Bermula  sejak aku menjadi mahasiswa dan menjalani rutinitas kuliah. Sangat berat memang  harus pergi dari rumah, meninggalkan semua kenyamanan dan kebersamaan dengan keluarga. 
Namun apa daya semua adalah pilihan hidup, aku harus memulai awal dari lembaran kisah perjuanganku dalam menuntut ilmu. 
 
Dimulai dengan tinggal di lingkungan baru dengan segala aturan yang merenggut kebebasanku selama ini. Jauh dari keluarga, merasa asing di lingkungan baru, sendirian, kesepian dan kesedihan yang menjadi kawan sejati. Setiap detik yang kujalani terasa sangat menyiksa, tekanan batin yang berakibat pada kesehatanku yang terganggu dan jatuh sakit. Inilah cobaan yang membuatku semakin tersiksa dan ingin berhenti dan kembali pada kehidupanku yang dulu. Damai, aman, nyaman dan bahagia bersama saudara dan kerabat. 
 
Apa dayaku…. semua ini tetap harus kulewati, meski keluhan terus saja terucap dalam diri mengapa hidupku begitu tiada arti???. Entah apa yang salah dengan diriku beberapa bulan aku di rantau tetapi tiada juga rasa nyaman dan damai yang damba. Sebaliknya kesedihan dan kesepian yang semakin mendalam hingga menyiksa batinku. 
 
Aku tak tahu kemana harus bertanya…. tak tahu apa yang salah dengan diriku…. tak tahu mengapa dunia sangat terasa asing bagiku. Aku berusaha memahami kekuranganku, mencoba beradaptasi dengan lingkungan sekitarku, tapi rasanya semua usahaku sia-sia. 
 
Hatiku tetap tidak menemukan ketenangan dan kebahagiaan, malah selimut duka yang semakin menyiksa jiwa.
Entah apa alasan aku tak mampu tertawa dan tersenyum  seperti dulu, meski terkadang aku bercanda dengan kawan-kawan baruku, tertawa bersama, berbagi cerita. Serasa hanya kepalsuan semata, aku tersenyum namun hatiku tetap menangis. 
 
Aku terkadang kesal dengan sifatku sendiri, mengapa hanya aku yang tidak mampu memposisikan diri dengan lingkungan. Aku meminta banyak saran dari rekan-rekan lamaku. Kebanyakan mereka mengalami kondisi yang sama sepertiku. Namun pada akhirnya mereka bisa mengatasi tekanan batin yang dialami. 
 
Tetapi mengapa hal itu tidak berlaku untuk diriku. Hingga detik ini aku belum bisa menemukan orang yang benar-benar bisa kupercaya, bisa saling peduli, saling memahami hingga bisa membuatku nyaman dan menikmati kehidupanku yang hanya sementara ini.
 
Akankah aku mampu bahagia? Akankah aku menemukan kedamaian batin yang selama ini kucari? Atau adakah seseorang yang benar-benar bisa memahamiku, selalu ada saat aku butuh kepedulian, seseorang yang bersedia menjadi pendengar yang baik untuk setiap keluhanku, memberi semangat dan motivasi setiap aku merasa gagal, masih adakah sahabat sejati bagiku di dunia ini?.
 
Tuhan….. Maafkanlah hamba-Mu yang lemah ini, yang hanya bisa menangis dan berkeluh kesah pada-Mu. Aku menyadari Engkau selalu melihat hamba-Mu, tolong aku Tuhan, bantulah aku menyelesaikan setiap masalahku ini. 
 
Berikan aku kekuatan untuk bertahan menjalani setiap cobaan dari-Mu dan jadikan aku umat yang selalu dijalan-Mu. Bimbinglah aku Tuhan, untuk meraih setiap impianku di tanah rantau ini.