96116c54f107e5b-a-nw-p

ESCAPE FROM GRIMREAPER ISLAND

Pada suatu malam yang berkabut di tengah lautan pasific tiba-tiba muncul suatu pulau besar misterius. Pulau itu ditutupi dengan kabut dan ada sebuah gunung besar ditengah pulau itu, dari luar pulau itu terlihat begitu menyeramkan karena semua tumbuhan yang ada dipulau itu mengering dan tampak hitam setiap ranting dan batang pohonnya. Pemerintah dunia yang mengetahui kemunculan pulau itu  mencoba memfoto pulau itu dengan satelit dari angkasa tapi gambar yang didapatkan tidak ada yang jelas,akhirnya pemerintah dunia membentuk sebuah tim ahli untuk melakukan ekspedisi eksplorasi terhadap pulau itu. Terbentuklah sebuah tim yang beranggotakan 7 orang ahli dalam berbagai hal untuk melakukan ekspedisi eksplorasi pulau misterius itu. Anggota tim itu yang pertama ialah Dr.Christy asal inggris dia seorang ahli dalam bidang ilmu bebatuan dan volcanologi. Dr.Christy adalah seorang wanita yang cerdas dan menawan namun ia memiliki sifat manja walaupun umurnya sudah berusia 35 tahun,mungkin itu yang membuatnya tampak muda dari umurnya. Yang kedua Kapten Matilda ia adalah seorang wanita perwakilan dari pihak militer dunia (NATO) yang bertugas mengawal para tim ahli. Kapt.Matilda walaupun ia wanita namun badannya tinggi besar dengan otot-otot ditangannya, hampir tidak ada sisi feminim dari fisik dan sifatnya,yang ketiga adalah Dr.Yamato asal jepang ia adalah seorang ahli botanical. Dr.Yamato sangat gemar memakan Shusi hampir setiap hari ia memakan Shusi,yang keempat adalah seorang berkebanggsaan USA bernama Dr.William ia adalah seorang arkeolog ternama. Dr.William setelah mendengar tentang kemunculan pulau misterius ini dia sangat antusias untuk mengeksplornya. Yang kelima bernama Dr.Austin asal USA ia bertugas di bagian medis dalam tim.Dr.Austin lelaki dengan kepala botak dan berkacamata ini sangat suka dengan kebersihan dan juga ia suka asal ceplas-ceplos dalam berbicara . Yang keenam bernama Joe seorang keturunan indonesia yang lahir dan lama menetap di USA ia bertugas untuk mendokumentasikan perjalanan dalam ekspedisi ini,Joe dipilih masuk kedalam tim karena ia sering memenangkan kontes photography. Di usia muda yaitu 22 tahun Joe sudah dianggap menjadi maestro photography jadi pemerintah dunia memutuskan memilih dia masuk kedalam tim ekspedisi. Yang ketujuh dan terakhir adalah seorang wanita berambut hitam panjang dan berkacamata perwakilan dari pihak pemerintah dunia yang bertugas sebagai pemimpin tim ekspedisi pulau bernama Agnes,dialah yang nantinya bertugas melaporkan hasil ekspedisi ke pihak pemerintah dunia. Tim ahli ini didampingi dengan 3 orang porter yang bertugas membawakan peralatan mereka,porter itu bernama Mike,Rinov dan Taka. Mereka bertiga memiliki fisik yang tinggi dan besar. 

Sebelum hari dimana tim eksplorasi pergi ke pulau misterius yang berada ditengah laut mereka dikumpulkan disebuah kapal militer. Di kapal itu seluruh anggota tim bertemu untuk pertama kalinya dan mencoba mendekatkan diri sesama anggota,disebuah ruangan didalam kapal Agnes memberikan pengarahan kepada seluruh anggota tim untuk melakukan pekerjaannya dengan baik dan benar. Para tim eksplorasi akan dikirim ke pulau itu selama 3 hari sebelum nantinya dijemput kembali. Selama 3 hari itu tim eksplorasi harus bisa memberikan laporan tentang pulau misterius itu. 

Akhirnya hari yang ditentukan tiba,para tim eksplorasi dan ketiga porter itu dikirim ke pulau misterius dengan kapal militer. Setelah sekitar 1 jam para tim eksplorasi dan 3 porter itu sampai di pulau misterius,kesan pertama yang mereka lihat setelah tiba dipulau misterius itu adalah udara yang terasa dingin walaupun mereka berada dipantai.

