Sign In

Remember Me

Fiksi

BLACK CROWN : The White Fox

BLACK CROWN : The White Fox

Chapter I : Revolusi   24 mei 184. Gelap masih melanda di sebagian bumi, namun di depan gerbang bagian barat kota Valfern langit terlihat terang kemerahan. Kebisuan yang biasanya menjaga mimpi para manusia kini sirna. Ya, malam itu adalah malam yang bersejarah bagi kota valfern yang merencanakan pemberontakan untuk mengambil alih kota dari tangan pimpinan distrik Barl Dagbarst.Sekitar 800 pasukan ...

Read More »

ASA KU

  Kiasan ombak menyeringai di lautan tanpa asa Memungut gelombang mendayukan rasa Seolah tak hiraukan desiran angin menyapu pilu Menceritakan puluhan asa yang tertinggal di perbatasan Parodi kehidupan hanya lukisan semata Membumbung deras dilautan fana   Ingatkah tentang bisikan mentari yang memungut cinta sang pelangi Bertuliskan awan sendu dihati Menggoreskan jiwa-jiwa yang sepi Mencekam raga-ra...

Read More »
Katak Berkepala Merah Muda

Katak Berkepala Merah Muda

oleh JiGress_01 Januari 2017 “Sungguh aneh…kau yakin kau melihatnya?” Dara menatapku dengan membuat kerutan kecil di dahinya, menyiratkan ketidakpercayaannya atas apa yang baru saja kukatakan. “Ini beneran Dara…aku sungguh melihatnya.  Memang hanya sekilas, karena katak itu sudah melompat jauh saat aku mau mendekat tapi kepala katak itu sungguh berwarna pink, bercorak...

Read More »
Manisnya terasa Menyakitkan

Manisnya terasa Menyakitkan

“JENDELA SEGITIGA” “Kejujuran itu memang akan sangat menyakitkan ku, tapi kemudian akan menjadi kekuatan untuk tetap bertahan ,Kebohongan itu terlalu manis, bahkan aku tak akan mampu membedakannya, ini racun atau??? tapi dengan pasti kebohongan akan membunuh ku, perlahahan…perlahan..dan akhirnya selesai.” Terlalu lelah untuk membahasanya, dan entah harus memulainya da...

Read More »
Pinky Bad Boy

Pinky Bad Boy

PROLOG “When I first saw you, I freeze. My heart boom-boom, feeling like I’m fighting the butterflies. And the only problem is…it’s for the first time.” – Arkan Putra Pratama Dirgantara. *** “Arkan!” Semua keributan terhenti. Kegaduhan yang sebelumnya terdengar ramai pun lenyap. Ini teriak dari Pak Adam. Guru Bimbingan Konseling di sekolah swasta ter...

Read More »
Menanti Rasa Sakit

Menanti Rasa Sakit

Gadis itu, kini dia bukanlah gadis yang selalu kufikirkan setiap hari, bukan gadis yang membuatku tak mampu melewatkan satu hari tanpa memikirkannya, juga bukan gadis yang kutahu aku tak bisa hidup tanpanya, toh selama tiga tahun terakhir ini aku masih bisa bertahan hidup walau tak pernah mendengar kabarnya lagi. Hanya saja, saat-saat aku mengenang dia, selalu ada perasaan sakit dan sedih karena a...

Read More »
Psychopath

Psychopath

Aku suka warna putih. Seperti yang sudah kau ketahui. Warna putih menggambarkan kesucian. Mewakili kepolosan. Warna tanpa rasa. Sehingga kau bisa membayangkan segala macam rasa dan warna berada didalamnya. Bahkan dengan warna putih, setitik tinta hitam dapat begitu mencolok bila berada diatasnya, bukan begitu? Namun dalam ilmu psikologi, disebutkan orang yang menyukai warna putih cenderung memilik...

Read More »

The Guard and The Prince

Ampuni hamba Yang Mulia Ada oranglain yang memasuki hati dan pikiran hamba Tak bermaksud menduakan kesetiaan hamba pada Yang Mulia Namun, inilah cinta. – Shun Satu hal yang harus kau tahu, Shun Cinta selalu datang tiba-tiba Tanpa aba-aba, tanpa pemberitahuan Kemudian ia akan menyekapmu dalam kebahagiaan … selamanya – Pangeran Kaito         Ada yang telah beran...

Read More »

Koper

“Kau hanya membuang-buang waktumu, Stuart. Berhenti berdiam diri dan lakukan tindakan yang bermanfaat,” nada berbicara Ibuku semakin meninggi. Aku tak suka mendengarnya. Setiap hari seperti ini. Ia menganggapku seolah aku anak yang tidak berguna. Sedangkan kenyataannya aku selalu berusaha untuk tidak membuatnya semakin kecewa, yaitu dengan diam. Dan tindakanku itu justru membuat ia sem...

Read More »

Saving Linia

Kebanyakan orang hanya melihat,tapi tak mengamati, mendengar tapi tak menyimak, menyentuh tapi tidak pernah merasakan, bergerak tanpa kesadaran, dan berbicara tanpa berpikir.—Leonardo da Vinci   ÷×÷×÷   Sebentar-sebentar mengerutkan bibir, memegang kepala, menutup mulut dengan jari tangan ketika sedang berbicara, mendesah pada saat-saat yang tidak tepat, atau terus-menerus mengubah posis...

Read More »