Sign In

Remember Me

Cerpen

Hadiah Terindah

Jakarta, 7 September 1996 “Vina! Ayo bangun kita jalan-jalan pagi” Suara Kak Dimas membuatku terkejut dan sontak langsung terloncat dari tempat tidur. Aku mengusap-usap mataku dan melihat sekeliling kamar. Sinar matahari berusaha masuk dari sela-sela gorden jendelaku, seakan mengajakku untuk bermain dengan dunia luar. Kak Dimas masih terduduk disampingku sambil tersenyum. “Weh princess Elsa semang...

Read More »
AKU SEORANG PEREMPUAN BIASA

AKU SEORANG PEREMPUAN BIASA

      Kursor di layar komputerku masih berkedip-kedip, hanya beberapa halaman saja yang mampu diedit. Hasil tulisan itu harus segera kuselesaikan, karena waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, menuju siang nanti aku berencana untuk mengirimkannya kesalah satu majalah. Seorang isteri, tetangga di depan rumah nenekku masih saja mengeluarkan suara-suara umpatan, kalimat-kalimat yang meninggi kare...

Read More »
Crimson [Multi-POV] Chapter 6

Crimson [Multi-POV] Chapter 6

[ CRIMSON ] Multi-pov version   Dini Sudah kuduga hari ini mereka akan berangkat bersama. Dan kalau dilihat-lihat lagi, seragam Dzaky tidak kebesaran. Hm, sepertinya hari ini Dzaky akan sangat merepotkan Yoga mengingat ‘dasar pertemanan’ mereka itu sejenis ‘balas dendam’. Jadi setelah puas mengerjai teman mungilnya Yoga akan mendapat hadiah apa, yaa? Aku jadi penasaran, hihihi~   Caroline Suara me...

Read More »
Crimson [Multi-POV] Chapter 5

Crimson [Multi-POV] Chapter 5

[ CRIMSON ]  Multi-pov version   Yoga Aku baru mengetahui jika permainan ini bisa berubah serius dalam sekejap. Berulang kali kuyakinkan diriku sendiri untuk tidak memusnahkan ponselku yang tak henti berdering. Setengah jam lalu ada tugas aneh yang kuterima, dan sepuluh menit lalu aku menolaknya begitu mendapati kenyataan terselubung dari misi remehku. Jangan tanyakan akibatnya, karena ponselku su...

Read More »
the Audience : What is My Probleme ?

the Audience : What is My Probleme ?

                Hari-hari ku semuanya berawal dari coffee shop ini. tempat terhangat, tenyaman, dan teraman untukku. Jika sebagian besar penduduk negara ini mengawali kegiatan mereka dengan sarapan bersama keluarga dirumah, tidak dengan keluarga ku. Kami mengawalinya dengan secangkir kopi hangat sembari duduk dan berbincang di kafe ini. Kenapa? keluarga ku orang kaya? Maka dari itu kami bisa mengh...

Read More »
The Cameo : Me and My First Heart (Breaker) End

The Cameo : Me and My First Heart (Breaker) End

                Apa aku baik-baik saja? Apa aku tak terpengaruh apa-apa ? Bahkan setelah aku melihat sendiri bagaimana kedekatan mereka berdua? Apakah setebal itu muka ku untuk menjadi tak tahu malu dan tak peduli? Ini adalah masalah ku ketika aku telah memutuskan untuk menyukai seseorang, masalahku yang telah melabuhkan hatiku padanya, selama aku masih merasa bahagia, selama aku masih mencintainy...

Read More »
Regret : Tired of Waiting

Regret : Tired of Waiting

“Hey! Kau sedang apa disana? Kau tak makan siang?” tanya ku begitu melihat Eun Gee sedang menggesek-gesekkan kakinya pada rerumumputan.“Mencari antingku. Sepertinya aku menjatuhkannya di sekitar sini”“Anting?” “Aaaahh… aku menemukannya” Eun Gee bersorak, ditangannya terdapat anting bulat kecil pasangan dari antingnya yang hilang“Dasar ceroboh!” ledekku kemudian Hubungan kami sudah kembali seperti ...

Read More »
Crimson [Multi-POV] Chapter 4

Crimson [Multi-POV] Chapter 4

[ CRIMSON ]   Multi-pov version   Cindy Keuanganku sudah membaik, setelah berbagai kenekatan yang kulakukan. Dan sisi positifnya yang lain, aku mempelajari beberapa skill baru dalam waktu singkat berkat misi-misi yang tidak sesuai dengan keahlianku. Memang merepotkan, tetapi jika imbalannya begitu besar, untuk apa aku banyak mengeluh?   Caroline Sebelumnya aku tidak pernah menyangka, kalau keingin...

Read More »
The Cameo : Me and My First Heart (Breaker) part 3

The Cameo : Me and My First Heart (Breaker) part 3

Bermodalkan percaya diri, bermodalkan kata-kata dari mulut lelaki yang selalu ku panggil dengan sebutan ‘Oppa’ bahwa hubungan di antara mereka tidak akan berubah. Selamannya mereka hanyalah teman, aku kembali meyakinkan hatiku, jika hubungan ku dengannya bukanlah sebuah kesalahan. Bukan pula sebuah penghianatan. Aku mencoba menutup mata dan telingaku. Dulu aku tak tahu apa-apa tentang hubungan mer...

Read More »
Regret : The One Who Get Hurt

Regret : The One Who Get Hurt

Aku berifikir mungkin ini semua memang sudah takdir Tuhan hingga ayah ku meminta kami bertunangan. Aku kira semua akan kembali normal seperti sebelum-sebelumnya. Aku berharap dia akan kembali berlari kearah ku. Aku ingin dia kembali memanggill namaku. Tapi tidak! Langkahnya selalu terhenti sebelum menggapai ku, dan sepertinya dia enggan menyebut namaku. Seperti halnya saat ini, aku tahu dia sedang...

Read More »