890925ed4f4ed7-a-nw-p

Gaun Merah Darah

Dikisahkan suatu ketika ada dua orang sepasang kekasih. Mereka berdua memutuskan untuk tinggal bersama disebuah rumah yang agak terpencil di sebuah daerah. Si perempuan bernama Merry dan lelaki bernama Daniel. Mereka berdua memiliki satu hobi yang sama yaitu photografi,ini adalah alasan mereka berdua bisa bertemu dan menjadi sepasang kekasih. Daniel berprofesi sebagai photographer handal selain itu dia juga bekerja sebagai editor di suatu majalah fashion ternama. Sedangkan Merry adalah mahasiswa disebuah kampus jurusan photography. Awal kisah mereka bertemu ketika Daniel menjadi dosen tamu dikampusnya Merry,awalnya belum ada ketertarikan diantara mereka berdua.

Karena beberapa pertanyaan Merry kepada Daniel saat kuliah belum terjawabkan akhirnya Daniel memutuskan untuk menjawab pertanyaan Merry diluar jam kuliah. Daniel berkata kepada Merry kalau jawaban pertanyaan kuliahnya belum terjawab dia bisa menjawabnya diluar kuliah. Merry mendengar itu merasa senang lalu ia berkata “terima kasih itu sangat membantu” lalu ia memutuskan meminta kontak Daniel agar mudah dihubungi saat ingin bertemu. Keesokan harinya Merry mengirim pesan ke Daniel,ia ingin bertanya kepada Daniel tentang kuliahnya itu. Daniel yang menerima pesan dari Merry langsung menjawabnya “Bagaimana kalau kita bertemu di kafe depan kampus ?” tanya Daniel ke Merry dalam pesan.” Ya boleh,jam berapa kita bisa bertemu ?” balas Merry dipesan. Daniel menjawab “bagaimana jam 3 sore nanti ?”. Akhirnya mereka setuju sore itu bertemu.

Pertemuan sore itu dikafe depan kampus, Merry datang lebih dulu,waktu menunjukan sudah jam 3 sore lewat namun Daniel belum datang juga. Sudah setengah jam lebih Merry menunggu Daniel tiba, namun Daniel belum datang juga. Merry mencoba menghubungi Daniel tapi tidak ada jawaban darinya. Hampir satu jam berlalu akhirnya Daniel tiba juga di kafe tempat pertemuan dengan Merry.”Maaf ya saya datang telat karena ada meeting mendadak dikantor tadi” kata Daniel saat menghampiri Merry dengan tergesa-gesa,”Oh iyaya enggapapa kok” jawab Merry dengan santai. Lalu mereka berdua mulai tanya jawab soal kuliah Merry. Waktu berjalan dan tak terasa hari sudah mulai malam. Merry dan Daniel memutuskan untuk pulang,” Boleh aku anterin kamu pulang ?” tanya Daniel ke Merry,”ya tentu jika kamu tidak keberatan” jawab Merry. Akhirnya mereka berdua pulang bersama,lalu sampailah mereka dirumah Merry.”maaf ya hari ini aku datang terlambat,aku jadi merasa bersalah” kata Daniel ke Merry dengan menundukan wajahnya.”sudah tidak apa-apa kok,lagi pula hari ini sudah banyak juga pertanyaan kuliah aku yang dijawab sama kamu” saut Merry.”Ehm bagaimana kalau besok ada waktu kita ketemu lagi,kali ini aku tidak akan telat lagi” kata Daniel untuk menebus salahnya. Merry menjawab “emangnya besok kamu tidak bekerja ?”,”ya besok aku libur,bagaimana kalau besok aku jemput dan teraktir kamu,untuk menebus kesalahan aku hari ini ?” jawab Daniel. Setelah berbincang-bincang akhirnya mereka berdua memutuskan untuk bertemu lagi esok pagi.

