Sign In

Remember Me

pola asuh sang anak

pola asuh sang anak

ini apa yang aku lihat dan yang aku rasakan. anak ini adalah anak yang tidak setiap saat diawasi, mendapatkan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuanya. lantaran kedua orang tuanya harus bekerja juga jarah yang jauh membuah anak ini menjadikan anak ini memiliki sifa agresif, mudah marah, sudah beradaptasi dengan lingkungan. pola asuh ank ini ketika dititipkan pada neneknya saat orang tuanya bekerja terkadang bertentangan dengan pola asuh dengan kedua orang tuanya. membuat dia kebingungan selalu mencari perhatian sekitar ketika sedang bersama orang tuanya segala hal yang dia minta lantas diberikan jika sedikit ditegaskan anak ini marah dan membrontak. ketika sedang menghabiskan waktu luang bersama mereka mengajak sang anak perempuanya ke mall sekedar makan bersama dan mengajaknya bermain di wahana permainan tertutup terdapat di mall tersebut.

“ibun, kirei pengin es krim.” rengeknya menarik tangan ibunya.

dengan penuh kasih sayang ibuya menggendong anak perempuanya ke pangkuanya. “iyaa, nanti kita beli es krim yang kamu mau.” kata ibunya dengan seulas senyuman lembutnya.

“Kirei, mau es krim rasa apa?.” tanya ayahnya.

“mau rasa coklat. Yah.” jawabnya.

merekapun menghampiri store es krim, melihat-lihat semua rasa yang ada di etalase.

“Kirei, jangan banyak-banyak makan es krimnya nanti batuk. kamu kan setiap abis makan yang es krim sama coklat langsung tuh alerginya kambuh.” imbuh Neneknya.

“nggak apa-apa lah Bu. kali-kali aja dia pengin dibeliin es krim.” jawab ibunya.

“kamu tuh, ke anak jangan terlalu dimanja apa-pa yang dia minta dikasih. nanti dia yang ke enakan didik anak tuh harus tegas, disiplin dari dia kecil biar dia terbiasa. dulu ibu didik kamu waktu kecil kaya gitu.” imbuhnya dengan nada lebih tinggi.

besok harinya setelah kejadia itu sang anak terkena batuk dan flu.

“tuh kan apa kata ibu, sekarang dia jadi batuk, flu.”

sang ibu saat akan memberikanya obat. anaknya merengek mengibaskan tanganya agar obat itu dijauhkan dari dirinya. 

“sayanng minum obat dulu yah. biar batuh sama flunya sembuh.” dengan lembut sang ibu memberikanya obat.

“ga mau, Kirei nggak mau minum obat! pait.” katanya dengan nada lantang.

“nanti kalau kirei minum obat. ibun beliin kamu mainan.” rayu ayahnya mengelus pincak kepala anak perempuanya.

“bener yah.” matanya melebar.

“kasih embel-embelnya di beliin mainan. kasih penghargaan itu yang buat dia semangat ngerjain apa yang dia mau. ibu dulu raya anak supaya mau ngerjain yang kita mau kasih penghargaanya dengan hal kecil tapi buat pengaruh besar buat dia kedepannya. contohnya kamu susah banget kalau disuruh belajar. ibu bikin suasana belajar kamu sambil bermain. itu yang buat kamu semangat kalau belajar sebagai hadihnya ibu masakin makanan kesukaan kamu.” komentar ibunya.

buat para orang tua ditengah kesibukan kerjanya menitipkan sang anak pada sang nenek hal penting yang harus diperhatikan :

 

Terjadi perbedaan cara mengasuh

Meskipun berada dalam satu keluarga besar, bisa saja terjadi perbedaan cara dalam pengasuhan. Kakek/nenek merasa lebih tahu karena pengalaman sedangkan anak-anak mereka yakni orangtua dari cucu-cucunya merasa memiliki pengetahuan yang lebih baru misalnya lewat pendidikan atau informasi terbaru yang di dapat lewat media. Perbedaan-perbedaan ini dapat menimbulkan dampak buruk karena tidak konsistennya cara pengasuhan yang diterima anak. Misalnya saja satu pihak memperbolehkan anak menonton televisi di jam tertentu dan pihak yang lain melarangnya. Anak akan bingung untuk mengikuti yang mana. Pada tingkat yang lebih kompleks, anak dapat melakukan tindakan yang agak manipulatif dengan memilih yang lebih menguntungkannya. Menghadapi masalah ini, kedua belah pihak perlu berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama mengenai apa yang perlu dan yang tidak perlu pada anak. Pilihan cara pengasuhan bukan didasarkan pada kepentingan pengasuh semata namun lebih-lebih adalah pada kepentingan anak. Misalnya saja boleh tidaknya anak makan sesuatu bukan didasarkan pada keinginan untuk membelikan makanan demi menyenangkan anak namun apakah makanan tersebut sehat atau tidak untuk dikonsumsi anak

 

Terjadi persaingan dalam mengasuh anak

Ketika kedua pihak sama-sama merasa memiliki hak untuk mengasuh anak, akan dapat terjadi persaingan dalam mengasuh anak. Persaingan tersebut dapat menimbulkan keretakan hubungan pada kakek/nenek dengan anak-anak mereka yaitu kedua orangtua dari cucu-cucunya. Selain merugikan kedua belah pihak, keretakan hubungan juga akan merugikan perkembangan sang anak. Untuk menghadapi masalah ini, kedua pihak perlu menyadari bahwa keduanya sama-sama “membutuhkan” kehadiran anak atau cucu tersebut namun tidak boleh mendominasi. Kehadiran anak dan cucu tersebut dan pengasuhan dalam kehidupannya tidak lepas dari kontribusi kedua pihak. Oleh karenanya, daripada saling bersaing, kedua belah pihak sebaiknya melakukan kerja sama dalam melakukan proses pengasuhan.


Menulis membuatku bahagia.

Leave a Reply