Sign In

Remember Me

JANGAN LEBAY

JANGAN LEBAY

 

Sejak awal saya sudah nggak tertarik komen aksi tandingan itu. Biarin saja. Ingat wejangan Aa Gym : jangan ujub dengan besarnya jumlah, hanya Allah yang mampu menyelesaikan urusan ini. Nggak perlulah mengetawai, mengejek apalagi menghina orang-orang polos itu. Mereka memang belum mengerti. Mari doakan.

Biarlah rumput tetangga terkoyak, kita juga punya rumput hijau yang harus selalu dijaga. Sebaiknya jangan terlalu larut dalam euforia. Keberhasilan menjalin persaudaraan yang menggetarkan harus dilanjutkan. Minimal menjawab pertanyaan, kapan giliran kamu menjalin ikatan suci? Eitts dah!!

Tetep ikhlas berjuang, nggak usah merasa iri dengan foto pak pulisi yang viral karena membawa setengah dus (kurang) air mineral. Padahal kamu udah membawa bergalon-galon air tapi nggak viral juga. Bolehlah iri, melihat foto seorang suami shalat dalam hujan, sang istri membentangkan payung untuknya. Greget level 212 ‘kan?

Tebarkan berbagai hikmah yang terserak dari aksi 212, untuk menjaga semangat perjuangan. Ulaslah tantangan yang dihadapi seperti : fitnah makar, sabotase transportasi bahkan bersenjata fatwa shalat di jalan. Mereka hingga detik ini tetap menyusun keisengan-keisengan. Jadikan sebagai pelajaran. Namun tetap waspada pada hoax, meskipun itu berpihak dan menyenangkan hati kita.

Belajar dari peristiwa Uhud, tetap ikuti komando ulama. Sebagaimana kita bersatu karena perintah ulama, kita pulang dengan tertib pun karena itu perintah ulama, bukan yang lain. Nggak perlu nyetatus, komen, share atau ambil tindakan di luar arahan ulama. Juga nggak perlu lebay, bilang kalau kemarin seperti haji. Wukuf dan thawaf mungkin mirip. Tapi belum prosesi jumrah ‘kan? Hayo !! Pingin banget sih .. .

Abaikan celotehan para pengamat itu. Apalagi yang cuma status, komen, ‘like’ dan ‘share’. Mirip banget dengan pengamat bola yg menonton sambil ngemil kacang. Dia berpikir kalau kiper harusnya maju berlari, menendang dan memasukan bola ke gawang lawan. Soalnya kiper ‘kan cuma berdiri doang .. jadi energinya banyak. Logis banget ‘kan kayaknya? Santai saja, pengamat itu kehilangan satu hal penting : rasa. Kitalah yang merasakan perjalanan. Kita pulalah yang diamanahi ghirah itu.

Perjalanan masih panjang. Tetap fokus pada dia yang masih berstatus sebagai tersangka. Kamu sendiri statusnya gimana? Masih sendiri? Halaahhh … .


Sumber foto ini beragam dan tersebar di medsos, saya edit seperlunya. Bagi yang kurang berkenan, mohon maaf dan silahkan menghubungi saya. Syukur-syukur bawa bingkisan, asal bukan UU ITE ajah … .


– Masih kuliah di Universitas Terbuka UPBJJ MALANG
02 Agustus 2016 Pendidikan Bahasa Inggris
– Agustus 2014 lulus dari Basic English Course (BEC) Kampung Inggris Pare Kediri
– Desember 2014 lulus Mastering System (MS) of BEC
– Juli 2016 –sekarang Teacher Of KAFILA INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL (KIIS)

Leave a Reply