Sign In

Remember Me

Author: CWijaya59

Karat di Januari – I akhir

Hari ini hari minggu Aku punya waktu seharian penuh Yang terserah mau aku pakai untuk apa dan dimana   Jadi kuputuskan untuk bersih bersih rumahku Setelah sedikit bongkar sana bongkar sini Aku putuskan untuk sekalian saja aku bongkar semua   Aku ingin suasana baru, aku ingin atur ulang semua barang barang ku Sembari aku melakukannya, ku setel saluran radio kesayanganku agar bisa menjadi kawan ku S...

Read More »

Karat di Januari – Puisi akhir

Aku mulai hari ku seperti biasa Bangun lebih dulu dari adik adikku Ku pastikan mereka dapat sarapan sebelum mereka memulai harinya Sejak dulu ini salah satu peraturan keras dari ku Semenjak insiden si adik lemah tak berdaya di sekolah dulu Sejak hari itu aku tak akan pernah bisa memaafkan diriku   Dan setelah mereka berangkat, aku pun juga berangkat   Pagi ini begitu cerah. . .   ==   Aku bohong j...

Read More »

Karat di Januari – Beku Akhir

disini aku duduk di sofa coklat motif garis biru melihat mu dipojok sana menabuh drum dengan semangatmu   jika bukan karena kerja sama mu dengan adik adikku aku tak mungkin ada disini aku lebih memilih untuk tinggal di rumah saja   ah teman teman baru ku yang kau kenalkan padaku bersusah susah untuk sopan dengan ku mereka bertanya dimana aku kerja mereka bertanya dimana aku tinggal mereka juga sem...

Read More »

Karat di Januari – Menghitam akhir

Ah Semenjak hari itu hujan kini semakin rajin menyapa kami   Begitu juga kali ini Kupandangi diluar sana dari jendela kotak tua ini Kuperhatikan orang orang berlarian tak karuan Tapi ada juga yang sudah siap   Jika aku ingat Mungkin hari ini aku akan menjadi salah satu orang yang berlarian tak karuan Betapa bodohnya aku? Tapi khusus untuk saat ini Aku tak mau memikirkan hal itu dulu Didepan ku mas...

Read More »

Karat di Januari – Senar akhir

Sedari tadi pagi Adikku selalu semangat seharian Saking semangatnya terkadang membuat ku khawatir Kali saja dia membuat ceroboh   Tapi maklum saja   Mungkin ini kali pertama baginya (tidak ini kali pertama bagi kami)   tidak seperti tahun tahun lalu yang selalu kami lakukan selalu dengan kami bertiga sekalipun ada orang lain mungkin tak pernah lebih dari lima   meskipun begitu itu saja cukup bagi ...

Read More »

Karat di Januari – VI

lega rasanya aku bisa bersandar walau sebentar melihat tumpukan kertas di mejaku membuatku malas rasanya tapi hari ini masih belum berakhir baru tengah hari   kau tak pernah menunda kerja ku memang tapi akhir akhir ini semakin menumpuk saja tugas ku ah ini semua karena salah satu teman kerja ku ambil cuti   dan bukan sembaran cuti, tapi cuti hamil   aku tak bisa membayangkan berapa lama lagi aku a...

Read More »

Karat di Januari – Garis

hari ini terasa sama saja dengan hari hari sebelumnya Tak ada yang beda dengan kemarin ataupun dengan kemarinnya lagi   Semua bekerja pada tanggung jawabnya masing masing Begitu juga dengan aku   Hei Tak terasa sudah dua semester berlalu Bagaimana kah kabarmu? Pulang ke kampung halaman katamu dulu Ikut suami mu katamu   Tapi   Handphoneku tak berdering lagi seperti dulu Seperti saat kau melewati m...

Read More »

Karat di Januari – VII

Seperti biasanya Dia langsung pergi begitu saja Untungnya dia punya adik yang juga keras kepala memastikan kakaknya selalu membawa bekal   Terkadang aku dibuat jengkel karena nya   Oke Sekarang mereka sudah berangkat Waktunya aku membersihkan rumah ini   Jadi ku ambil sapu di mana biasa aku simpan Aku mulai menyapu lantai Sama seperti hari hari kemarin Sama seperti pagi pagi kemarin   Burung mulai...

Read More »

Karat di Januari – Peluit awal

Kipas angin berputar dengan malasnya di atas kamar Kuperhatikan dan kuperhatikan Untung aku tak terhipnoptis karenanya   Sudah dua malam aku disini Mungkin kah alasan sakitku bisa diterima? Mungkin sepertinya begitu.   Terlebih, diantara yang datang menghampiri ku Tak ada satupun yang tahu tentang aku   Bagaimana bisa tahu? Apakah aku pernah cerita? Mungkin ini salahku Tak pernah kucoba berbagi ak...

Read More »

Karat di Januari – Pudar awal

Apa yang telah aku lakukan? Aku sungguh tak percaya. Ku lirik jam di dinding diruang sebelah Reflek Aku harus pulang sekarang juga. Ku bereskan semua barang barangku Tak peduli aku dengan bujuk rayuannya Aku segera bergegas.   ==   Lari lari dan terus berlari Aku tak peduli lagi dengan baju ku yang basah kuyup   Kaki ini mulai lemas kehilangan tenaga Keseimbanganku mulai goyah Dan terjatuh aku   S...

Read More »