Sign In

Remember Me

Keliru

Keliru
KELIRU

Kerjaan saya simpel, nggedabrus, ngobrol dan ngompori siswa. Itu saja. Nah, kali ini memang saya lagi banyak waktu untuk duduk-duduk dengan siswa yang berbuat salah. Tentu kita harus paham, kesalahan anak (dan orang dewasa juga sih) itu tidak sama jenisnya, di antaranya :

1. Kesalahan karena tidak memiliki pengetahuan terhadap suatu perbuatan;
2. Kesalahan dalam aplikasi, anak tidak tidak terlatih, tidak terbiasa, dsb;
3. Kesalahan yang disengaja yaitu karena ingin menunjukkan ke”aku”annya, ketidaksukaan, perlawanan, mengabaikan perintah, ingin diperhatikan, menunjukkan ketidaksetujuannya, dan sebagainya.

Sehingga walau terkenal galaknya minta ampun, saya tetap baik hati dan suka menabung lho .. hihi… Meski menghukum bukan berarti dengan hati yang membara, mata nanar, denyut jantung berdetak kencang, apalagi bibir pecah-pecah dan sariawan .. no .. no .. Saya tetap mengobrol santai dan memberi penguatan.

Kenapa? Karena bagi saya, anak yang berbuat salah lalu menyadarinya itu lebih baik daripada anak yang tidak pernah melanggar. Bukan berarti saya setuju pada kesalahannya, namun lebih memahami dari sisi manusiawi yang memang tidak pernah luput dari kesalahan.”
(Quote of The Day by saia [lagi]. asyeekk … )

Namanya juga proses belajar toh? Sekedar mengetahui itu mudah. Misalkan Rp 1 juta itu = 100 ribu sebanyak 10 lembar, kita semua tahu. Namun untuk memiliki sejumlah tersebut? Belum tentu. Demikian pula perbuatan baik. Perlu proses untuk melangkah dari tahu menjadi memiliki.

Dan sementara itu sepemahaman saya, mungkin dosa dan kesalahan yang membuat kita rendah hati itu lebih baik daripada perbuatan baik yang membuat kita menjadi sombong.

Dan pesan saya kepada anak-anak yang khilaf, “Jangan mengulangi kesalahan yang sama, karena masih banyak kesalahan-kesalahan lain yang perlu dicoba … ha..ha..”


*Terima kasih untuk para paparazzi yang ambil gambar

 
 

– Masih kuliah di Universitas Terbuka UPBJJ MALANG
02 Agustus 2016 Pendidikan Bahasa Inggris
– Agustus 2014 lulus dari Basic English Course (BEC) Kampung Inggris Pare Kediri
– Desember 2014 lulus Mastering System (MS) of BEC
– Juli 2016 –sekarang Teacher Of KAFILA INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL (KIIS)

Leave a Reply