 Saat itu langit terlihat cerah dihari pertama mereka tiba. Tanpa membuang-buang waktu Agnes memberi perintah untuk seluruh anggota tim bergegas pergi meningggalkan pantai menuju gunung yang berada ditengah pulau,Joe langsung mengeluarkan kamera yang ada didalam tasnya dan memulai mengambil beberapa gambar pulau itu. Tak ada hal yang aneh dihari pertama tim eksplorasi tiba dipulau. Dr.Yamato melihat dan mulai meneliti tumbuhan yang tumbuh dipinggiran pantai pulau. Anggota lain pun juga memulai penelitian mereka tentang pulau ini. Kapten Matilda memimpin dalam barisan tim saat menelusuri hutan menuju ketengah pulau. Sejauh penelusuran mereka dipulau ini belum ada makhluk hidup yang mereka temukan bahkan seekor serangga pun tak ada. Pulau ini memang sangat aneh menurut pemikiran mereka. Tak terasa hari menjelang sore para tim eksplorasi pun sudah berada di tengah pulau dibawah kaki gunung,mereka memutuskan untuk pergi lebih dalam lagi ketengah pulau. Setelah hari mulai gelap mereka menemukan sebuah gua yang cukup besar. Seorang porter bernama Mike mencoba masuk kedalam gua dan memastikan gua itu aman untuk mereka beristirahat,setelah selesai menelusuri gua itu Mike merasa gua itu aman untuk mereka. Seluruh anggota tim pun masuk kedalam gua dan mulai membuat api unggun. Dr.Christy dan Kapt.Matilda memutuskan untuk lebih memasuki gua. Mereka berdua ingin meneliti apa yang ada didalam gua itu. Dr.Christy menemukan sebuah batu bulat sempurna seukuran bola tenis,dia belum pernah melihat batu seperti itu sebelumnya,akhirnya dia memutuskan untuk mengambil batu itu yang ada diatas tumpukan batuan yang lain dan memasukannya kedalam tasnya. Setelah beberapa lama menelusuri gua Kapt.Matilda mengajak Dr.Christy untuk kembali ketempat anggota tim yang lain,lalu akhirnya mereka berdua kembali. Langit yang tadinya cerah terlihat bulan tiba-tiba berubah dipenuhi awan dan mulai terdengar suara petir menggelegar. Seluruh anggota tim terkejut dan terheran-heran dengan perubahan cuaca yang begitu tiba-tiba. “hmm sepertinya hujan akan segera turun” kata Dr.Austin kepada tim. “Syukurlah kita menemukan gua ini jadi kita bisa terhindar dari hujan” kata Joe kepada seluruh tim. “ya tidak usah heran karena kita berada di tengah-tengah samudera pasific badai bisa saja datang secara tiba-tiba disini” kata Dr.William kepada seluruh tim juga. Benar saja hujan badai turun dengan derasnya malam itu disertai petir yang menggelegar dilangit. Seluruh anggota tim ekspedisi belum menyadari akan bahaya dan kematian yang mengincar mereka semua. Seluruh anggota tim terlalu fokus untuk membuat laporan kepada pemerintah tentang pulau misterius ini dihari pertama mereka tiba. Hari mulai pagi tapi seluruh anggota tim masih tetap terjaga kecuali Agnes dan Dr.Christy yang sudah tertidur.

“Sepertinya aku ingin buang air kecil dulu” kata Mike kepada temannya Rinov,lalu pergilah Mike keluar gua dan menuju kebalik semak-semak untuk buang air kecil. Kemudian saat Mike buang air kecil dia merasa sedang diawasi lalu dia melihat dua cahaya merah menyala berada dihadapannya,karena merasa penasaran Mike memastikan cahaya merah itu dengan saksama,saat dia sadari ternyata dua cahaya merah menyala itu ada sebuah mata,terkejut dia melihat pemilik kedua mata bersinar itu dengan spontan dia berteriak dengan keras saat itu juga. Para anggota tim yang lain tersentak mendengar suara teriakan Mike yang keras. Agnes dan Dr.Christy segera dibangunkan oleh Kapt.Matilda lalu mereka semua memutuskan untuk memeriksa Mike, mereka semua berlari kearah Mike.

