Sign In

Remember Me

Author: IstiRahayu52

Lelaki bermata tajam

Lelaki bermata tajam

Pandangannya lurus ke arah depan,entah apa yang sedang ia perhatikan. Tatapan itu begitu tajam menandakan jalan pikirannya sulit untuk ditebak. Laki -laki berkacamata itu mulai menengguk kopi panas di hadapannya. Kepulan asap tergambar jelas di bagian atas cangkir itu,mulai dibuka buku tebal miliknya yang tak begitu ku kenal penulis buku tersebut. Entah mengapa aku merasa sedikit tertarik dengan l...

Read More »
Racikan Kopi Hitam

Racikan Kopi Hitam

Racikan Kopi Hitam   Tergambar jelas rupa manismu Menenggok asa di simpang hati Mau berjalan ke arah manakah dirimu? Akankah kau kembali tuk mengisi kekosongan hati ini? Tidak  Tak kan kubiarkan dirimu menyinggahiku Ku tak ingin kau berikan rasa sakit yang tak pernah kurasa Kuinggat buaian kasihmu Berawal semua manis Disela sela kau taburkan gula Hingga dipenghujung kau campurkan kopi hitam melebi...

Read More »
Ku Ingin Kau Pergi

Ku Ingin Kau Pergi

Derai tangis menetes dari pelupuk ini Mengisyaratkan pula sesak di lubuk hati Sayatan tipis mengorek secara pasti Tergoreskan membentuk luka rona Tertahan pedihnya sayatan ini ku tetap membisu Tak ingin rasa sakit ini terkuak seorangpun Ku coba mengais asa sisa rasa cinta ini Berharap ku hapus dirimu dari naluriku Ingin ku tenggelamkan saja rasa ini Terombang ambing oleh kuatnya arus Jika boleh ku...

Read More »

Tuhan kapankah hal itu benar benar datang?

Entah mengapa Matahari tak kunjung menampakkan ekor mentarinya hari itu Sungguh Sinar seharuanya sudah diseludupkan diantara mega mega untuk waktu sesiang itu Boleh jadi ia sangat gugup dengan keadaan pagi ini Boleh jadi pagi ini telah diminta malaikat atas nama takdir menjadi saksi atas drama kepiluan yang akan terekam sepanjang masa Namun Bukankah kita tak pernah bisa menguak makna takdir yang t...

Read More »
Rajutan Cinta Bersamanya

Rajutan Cinta Bersamanya

Inikah Jatuh Cinta? Ketika kuteringat setiap kecap kata melantun dari bibirmu Rasa sesak bergema di ruang dalam jiwa ini Mengalir begitu cepat hingga ke ujung jari  Memicu relung hatiku tuk bertanya Adakah sesuatu yang telah kau ubah? Entahlah  Kesepian yang biasa datang  Kesepian yang tak pernah  melas menikam  Seketika itu sirna Langit kamar ini seketika penuh gambar Mata ini entah mengapa engga...

Read More »
Menyongsong Indonesia Demokratis dengan Mewujudkan Parlemen Aspiratif dan Inspiratif

Menyongsong Indonesia Demokratis dengan Mewujudkan Parlemen Aspiratif dan Inspiratif

 Tiang dan tembok merupakan dua elemen terpenting dalam berdirinya sebuah bangunan. Tanpa dua elemen tersebut, sebuah bangunan tidak bisa berdiri dengan kokoh dan tidak berarti sedemikian rupa. Tiang menyumbangkan kekuatannya untuk menyangga bagian-bagian diatasnya supaya tidak roboh dan tersungkur kebawah. Antara tiang yang satu dengan yang lainnya saling menguatkan, sehingga timbullah sebuah kek...

Read More »
Urgensi Produktifitas Pertanian dalam Upaya Penigkatan Ketahanan Pangan Nasional

Urgensi Produktifitas Pertanian dalam Upaya Penigkatan Ketahanan Pangan Nasional

 Letak suatu wilayah sangatlah menentukan akan keberadaan sumber alam yang dimilikinya. Banyak negara yang hanya memiliki luas wilayah terbatas, sehingga sumber daya alam yang dimilikinya juga terbatas. Kondisi Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau baik besar dan kecil dengan wilayah daratan dan perairannya yang lebih luas dibandingkan dengan negara lainnya. Menurut letak geografisnya Indonesia...

Read More »
Imajinasi Fiksi Tentangmu

Imajinasi Fiksi Tentangmu

Terkadang bayangamu bekukan malamku… Bisikan angin sendu hancurkan lamunanku… Ku tersadar akan hal bodoh yang kulakulan… Secepat mungkin ku singkirkan imajinasi tentagmu…. Ingin kusirnakan saja bayangan dirimu…. Namun semua begitu sulit… Jalinan dan rajutan dimata kalbuku begitu kuat…. Entah mengapa dirimu selalu mengusik relung hati dan fikiranku… P...

Read More »
Dosakah Aku Membayangkan Dirimu?

Dosakah Aku Membayangkan Dirimu?

Dalam serpihnya waktu tak pernah lelah ku sulam rindu dijiwaku Dalam sunyinya lara tak pernah sirna kurajut kasih di mata kalbuku Bawasannya akulah pengagum dirimu Kupikir mengagumimu bukanlah sebuah dosa Taukah kau Mengagumimu tak semudah membayangkanmu Lelah cucuran keringat ini tiada terbuang oleh hitungan angka dan aksara Dikala tertentu kukemas rapi tetesan bening yang tiba tiba jatuh disaat ...

Read More »
Tarian Senja

Tarian Senja

Tarian Senja… Kata mengakar dan terbakar Disulut pendar api yang menangis  Kala kau beranjak dari persinggahan tarianmu  Hati ini terasa tercekat namun masih dapat menatapmu  Tergambar dalam benakku hanya satu  Ku ingin kau kembali menari dengan lembut  Berlenggok dan mengibaskan lembut tanganmu  Ku terbayang jua kala jari jemarimu melikuk  Kupikir semua itu tinggal angan belaka  Telah kau t...

Read More »