Sign In

Remember Me

Agama itu Rahasia Antara Umatnya dengan Tuhannya

Indonesia dengan segala keberagamannya, pada mulanya semua bisa berjalan dengan sangat baik. Bertenggang rasa, saling menghormati, dan tetap saling bersaudara baik itu dengan suku yang berbeda atau perbedaan keyakinan. Namun, roda memang berputar. Ketentraman yang awalnya begitu indah kini tak terlihat lagi. Khususnya, setelah dunia politik melibatkan keagamaan dan kini masyarakat yang menjadi korban dari kepentingan para kaum elite politik. Masyarakat Indonesia masih terlalu mudah terprovokasi dengan lakon yang dimainkan oleh para wakil rakyat, menelan bulat-bulat semua infomasi yang berkembang.

Saya adalah seorang guru, seorang guru yang bekerja di linkungan mayoritas 98% yang berbeda keyakinannya dengan apa yang saya anut. Keputusan Saya menerima bekerja di sana, dimulai dari keyakinan hati dan ingin sekali membuktikan bahwa antar umat beragama itu bisa saling menghormati satu sama lain. Saya sangat menyukai perbedaan, menurut saya perbedaan adalah warna yang akan membuat hidup saya lebih menarik. Selama bekerja di sekolah tersebut, Saya ikuti segala rutinitas yang ada di sana, dimulai dari doa pagi, renungan pagi, membiasakan memulai pelajaran dengan berdoa dan tentunya cara berdoa saya dan mereka berbeda meskipun Saya yakin tujuannya tetap sama yaitu kepada Tuhan. Tapi, sekali lagi saya anggap itu adalah hal yang baik dan tidak perlu dibesarkan. Ini adalah pengalaman yang indah, perlahan Saya mengetahui bagaimana kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di sekolah yang berbeda keyakinan dengan Saya. Point penting yang saya apresiasi dari mereka yaitu bagaimana mereka taat beribadah dan tak pernah luput dari doa dalam setiap aktivitas keseharian mereka. Bagaimana kecintaan mereka akan Tuhan dan kepercayaan mereka akan pengorbanan Tuhan mereka untuk keberlangsungan hidup mereka saat ini. Jujur Saya sempat merasa malu karena Saya yang berbeda keyakinan dengan mereka tidak begitu taat beribadah seperti mereka, kewajiban saya untuk menjalankan ibadah shalat 5 waktu masih jauh dari sempurna, bahkan Saya kerap lupa dalam berdoa padahal doa adalah satu-satunya cara komunikasi yang baik kepada Allah S.W.T. Dari mereka lah hati saya terbuka, kalau saya harus juga menjadi pribadi yang taat dalam beribadah, taat kepada Allah, dan selalu berdoa untuk semua hal tentang hidup saya. Satu hal lagi yang saya apresiasi yaitu, kepedulian mereka terhadap orang di sekitarnya. Saat beberapa kali saya tidak masuk sekolah karena sakit mereka selalu memberikan perhatian yang sebelumnya Saya tidak rasakan di tempat saya bekerja.

Sampai akhirnya, perbedaan itu mengusik hati Saya oleh satu orang oknum.

Perbedan yang saya anggap adalah warna kini sedikit memberikan Saya warna yang sendu dan gelap bercampur merah yang sedang ku siram dengan air pelahan-lahan agar tidak menjadi merah seperti api. Seorang oknum, salah satu orang tua dari siswa yang duduk di bangku kelas VIII. Oknum tersebut bertanya kepada seorang keamanan di sekolah tempat saya bekerja.

“Pak, Ibu itu kenapa pakai jilbab?” tanya Dia

“Pak, dalam islam memakai jilbab itu wajib untuk perempuan….. ” Ujar bapak keamanan yang kebetulan juga beragama islam.

“Tapi, dia tidak Fanatikan?”

Entahlah, saya tidak membayangkan apa yang Ia pikirkan sampai harus bertanya tentang hal itu ?, Apakah Ia terlalu takut jika saya akan mengajarkan agama Saya kepada peserta didik di sekolah ini?

Saya sangat menyesalkan apa yang oknum tersebut tanyakan kepada seorang keamanan itu. Jujur saya geram dan saya sedih karena segala perbedaan yang saya terima dengan baik di sekolah ini ditanggapi dengan hal seperti itu. Menurut Saya agama adalah hubungan kita dengan Tuhan. Biarkan ini tetap menjadi rahasia setiap manusia yang memeluk agamanya. Pemikiran seperti inilah yang membuat saya berpikir semua umat itu baik dan berbuat baik itu tidak perlu mengenal apa agamanya. Seperti apa yang pernah diucapkan oleh Gus Dur.

Ini pelajaran sangat penting, agama itu sangat sensitif. Kenapa disetiap manusia itu harus saling menghormati khususnya dalam hal beragama ? Semua itu tentunya untuk menciptakan ketentraman antar sesama manusia khususnya masyarakat di Indonesia. Dengan tidak bertanya atau mengomentari sesuatu yang berkaitan dengan agama lainnya. Saya yakin sekali semua agama itu sama baiknya, dengan tidak mempermasalahkan sesuatu yang berbeda menurut saya itu salah satu sikap saling menghormati antar umat manusia.

Percayalah perpecahan sekarang ini bukan karena perbedaan agama di Indonesia tapi memang karena beberapa oknum yang mempunyai kepentingan pribadi. Please, saling menghormati. Jangan campurkan masalah agama dengan politik atau yang lainnya.

Terima kasih


Menulis adalah kegiatan tentang isi hati yang paling jujur.

Leave a Reply