Sign In

Remember Me

Semburatan ilusimu

Semburatan ilusimu

Kamu adalah senjaku yang tertunda
Yang telah usang

dan berdebu setelah 1 dasawarsa tak berjumpa
Terngiang bayanganmu yang selalu singgah
Ketika ku asik bertekuk sipu
Ketika ku mulai menghapus semburatan ilusimu
Ibarat sehelai bulu merpati putih
Yang patah

Pesona seindah nirwana itu telah sirna
kini tak dapat lagi kau sentuh
Dimana aku berdiri
Dimana aku memanggilmu dengan keras
Kau hanya memandangi sudut yang sunyi
sekat yang kecil tanpa kau tinggalkan lagi senyuman itu
Tanpa kau hiraukan diriku lagi
Tanpa bisa menyentuhku
Tanpa bisa ku menatap mu sedalam alung waktu
Hingga ku sadari waktu kita tak lagi sama
Kamu telah luluhlantahkan batin ini seperti diterjang badai
Hilang tanpa pernah kembali disisiku lagi


“Sajakku bersenandung sesuai alunan nada dan musik”
Est 1998 – Surakarta

2 Comments

  1. Syair yang indah….

  2. dalem yak…

Leave a Reply