Betapa terkejutnya mereka melihat apa yang terjadi kepada Mike. Agnes dan Dr.Christy berteriak syok dan ekspresi wajah seluruh tim semua berubah panik tak kala ketika mereka melihat sebuah bayangan hitam besar,mata merah menyala seperti bola api dan dengan wajah dan tangan tengkorak putih membawa sebuah sabit besar ditangan kirinya dan Mike yang tergeletak di tanah dengan kepala dan tubuhnya yang terbelah menjadi dua bagian. “mmmmmaaahlllukkk aaaaaa-pa itu ?” kata Agnes sambil gemetar ketakutan. “Miiikkke apa yang terjadi padamu ?” kata Rinov sambil mengeluarkan sebuah golok  yang dia bawa dipinggulnya. “apa yang kau lakukan pada Mike dasar monster ? rasakan pembalasan ku ini” kata Rinov sambil berlari kearah mahluk hitam besar itu. “jangan kesana !! apa yang kau lakukan bodoh” kata Dr.Austin kepada Rinov yang berlari. Betapa terkejut mereka semua saat makhluk hitam itu memukul Rinov dan membuat badan besarnya itu terpental dan menghantam batang kayu besar. Rinov tewas seketika karena batang kayu itu menembus badannya. “LLLLaaaarrii !! selamatkan diri kalian” kata Dr.William dengan keras kepada seluruh tim. Dengan rasa panik seluruh anggota tim yang tersisa berlari meninggalkan makhluk hitam itu menuju gua tempat berlindung mereka untuk mengambil barang-barang yang mereka butuhkan. Joe mengambil tas dan kameranya,Dr.Christy mengambil tasnya,Kapt.Matilda mengambil pistol yang dibawanya,dan anggota yang lain juga mengambil tas mereka. Hari sudah berganti tapi hujan badai masih saja turun dipulau itu, suasana tim mulai dilanda kecemasan dan ketakutan. “makhluk apa itu sebenarnya?” tanya Dr.Austin kepada Dr.William,”sepertinya makhluk itu adalah GrimReaper” jawab Dr.William. “apa itu GrimReaper dokter William ? kata Agnes. “GrimReaper adalah makhluk mitilogy yang dipercaya sebagai perwujudan dewa kematian dibeberapa negara. “hah ? jangan bercanda dokter William mana mungkin makhluk seperti itu ada” kata Dr.Austin. “mungkin saja dokter Austin” kata Joe dengan lantang. “apa maksudmu ?” kata Dr.Austin kepada Joe. “maksud saya,mungkin saja yang dikatakan dokter William itu benar,makhluk hitam itu adalah GrimReaper”. “jadi maksudmu aku harus mempercayai dongeng itu hah ?” kata Dr.Austin kepada Joe. “bukan berarti aku harus memaksamu mempercayai dongeng itu tapi kau pun juga melihat monster itu dokter” jawab Joe ke Dr.Austin. “lalu apa yang membuat monster itu ada di pulau ini ?” kata Dr.Yamato menyela pembicaraan. “apa mungkin saja pulau ini adalah rumahnya ?” kata Dr.Christy kepada seluruh tim. “jadi kita datang ke pulau tempat dewa kematian tinggal begitu ?” kata Dr.Yamato. “sudah-sudah jangan ribut,yang harus kita pikirkan sekarang adalah keluar dari pulau ini,waktu penjeputan kita besok,bagaimanapun juga kita harus sampai dititik penjeputan dan lolos dari makhluk itu” kata Kapt.Matilda ke seluruh anggota tim. Saat mereka sedang berunding dan memikirkan untuk keluar dari pulau itu tiba-tiba bayangan hitam besar itu keluar dari dalam goa tempat mereka berada dan sontak membuat seluruh anggota tim itu berlari meninggalkan goa dengan ketakutan dan tergesa-gesa. Dr.Yamato saking terkejutnya dia berlari kencang dan dia terpeleset ke jurang,dia terjatuh berguling-guling dan kepalanya membentur sebuah batu besar dengan keras seketika itu juga kepalanya pecah dan membuatnya meninggal. Anggota tim yang lain ingin berusaha untuk menolong Dr.Yamato tapi mereka tidak bisa karena GrimReaper sedang berusaha mengejar mereka. Anggota tim yang tersisa berusaha berlari ke arah pantai melalui jalan saat mereka ingin menuju tengah pulau tapi betapa terkejut dan terheran-heran mereka melihat jalan yang mereka lalui sebelumnya berubah drastis. 

