan yogi untuk berdiri didepanku. Seiring berjalannya waktu masih saja bersama rian karena aku mencoba menutup hatiku untuk yogi ,tapi kebohongan ini memang kejam. Bayangan sedikit buram itu terus saja menghantuiku. Aku masih tetap mencintainya walau gelap menutup terang, walau hujan membasahi bumi, masih saja hati ini milik mu. Milik mu yang menjaga sel terkecil dihati yang terdalam ini.

Masih kamu.


ibarat Kopi kamu hadir dengan cangkir yang mengairahkan lalu lenyap dengan ampas didasar samudera ampas. Bella. Vie

Leave a Reply