Sign In

Remember Me

Stasiun & Peron

Stasiun & Peron

Jakarta, 2017

Oh….. tidaaakkkk !!! orang-orang berdesakan di tangga saat transit dan keluar stasiun, namaku ega, salah satu karyawan di perusahaan konstruksi ternama di jakarta, ini adalah cerita pertamaku ketika aku menumpangi kereta dari stasiun bogor ke stasiun sudirman, Jakarta. di usiaku yang 26 tahun ini kali pertama aku naik kereta, jika dulu dikenal dengan nama kereta api indonesia sekarang dikenal dengan (KRL) Commuter Line, KRL/Kereta Rel Listrik.

badanku yang kecil, bisa keluar masuk karena terdorong-dorong orang yang lebih besar dariku, mereka tidak akan perduli sekecil apapun atau sebesar apapun, yang mereka perdulikan mereka sampai tempat yang mereka tuju tanpa telat 1 menit pun, itu yang aku rasa, aku tidak bisa membedakan kereta jaman dulu dan sekarang lebih rincinya, karena mungkin begitu banyak orang yang lebih tau dari aku, dari yang kulihat dan ku baca kereta tempo dulu akan memuat penumpang hingga atap, kini ada larangan menumpang kereta di atas atap kereta, kenapa ? karena kereta tempo dulukan bukan kereta listrik… hehehe…. !!!

setiap pagi, dan sore aku selalu pergi & pulang naik KRL, setiap hari aku akan bertemu setidaknya 99% orang yang berbeda, itu artinya aku pernah bertemu orang yang sama 1/2 kali saja. itupun dalam keadaan apa aku tak pernah tahu, kejadian-kejadian di dalam gerbong kereta akan selalu berbeda, kejadian di dalam gerbong terkadang lebih cepat dari pada saat kita masih di peron. setiap hari aku akan terinjak-injak setidaknya 4/5 kali oleh penumpang lain, aku pun akan terdorong-dorong orang yang naik maupun turun, ada banyak kejadian didalam gerbong atau pun di peron, sebut saja kita ditabrak orang dari belakang karena mereka takut ketinggalan kereta, atau kita akan sengaja ditabrak orang dan kehilangan sesuatu barang yang kita bawa !

bagiku pengalaman naik KRL itu lucu, bagaimana tidak lucu jika kita melihat seorang ibu memakai helm didalam kereta, dan dia asyik memainkan handphonenya, adapun wanita lansia yang tiba-tiba berkata tepat depan mata kita dan berbicara ” umur saya sudah banyak dik, mangkannya saya duduk dilantai ” ibu lansia dengan make up tebal dengan gaya lansia super dengan aksesoris tidak seperti lansia lainnya hp yang beliau bawapun cukup keren. tidak ada yang menghiraukan ibu lansia itu meski iya terus mengoceh. ” saya malas minta-minta tempat duduk sadar diri saja” begitulah katanya, lalu aku bertanya emang ibu mau kemana? mau kepasar minggu dik, padahal ibu itu naik kereta hari senin !!! ini yang salah siapa kira-kira ?? hehehe……

beberapa bulan sebelumnya aku dan suamiku mengajak ibu dan anakku naik kereta, kami berniat ke ragunan, hari itu kami transit di stasiun tanah abang, pada saat itu, aku yang menggendong anakku yang berusia 3 tahun hendak menuju tangga untuk transit, tiba-tiba anakku berkata ” loba-loba amat, nek ana ema teh??” (banyak amat orang mau kemana?) anakku yang bingung melihat orang-orang begitu banyak berebutan naik tangga, dan setelah itu kami turun kejalur 3, tidak ku sangka ia pun berkata lagi, mah tadi ema-ema banyak, sekarang eweuh… ( mah tadi orang-orang banyak sekarang tidak ada), anak sekecil itu bisa terheran-heran dengan wajah polos dan ucapan yang membuat kami tertawa.

mungkin orang lain punya banyak cerita lucu, menyebalkan atau mungkin mengharukan. tidak ada Stasiun tanpa Peron. tidak ada kejadian tanpa kita berada didalamnya, semua hal terasa ringan jika kita mensyukuri nikmat itu, semua hal akan berat jika kita tidak ikhlas menjalani setiap hari, orang yang terbiasa dengan keadaan itu mereka merasa ringan saja menjalani harinya meski harus terinjak, terdorong dan bahkan kehilangan barang berharga miliknya.

kehilangan barang seperti dompet, hp itu tidak aneh lagi dan ada cerita jika copet sudah ada dari kalangan anak kecil, ini sangat di sayangkan dan perlu ada tindakan.

nikmati semua yang terjadi karena setiap hari kita akan menemukan hal baru dalam hidup.

salam,

Ega Permatasari


Leave a Reply