Keesokan paginya Daniel menjemput Merry dirumahnya.”hay,kali ini aku tepat waktu kan hahaha” kata Daniel saat bertemu Merry sambil tertawa.”Ya kali ini kamu tepat waktu” jawab Merry sambil tersenyum. Setelah itu mereka berdua mulai kencan pertama mereka,Daniel saat itu mulai merasa tertarik ke Merry dan Merry pun juga mulai tertarik kepada Daniel. Dikencan pertama mereka Daniel dan Merry mulai bercerita banyak tentang diri mereka masing-masing,mulai dari pekerjaan sampai hobi mereka. Mereka berdua menyadari bahwa hobi mereka sama yaitu photography. Di akhir hari itu, dikencan pertama mereka Daniel memberanikan diri untuk menyatakan cintanya ke Merry. Merry terkejut sekaligus bahagia juga dengan pernyataan dari Daniel,tentu Merry menerimanya. Dimalam hari itu Daniel dan Merry mulai menjadi sepasang kekasih.

Hampir setiap hari mereka berdua selalu bertemu,mereka menghabiskan waktu untuk melakukan hobi mereka. 3 bulan setelah mereka berpasangan Daniel memutuskan untuk membawa Merry tinggal bersamanya. Merry pun menerima ajakan Daniel untuk tinggal bersama. Mereka berdua tinggal disebuah rumah yang agak jauh dari kota,disana mereka mendapatkan rumah yang mereka inginkan,banyak waktu yang mereka habiskan berdua semenjak tinggal bersama. Dirumah baru mereka ada satu ruangan khusus untuk mencuci foto-foto yang mereka sudah ambil berdua. Ruangan berwarna merah itu adalah tempat favorit Daniel dan Merry menghabiskan waktu mereka berdua. Waktu demi waktu mereka habiskan bersama. Suatu hari Daniel memberikan surprise ke Merry diruangan merah saat Merry masuk ke ruangan merah Daniel sudah berlutut sambil memegang cincin indah untuk Merry. Bahagianya Merry melihat Daniel,Merry sampai meneteskan air mata menurutnya lamaran Daniel ini begitu mengejutkan dirinya. Kemudian Merry mengganti bajunya dengan gaun putih miliknya yang terlihat begitu menawan,Daniel terperanga melihat Merry memakai gaun putih itu. Akhirnya mereka berdua bercinta diruang merah sampai pagi datang.

Setelah beberapa bulan berpasangan kini Daniel dan Merry resmi bertunangan,mereka tinggal menentukan kapan waktunya mereka bisa menikah. Setelah lamaran itu kini Daniel lebih sibuk bekerja,Merry pun juga sibuk dengan kuliahnya yang menjelang kelulusan.