Sebelumnya mereka hanya melewati hutan sekarang mereka melewati tanah lapang yang diisi oleh pohon-pohon hitam gosong yang tampak habis terbakar dan tersambar petir. “apa benar jalan ini yang kita lalui ?” kata Agnes kepada seluruh tim dengan heran.”iya benar jalan ini,aku sebelumnya sudah memberi tanda disetiap jalan yang kita lalui,jadi tidak mungkin kita tersesat” jawab Kapt.Matilda dengan lantang. “Mungkinkah ini ulah dari GrimReaper ?” celetuk dari Joe. “Jangan bercanda kau !” kata Dr.Austin dengan keras kepada Joe. “Aku tak mau ambil pusing,terserah saja mau ada lapangan ini atau tidak pokoknya aku tidak mau tinggal berdiam diri di pulau ini” kata Dr.Austin sambil berlari ketengah tanah lapang itu. Saat Dr.Austin sudah sampai tengah tanah lapang itu tiba-tiba JEDARRR terdengar suara keras petir menyambar tubuh Dr.Austin,seketika tubuhnya hangus terbakar. Kepanikan dan kengerian anggota tim yang tersisa mulai menjadi-jadi setelah melihat kejadian itu. Mereka semua berpikir tidak ingin mati di pulau ini. Anggota tim yang tersisa mulai berlari mengitari tanah lapang itu,mereka mullai menjadi-jadi setelah melihat kejadian itu. Mereka semua berpikir tidak ingin mati di pulau ini. Anggota tim yang tersisa mulai berlari mengitari tanah lapang itu,mereka mulai masuk kedalam semak belukar yang tebal. Mereka semua takut untuk melintas diatas tanah lapang itu. Setelah beberapa lama mereka berlari akhirnya mereka melihat sebuah pohon besar untuk mereka bisa berlindung. Mereka semua memutuskan berhenti dipohon itu. Mereka semua tidak mau terus-terusan berlari ke arah yang tidak tau mereka tuju. Agnes dan Dr.Christy pun sudah sangat lelah dan ingin beristirahat sejenak. “kemana lagi kita harus pergi ? pulau ini sepertinya sudah tidak seperti saat kita pertama tiba” kata Agnes kepada tim “hmm sepertinya kita memang harus menelpon bantuan dari luar” jawab Dr.Christy. “tapi dok telpon dan alat komunikasi lain tertinggal di tempat kita pertama berteduh,apakah kita harus kembali kesana ? kata Kapt.Matilda. “jangan,itu sangat berbahaya ! kita tidak tau apa GrimReaper masih disana atau tidak. Kita tidak boleh membahayakan diri kita semua” jawab Joe dengan tegas. “iya aku tau itu,tapi kita harus meminta bantuan dari luar” jawab Kapt.Matilda kepada Joe. Taka sang porter yang selamat memanjat pohon besar itu dan berkata “aku melihat pantai disebelah sana,setelah melewati sungai kita bisa sampai dipantai dan menunggu bantuan datang” kata Taka sambil menunjuk kearah pantai. “kerja bagus Taka,ayo kita lebih baik ke pantai saja” kata Dr.William. kemudian mereka bersiap pergi kepantai,tanpa diduga saat Taka hendak turun dari pohon dia tersentak dan terkejut tanpa dia sadari perutnya tertusuk oleh sabit dari GrimReaper secara tiba-tiba dan membuatnya kehabisan darah dan tewas. Anggota tim yang lain terkejut melihat kejadian itu,mereka semua tidak menyadari kehadiran GrimReaper ditengah-tengah mereka. Dengan tergesa-gesa dan sangat panik anggota yang lain mulai berlari menjauh dari GrimReaper itu. Sekuat tenaga mereka berlari kearah pantai dan kemudian mereka semua dihentikan langkahnya oleh sungai yang airnya mengalir deras. Joe dan Dr.William mencoba mencari cara untuk menyebarangi sungai yang deras ini. Mereka berdua menemukan sebuah akar pohon yang besar dan terlihat kuat untuk mereka gunakan berayun ke arah seberang sungai itu. Tanpa pikir panjang Joe menyuruh Agnes dan Dr.Christy berayun duluan ke sisi sungai dengan segera. Setelah Agnes dan Dr.Christy berhasil berayun ke sebrang Joe dan Kapt.Matilda mulai berayun segera menyebrangi sungai. Mereka berdua pun juga berhasil melewati sisi sungai yang deras,yang terakhir adalah Dr.William juga mulai berayun kesisi sungai namun saat berayun sabit