Sign In

Remember Me

The Cameo : Scond Love – First Meet –

The Cameo : Scond Love – First Meet –

Aku mencoba menutup lembaran cerita tentang pria bernama “Ki Tae Shin”, aku menyerah, karena jurang terlalu dalam, dan laut diantara kami terlampau membentang luas, jika sekarang aku merasa tertatih untuk bertahan pada cinta yang aku sendiri beum tahu bagaimana akhirnya, akan sama halnya dengan aku mencoba untuk mencelakakan hidupku sendiri dengan menyiksa batinku. Aku menyerah dengan memilih pergi dari negeri gingseng ini dan kembali pada tempat ku berasal. Mungkin negara ini memang tak cocok untukku. Ada alasannya kenapa Tuhan memilihku lahir di Indonesia.

Aku kembali ke Indonesia dengan memasang senyum yang sangat lebar di wajahku, aku bisa bertemu dengan orang – orang yang ku rindukan disini. Aku bisa bahagia disini. Bagaimana pun, keluarga adalah sumber kebahagian dalam hidup siapapun. Ayah, Ibu dan juga adikku. Mereka bisa menjadi sumber kebahagiaan lain yang membuatku lupa pada cinta pertama ku di Korea.  Tapi, melarikan diri ternyata tak membuatku sebahagia seperti yang aku bayangkan.

10 bulan sudah berlalu, dan aku masih belum bisa move on dari negara itu. Aku masih sering merindukan negara yang sering kali membuatku menderita itu. Terkadang aku rindu dengan kimchi, aku rindu dengan musim dingin yang membuat tulang ku ngilu, aku juga rindu pada ceramah Na Ri saat memintaku untuk sedikit mengenakan riasan atau mengganti sepatu ku dengan sepatu yang lebih layak untuk dikenakan di kantor. Terlebih lagi, aku merindukan perhatian Tae Shin oppa, karena terlalu lama berada pada zona drama yang kami ciptakan membuatku sedikit kehilangan rasa pada lelaki normal lainnya. Argghhhhh……

Hingga akhirnya aku berdiri disini!

Pintu dimana banyak orang berbaris dengan sbar menunggu pengecekan dokumen seperti paspor dan visa. Iya, sekarang aku sudah berada di Malaysia, transit untuk selanjutnya terbang kembali ke Korea. Beberapa bulan lalu aku kembali mendaftarkan nama ku untuk menjadi salah satu TKW ke Korea dan kebetulan JH Group masih menginginkan ku sebagai karyawannya. Jadi prosesku kembali ke Korea terbilang cukup mudah. Tapi, apakah jalan yang ku ambil ini sudah benar?

Jika ada yang bertanya seperti pertanyaanku barusan, kurasa aku bisa menjawab seperti yang ibu ku katakan. Bahwa ini hidupku, dan aku juga berhak untuk bahagia. aku sedang mencoba mencari kebahagiaanku yang mungkin justru berakhir sebaiknya, setidaknya aku ingin mencoba mengakhirinya dengan benar, bukan melarikan diri seperti yang ku lakukan tahun lalu.

Sedikit aneh melihat keluar jendela pesawat yang akan segera lepas landas ini. jantungku rasanya berdegub lebih kencang karena terlalu bersemangat. Beberapa jam lagi aku akan segera bertemu dengan Tae Shin. aku sudah membayangkan memberinya sedikit kejutan dengan kedatanganku. Bukankah dia akan sangat senang melihatku lantas lari memelukku. Yah, itu yang ku bayangkan dan membuat ku terus tersenyum.

“Oppa, Oppa akan terus seperti ini?” rengek seorang wanita pada pria yang duduk tepat di sampingku, aku tak memperdulikkan mereka karena aku terlalu bahagia, hingga si wanita yang mulai menangis.

“So Hyun. Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya untuk tidak mengekori ku? Kalau mau di kelas eksekutif silahkan, aku tidak akan pindah kesana” jawab pria itu dengan nada tinggi.

Tidak hanya aku, penumpang lain dan juga pramugari hanya bisa saling bertukar pandang, tidak ada yang berani mendekat, walaupun jelas ini mengganggu penumpang lain. Sementara aku sangat menikmati tiap dialog yang keluar dari kedua belah pihak, seperti sedang menonton sebuah drama korea yang menjadi favoriteku.

