Sign In

Remember Me

Guru Profesional !

Guru Profesional !

Guru Profesional !

Oleh ; Inayahamidi

 

                Potret pendidikan dewasa ini perlahan sudah menunjukan kemajuannya. Tidak hanya dalam hal pendapatan kini juga dunia pendidikan mulai banyak melakukan pembenahan. Hal ini dilakuan pastinya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia semakin baik dan pendidikan di Indonesia pantas diperhitungkan di mata masyarakat Indonesia serta kancah pendidikan internasional.

                Permasalahan-permasalah yang kerap terjadi dalam dunia pendidikan khususnya dalam tenaga pendidik itu sendiri sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat Indonesia. Seperti tidak sesuainya mata pelajaran yang diajarkan dengan ilmu kependidikan yang diambil saat berkuliah sampai dengan tenaga pengajar yang masih kerap diserang TBC (Tak Bisa Computer) serta masih banyak permasalah-permasalahan lainnya yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia tidak memiliki kepercayaan pada pendidikan di negeri ini.

                Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia memang masih banyak yang perlu dibenahi, salah satunya adalah kita harus memiliki tenaga pendidik yang profesional dan tenaga pendidik yang bukan hanya mentransfer ilmu tapi juga harus diintergrasikan dengan iman sehingga dapat melahirkan peserta didik yang pintar dan berkarakter. Untuk mewujudkan semua itu kita perlu memperhatikan beberapa hal, berikut di antaranya ;

  1. Pendidik harus mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampuh.

                Melihat apa yang telah berjalan dibeberapa sekolah masih banyak ditemukan guru yang mengajar tidak sesuai dengan mata pelajaran yang tertulis dalam ijazahnya. Ini lah salah satu alasan tenaga pengajar dikatakan tidak profesional. Pada dasarnya mengajar bukanlah perkara main-main tapi perlu dipertanggung jawabkan dikedepannya. Jika, pendidikan di Indonesia sudah memiliki tenaga pengajar yan profesional pada bidangnya saat mentrasfer ilmu kepada peserta didik maka untuk penyampaian materi yang diberikan dipastikan pendidik tersebut sudah menguasi pada mata pelajaran tersebut sehingga peserta didik lebih mudah menyerap ilmu yang diberikan.

 

  1. Pendidik harus on time.

                Guru harus memiliki kebiasaan untuk datang tepat waktu dalam mengajar karena dimulai dari situlah kita akan tau guru tersebut memiliki panggilan jiwa pada profesinya dan bukan hanya sekedar mencari nafkah.

 

  1. Guru melupakan bagaimana mengajarkan mereka untuk mengenal Tuhan.

                Jika dibandingkan penghasilan guru saat beberapa tahun lalu dengan beberapa tahun ini  mengenai penghasilan memang sudah banyak peningkatan karena jasa yang dibayarkan cukup tinggi maka hal ini yang menjadi salah satu alasan banyak masyarakat untuk memilih berprofesi sebagai guru dalam pekerjaannya mencari nafkah. Tapi, hal tersebut  tidak cukup untuk menjadi salah satu motivasi dalam memilih berprofesi sebagai guru karena ada tugas dan tanggung jawab guru yang tidak kalah pentingnya dalam mendidik peserta didiknya yaitu guru harus mengajarkan mereka untuk mengenal Tuhan. Agar dikemudian hari peserta didik yang kita ajarkan bukan hanya pandai dalam bidang akademik tapi mereka juga harus takut akan Tuhan. Sehingga kita bisa melihat peserta didik kita menjadi orang yang berhasil bukan hanya pada dunia pekerjaannya tapi juga berhasil menjadi pribadi yang baik.

 Tekhnologi kini berkembang dengan sangat cepat di dunia, hal ini menjadi alat penting untuk banyak orang mencari segala informasi yang mereka inginkan dengan cepat maka mereka harus  diseimbangkan dengan keimanan yang kuat agar mereka dapat mengendalikan diri mereka dari hal-hal negatif.   

 

  1. Agus Wibowo (2010) seorang guru harus memaknai kata GURU itu sebenarnya.

Dalam kata “GURU” itu sendiri memiliki makna yang tersimpan dalam setiap hurufnya, berikut penjelasannya ;

G             : Gagasan

Seorang guru harus selalu memiliki gagasan-gagasan baru dalam setiap mengajar. Seorang guru diharapkan selalu memiliki cara mengajar yang baru dan menarik dalam setiap pertemuannya di kelas dengan peserta didik atau dalam setiap tahun ajaran baru.

U             : Usaha

Setiap guru harus selalu berusaha dalam mencari segala informasi untuk meningkatkan pembelajaran pada bidang study nya agar segala ilmu atau infomasi dapat digunakan dalam pembelajaran kepada peserta didik. Tentunya dalam segala usaha yang dilakukan harus disertai dengan doa.

                R             : Rasa

Rasa ini sendiri meliputi Asah, Asih, dan Asuh. Tujuannya adalah untuk mewujudkan etika, kepribadian yang baik, kecerdasan, kemandirian, keterampilan, dan produktivitas yang baik. Dalam hal ini guru harus memiliki panggilan hati agar mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan keguruan dengan baik.

                U             : Uang/harta

                                Guru dituntut memiliki modal yang cukup untuk mencapai profesionalisme untuk

meningkatkan kewibawaanya di tengah masyarakat.

  1. Pendidik adalaha “Manusia yang Tidak diperjual Belikan”

                Guru dilarang keras untuk menerima apa pun untuk memudahkan urusan seseorang dalam dunia pendidikan. Guru harus mampu bersikap netral dalam semua hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Guru dilarang menerima sogokan untuk memuluskan urusan peserta didikan dalam hal pendidikan yang kaitannya dengan nilai dll.

 

  1. Pendidik harus memilki etos kerja yang produktif.

“ Satu orang baik belum tentu dapat mempengaruhi tujuh orang yang tidak baik untuk menjadi baik dan Satu orang yang tidak baik dapat mempengaruhi tujuh orang baik untuk menjadi tidak baik.”

Pada kutipan di atas dijelaskan jika satu orang guru belum tentu akan berhasil merubah peserta didiknya untuk menjadi manusia yang baik maka itu seorang guru harus memiliki etos kerja yang produktif untuk menunjang profesinya dalam mendidik peserta didik menjadi lebih baik, berikut etos kerja yang perlu dimiliki seorang guru ;

  • Kerja keras/ketekunan
  • Disiplin
  • Budaya berpikir
  • Kreatif
  • Koperatif
  • Fokus
  • Proaktif
  • Inivatif

                Bekal menjadi seorang pendidik memang bukan hanya sekedar menguasai materi pada mata pelajaran yang akan diajarkan karena rekan kerja dalam seorang pendidik adalah manusia-manusia yang memang dipertemukan untuk diperkenalkan pada hal-hal baik sehingga mereka memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

                Berikutnya pembaca aja akan membaca informasi-informasi untuk membantu mengenal profesi seorang guru dan bekerja di dunia pendidikan. Tujuan tulisan ini adalah untuk bisa mewujudkan dunia pendidikan yang baik dan berkualitas di Indonesia agar dapat menelurkan generasi-generasi yang takut akan Tuhan dan pandai dalam banyak hal. Terima kasih.

 

Depok, 5 Juli 2017

Materi oleh Bpk. Drs.Parulan Sihotang, MA, MA

                             


Menulis adalah kegiatan tentang isi hati yang paling jujur.

Leave a Reply