Kemenangan barcelona melawan atletiko madrid menjadi harapan bagi saya. Karena saya salah satu dari jutaan orang yang suka barcelona dengan taka-tiki khasnya.  Tentu, tidak semua orang dalam ruangan itu sama seperti saya.  Atletiko madrid sebagai tim yang juga menjadi tim raksasa tandingan setelah real madrid memiliki banyak penggemar diluar sana. Atau sengaja meskipun bukan penggemar atletiko namun bersikap kontra terhadap barcelona dikarenakan mereka mendukung real madrid. 

 

Suasana semakin hilang keseruannya setelah pertandingan berakhir dengan baecelona membawa satu skor atas tendangan free kick L. Messi, salah satu pemain paling berpengaruh disana.  

 

Lega melihat persesuaian antara harapan dan kenyataan.  Semakin membuat para fan barcelona kagum.  Ya bukan berarti meskipun saat itu pertandingan nya berbalik arah. Atau dengan kata lain barcelona kalah telak dengan Atletiko saya yakin tidak akan merubah kebanggan para fan terhadap klup tandingan real madrid ini.  

 

Mencintai tidak selalu kepada hal yang paling unggul, yang terkenal,  yang selalu menang dan yang selalu juara. Mencintai itu bisa diibiratkan dengan induk ayam yang menunggu telurnya menetas. Sekian beberapa telur tidak semuanya menetas. Dan sekian beberapa yang menetas tidak semuanya hidup tumbuh besar. Tapi induk akan tetap menyayangi apapun keadannya. Sama sayangnya pendukung real madrid terhadap klub raksasa itu. 

 

Merawat anak seperti ibarat barusan dengan mencintai klup sepakbola tentu merupakan dua hal yang berbeda. 

Dan tentu keduanya tidak bisa ditandingkan mana yg lebih besar.