“atau jangan-jangan oppa sengaja duduk disini untuk wanita ini!” wanita itu menunjukku, disertai pandangannya yang begitu tajam menyorot kearahku. Begitu juga dengan beberapa penumpang dan juga pramugari. Sedangkan aku, hanya memasang wajah bego, pura-pura tak mengerti dengan bahasa dua orang yang baru kuketahui jika mereka adalah sepasang kekasih yang tengah dalam pertempuran.

“So Hyun-a, jaga bicara mu!”

“Oppa, kau benar-benar selingkuh dengan wanita ini?”

Aku tersenyum nanar memandang wanita cantik yang begitu menyeedihkan itu, yah, bisa di makhlumi, pria di sebelahku memang cukup tampan untuk dipertahanku hingga mempermalukan dirinya sendiri. beberapa detik kemudian aku memasang earphone yang sudah tersambung dengan ponselku, memutar lagu untuk mengalihkan ketertarikanku dengan drama disebelah. Aku tak ingin merusak hari pertama ku dengan mencampuri urusan mereka.

***

Mata ku masih setengah terbuka, jiwaku belum utuh kembali dari lelap tidur ku di pesawat. Akau duduk di troli dengan mata sayu itu sambil menunggu bagasinya keluar. Nyaris  tertidur lagi jika troli lain tidak menabrak troliku, mata yang sedari tadi tengah ku perjuangkan untuk tetap terbuka mendadak dengan sukarela terbuka, pandangan ku begitu terang begitu tahu siapa yang menabrakkan trolinya pada troli yang ku gunakan.

“Hey!! Sudah berapa lama kau mengenal oppa?” tanyanya kemudian dengan nada ketus

“Aku sekarang mengerti kenapa dia meninggalkan mu!” jawabku

Wanita ini terlalu terobsesi dengan kekasihnya hingga akhirnya si pria pergi dengan wanita lain. Jika aku jadi si pria mungkin juga jengah dengan kelakuan si wanita ini.

“APA KAU BILANG?!” tanyanya sembari melayangkan tangannya kerambutku

Jari-jemarinya dengan kuat mencengkeram rambut-rambutku, badannya yang sedikit lebih tinggi dariku ditambah highheels yang dikenakannya membuatku kesulitan membalas cenngkramannya, aku hanya bisa mengumpat sembari berteriak kesakitan, hingga mengundang beberapa orang untuk… sekedar melihat kami.

“DASAR WANITA JALANG”

“PENCURI KEKASIH ORANG”

Dan masih banyak laki makian yang keluar dari mulutnya.

“So Hyun, hentikan!” suara pria yang tak kalah keras terdngar bersaing dengan suara So Hyun yang terus memakiku, beberapa detik kemudian aku sedikit merasa lega, karena kepala ku terlepas dari tangan wanita itu.

“Saya minta maaf, saya benar-benar minta maaf atas kejadian ini” ucap pria itu sembari terus membungkukkan kepalanya padaku.

Aku memandang sekeliling, banyak orang mengitari kami seolah membentuk sebuah lingkaran, mereka sembari memegang ponselnya dan tentu saja mereka mengambil beberapa foto saat aku menjadi korban penyerangan dari psikopath ini.

“Aaaaahh.. benar-benar memalukan!” ucapku lirih, sembari mencoba merapikan rambutku lagi. aku segera pergi setelah mengambil koperku yang sudah sedari tadi berputar di baggage conveyor.

Hari ini seharusnya menjadi hari yang indah tapi meendadak berubah menjadi hari yang menyedihkan seperti ini. aku seharusnya tak terlibat dengan pasangan gila ini. seharusnya aku sudah pura-pura tidur dari awal, seharusnya juga aku tak memberikan senyuman nanar pada wanita itu dan memprovokasinya. Aaahhhh… semoga semua kesialanku berakhir hari ini, dan kedepannya hanya aka nada kebahagian.

 

 

 

 


Writing like u draw your live, make it beautiful.

Leave a Reply