Sign In

Remember Me

Regret : This Time, Should I ….?

Regret : This Time, Should I ….?

Pernahkah kalian merasa seperti sepuah sponge yang mengapung pada sebuah selokan? Tepat seperti itu yang kurasakan sekarang. Merasa menjadi sesuatu yang tak diperlukan dan mengambang pada sebuah tempat yang kotor. Kenapa aku seperti ini? kenapa aku memilih hidup begini? Aku telah mendapatkannya kembali. Berbeda dari hubungan kami sebelumnya yang membuat kami tak bisa mengungkapkan perasaan kami satu sama lainnya, sekarang kami bisa dengan nyaman untuk sekedar mengatakan kami saling mencintai. Tapi kenapa? kenapa menurutku ada yang salah ketika aku mendapatkannya setelah Lentera pergi.

Ketika aku sudah meyakinkan diriku bahwa pria ini – pria yang sekarang sedang duduk di hadapanku sembari menyantap makan siangnya – benar-benar mencintaiku sebesar aku mencintainya, aku mendengar kabar wanita itu akan kembali. Akankah semua akan tetap seperti ini. akankah cincin yang melingkar cantik di jari manisku tak akan terlepas? Akankah oppa tetap mencintaiku meski Lentera kembali. Akankah angin yang kuat itu tak membuat pohon yang selalu ku sirami ini tumbang? Tak menggugurkan dedaunan dan kelopak bunga yang ada? Aku mulai khawatir

“Oppa, Lentera minggu ini akan kembali ke JH Group” ucapku

Karena meski aku khawatir, aku tetap penasaran dengan reaksi yang diberikan oleh tunanganku ini. seberapa bahagianya dia? Apakah dia akan terlihat lebih bahagia daripada saat dia mengajakku bertunangan?

“Aku sudah tahu, Na Ri yang akan menjemputnya di Bandara akhir pekan” timpalnya, dengan wajah  datar. Tanpa ekspresi apapun.

Dia tak bersemangat mendengar berita itu, tak terlihat bahagia. sesuai harapanku kan? Tapi tidak, aku masih khawatir dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, aku melihat seolah dia sedang selingkuh dan hubungannya akan terbongkar. Aku kembali khawatir.

Aku begitu mencintainya hingga aku terus takut kehilangannya sekali lagi. lucu, dulu aku tak seperti ini padanya. Bisa dibilang, hubungan kami dulu lebih seru ketimbang sekarang. Dulu aku tak pernah takut kehilangannya meski dia belum menjadi milikku seutuhnya. Aku bebas mencintainya meski tak bisa mengungkapkannya. Tapi sekarang ? apa jatuh cinta semenderita dan semenyeramkan ini?

Sepertinya iya. Aku merasa diriku sebuah sponge yang tak dibutuhkan, meski terkadang bisa sangat diperlukan untuk sebagian orang. Mengapung pada genangan kotor dan penuh kuman. Tapi aku membantu sudah memberikan yang terbaik untuk tugasku sebagai pembersih. Yah, meskipun aku tak tahu apa sekarang aku sudah berada dijalan yang benar? Tapi aku akan mencoba yang terbaik untuk menjaga hubungan kami dan juga cinta kami. To Be Continued


Writing like u draw your live, make it beautiful.

Leave a Reply