GrimReaper menarik Dr.William yang membuatnya terlepas dari pegangannya dan terjatuh kedalam sungai yang mengalir deras dan membuatnya tenggelam kedasar sungai. Anggota tim yang tersisa merasa sangat sedih. Joe kemudian menyuruh anggota yang lain bergegas untuk pergi kepantai. Tanpa diduga sesampainya mereka dibibir pantai pulau itu mereka semua sudah dihadang oleh GrimReaper yang menakutkan. Kapt.Matilda dengan berani menghadapi sosok menyeramkan itu, “Apa yang kau lakukan kapten ?” kata Joe dengan keras kepada Kapt.Matilda. “aku hanya ingin menghabisi mahluk ini” jawab Kapt.Matilda. “Jangan bodoh kau kapten memangnya apa yang akan kau lakukan untuk mengalahkan GrimReaper ?” saut Joe. “Aku akan meledakannya bersama ku,aku punya beberapa granat untuk menyerangnya jadi saat aku berlari ke arahnya sebaiknya kalian segera berlari dari sini” kata Kapt.Matilda ke semua orang yang tersisa. “Itu tindakan yang gila kapten,jangan lakukan itu” kata Dr.Christy sambil menangis. “Aku tau ini gila,tapi tidak ada cara lain jika makluk ini tidak ku hentikan maka kalian semua juga akan mati. Jadi selamat tinggal” kata Kapt.Matilda sambil berlari dan memgang 4 granat ditangannya, Joe dan Angnes menarik tangan Dr.Christy sambil berlari menjauh. Mereka semua berlari sambil menangis terharu melihat pengorbanan Kapt.Matilda. terdengar suara ledakan yang keras Kapt.Matilda meledakan dirinya sambil mendekap GrimReaper. Joe,Agnes dan Dr.Christy melihat kumpalan asap yang menghitam dari kejauhan sambil menangis. Tapi setelah kumpalan asap itu mulai menghilang mereka semua melihat mata merah yang menyaladi balik asap itu,betapa terkejutnya mereka melihat sosok GrimReaper yang berdiri dibalik asap itu tak terluka sedikitpun akibat ledakan besar itu. Dr.Christy berteriak kencang ketakutan lalu tanpa mereka di sadari sosok GrimReaper sudah ada di depan mata mereka sambil bersiap untuk menebas dengan sabitnya,terkejutnya mereka sabit itu memenggal kepala Dr.Christy seketika membuat darahnya muncrat ke arah Agnes dan Joe. Agnes langsung lemas terjatuh,kakinya tidak kuat untuk berdiri dan Joe pun diam tak bergerak melihat GrimReaper sangat dekat dengan dirinya. Kemudian tas yang Dr.Christy bawa terjatuh dan batu bulat yang ada didalamnya menggelinding keluar. Saat itu GrimReaper langsung mengacuhkan Joe dan Agnes dan dia meambil batu bulat itu,setelah diambil oleh GrimReaper batu bulat itu lalu berubah bentuk menjadi seperti sebuah kristal berwarna hijau tua. Ternyata batu yang diambil oleh Dr.Christy dari dalam goa itu adalah sebuah pusaka milik GrimReaper. Batu itu diambil dari tempatnya dan membuat GrimReaper marah dan membunuh mereka. Setelah itu GrimReaper ingin menebas Joe dan Agnes akan tetapi nasib baik menimpa mereka berdua. Dari kejauhan para tentara yang menjemput mereka menembaki GrimReaper yang membuat GrimReaper merasa terganggu dan berusaha pergi dari serangan tentara itu kembali ke tengah-tengah pulau itu. Joe merasa lega dan bersyukur melihat kejadian ini dan Agnes pingsan tak sadarkan diri ketika para tentara menjemput mereka. Mereka berdua adalah orang-orang yang sangat beruntung bisa lepas dari sabit malaikat maut yang ingin membunuh mereka. Mereka berdua merasa sangat-sangat bersyukur atas kesempatan kedua untuk mereka bisa hidup. Setelah para tentara menjemput dan membawa mereka meninggalkan pulau milik GrimReaper. Pulau itu tak lama langsung menghilang ditelan kabut seakan-akan tidak pernah ada pulau ditempat itu seperti dahulu. Sesampainya mereka dimarkas penelitian Agnes dan Joe membuat laporan yang sangat membuat geger pemerintah dunia dan membuat pemerintah dunia mengubur rapat-rapat tentang penelitian dan kasus yang mereka alami di pulau misterius itu kepada masyarakat dunia. 

 

-TAMAT-