Sudah beberapa minggu terakhir mereka berdua jarang menghabiskan waktu berdua lagi. Quality time yang mereka berdua miliki kini tidak banyak hanya setiap weekend saja mereka berdua bisa bertemu. Merry mulai khawatir akan hubungannya dengan Daniel mulai goyah karena quality time yang mereka miliki kini berkurang drastis. Kini Daniel hampir selalu pulang larut malam,hanya Merry yang kini masih menghabiskan waktu di kamar merah untuk mencuci foto-foto mereka. Saat ada waktu saja Daniel masuk ke ruang merah. Kemudian suatu hari ketika Merry dan Daniel ada waktu bersama diruang merah.”Sayang,aku ingin berbicara” kata Merry sambil menahan Daniel keluar ruangan merah,”ehm ya apa sayang ? ” jawab Daniel.”Apa kamu engga ngerasa kalau akhir-akhir ini kita jarang bersama” saut Merry.”ya aku tau sayang,tapi mau bagaimana lagi,soalnya aku akhir-akhir ini kan memang lagi sibuk-sibuknya bekerja,dan kamu kan juga lagi sibuk dengan kuliah mu sayang” jawab Daniel sambil mendekap Merry.”iya aku tau,tapi aku ngga mau begini terus” jawab Merry dengan wajah sedih.”Sudah-sudah jangan sedih,aku juga ngga mau sayang kaya gini,ehm gimana kalau weekend ini kita hunting foto lagi ?” kata Daniel dengan tangannya diwajah Merry.”ehm kamu janji ya ?” jawab Merry dengan manja,”iyaiya aku janji” jawab Daniel. Akan tetapi di hari yang ditentukan Merry tidak bisa pergi dengan Daniel karena ada beberapa tugas kuliah mendadak yang harus ia kerjakan. Merry sangat sedih namun Daniel tidak keberatan. Pada weekend itu saat Daniel libur kerja, Merry pagi hari sudah berangkat kuliah. Sebelum berangkat Merry berkata ke Daniel “yang,kayaknya nanti aku pulang telat karena banyak yang harus aku kerjakan”,”Iya tidak apa-apa sayang” jawab Daniel. Kemudian Merry berangkat kuliah. Setibanya dikampus Merry langsung disibukkan dengan tugas yang menumpuk,Beberapa jam pun berlalu ternyata tugas yang Merry kerjakan lebih cepat selesai daripada apa yang dia bayangkan. Merry pun ingin bergegas pulang,seharusnya Merry pulang agak larut malam karena rasa kangen dia ke Daniel begitu besar akhirnya Merry memutuskan untuk pulang cepat, padahal dia belum bertemu dengan dosennya. Setibanya Merry dirumah dia tidak melihat Daniel,lalu Merry masuk kedalam kamar merah betapa terkujutnya Merry melihat Daniel sedang bercinta dengan wanita lain. Wanita itu adalah model ditempat Daniel bekerja. Pikiran Merry saat itu terguncang dia merasa sangat sakit hati melihat apa yang dilakukan Daniel. Merry begitu terkejut dan tak percaya dengan apa yang dia lihat ini. Kamar merah tempat Merry dan Daniel banyak menghabiskan waktu, tempat berharga bagi mereka berdua dipakai oleh Daniel untuk berselingkuh. Daniel tidak sadar Merry sudah memergokinya berselingkuh. Merry syok berat dengan apa yang dia lihat,tanpa pikir panjang Merry mengambil pisau dapur lalu menikam wanita yang bercinta dengan Daniel. Daniel langsung terkejut melihat Merry. Wanita yang ditikam Merry langsung meninggal bersimbah darah. “Sayang tenang dulu sayang” kata Daniel sambil terlihat panik diwajahnya. “Jahat kamu jahat Daniel,kamu udah khianatin aku,kamu sadar engga sih apa yang kamu lakukan ini udah bener-bener engga bisa dimaafin !,kamar ini tuh tempat berharga buat kita tapi kamu malah bercinta dengan wanita lain dikamar ini,kamu jahat Daniel ! ” jawab Merry sambil menangis kecewa. Tanpa diduga Merry langsung berlari kearah Daniel dan pisau yang Merry pegang tertusuk diperut Daniel membuat Daniel langsung terjatuh tak berdaya. “Merry aku minta maaf,aku tau yang aku lakukan tak termaafkan bagi kamu,aku menyesal Merry” kata Daniel dengan lemas tak berdaya,perutnya mengalami luka tusuk yang parah. Merry hanya menangis melihat Daniel. Setelah itu Daniel meninggal karena kehabisan darah. Setelah selesai menangis Merry keluar ruang merah ia kemudian mengambil bengsin yang ada digarasi rumahnya lalu menyiram seluruh rumahnya dengan bengsin itu lalu membakarnya,dengan cepat api membakar rumah itu.

Setelah api cukup besar membakar rumahnya,Merry masuk kerumahnya dan mengganti pakaiannya dengan gaun putih kesayangannya dan masuk keruang merah dengan membawa pisau dapur. Setelah didalam kamar merah Merry duduk disebelah jasad Daniel,Merry menangis karena apa yang ia mimpikan untuk menikah dengan Daniel kini telah sirna. Pikiran Merry kini hancur ia tidak bisa berpikir dengan jernih,dengan perasaan kecewa,sakit hati dan marahnya Merry berteriak keras  lalu menusukan pisau yang ia pegang ke perutnya sendiri. Gaun putih indah yang Merry pakai kini menjadi merah karena ternodai merahnya darahnya sendiri. Sama seperti kisah cinta yang indah dialami olehnya berubah menjadi kelam. Kamar merah itupun mulai terbakar api. Merry diakhir hidupnya sempat memegang tangan Daniel sebelum akhirnya seluruh rumah itu hangus terbakar api. Itulah akhir cerita dari hubungan Merry dan Daniel.

Selesai.