Sign In

Remember Me

Fiksi

penasaran

Pemandangan yg sungguh menakjubkan terjadi begitu saja didepan mataku. Setelah sekian lama aku bekerja sebagai peneliti, tak pernah aku menemukan pemandangan seperti itu. Akhirnya aku putuskan untuk mendekatinya, tetapi makhluk itu hilang dalam sekejam, berlari kearah hutan yang tak jauh dariku. Aku heran melihat makhluk itu, tak pernah aku melihat makhluk itu sebelumnya. Tanpa pikir panjang, aku ...

Read More »

Bingung

“Apa yang terjadi?” “Kau kenapa?” “Kau marah ya?, ayolah pasti kau marah. enggak biasanya kau diam saja seperti ini. Ayo katakan saja kalau kau marah, tidak apa-apa kok” “Lihat kamu.. kamu pucat sekali, sakitkah?” Kuanggukkan kepala. Tapi tak juga meredakan berondongan pertanyaan dari teman-teman baikku ini. “Periksa yuk… ke dokter? atau ...

Read More »

Asmara

Di suatu waktu di sore hari aku sedang berjalan pulang menuju rumahku sehabis bermain bola dengan teman temanku seperti rutinitas setiap hari, namun dari kejauhan aku melihat seorang perempuan yang sedang duduk di balai di depan rumah,rasa penasaran pun menggeluti pikiranku lalu timbul pertanyaan dalam hatiku “siapa sebenarnya perempuan ini” setelah begitu dekat aku memberanikan diri u...

Read More »

Karat di Januari – I akhir

Hari ini hari minggu Aku punya waktu seharian penuh Yang terserah mau aku pakai untuk apa dan dimana   Jadi kuputuskan untuk bersih bersih rumahku Setelah sedikit bongkar sana bongkar sini Aku putuskan untuk sekalian saja aku bongkar semua   Aku ingin suasana baru, aku ingin atur ulang semua barang barang ku Sembari aku melakukannya, ku setel saluran radio kesayanganku agar bisa menjadi kawan ku S...

Read More »

Karat di Januari – Puisi akhir

Aku mulai hari ku seperti biasa Bangun lebih dulu dari adik adikku Ku pastikan mereka dapat sarapan sebelum mereka memulai harinya Sejak dulu ini salah satu peraturan keras dari ku Semenjak insiden si adik lemah tak berdaya di sekolah dulu Sejak hari itu aku tak akan pernah bisa memaafkan diriku   Dan setelah mereka berangkat, aku pun juga berangkat   Pagi ini begitu cerah. . .   ==   Aku bohong j...

Read More »

Karat di Januari – Beku Akhir

disini aku duduk di sofa coklat motif garis biru melihat mu dipojok sana menabuh drum dengan semangatmu   jika bukan karena kerja sama mu dengan adik adikku aku tak mungkin ada disini aku lebih memilih untuk tinggal di rumah saja   ah teman teman baru ku yang kau kenalkan padaku bersusah susah untuk sopan dengan ku mereka bertanya dimana aku kerja mereka bertanya dimana aku tinggal mereka juga sem...

Read More »

Karat di Januari – Menghitam akhir

Ah Semenjak hari itu hujan kini semakin rajin menyapa kami   Begitu juga kali ini Kupandangi diluar sana dari jendela kotak tua ini Kuperhatikan orang orang berlarian tak karuan Tapi ada juga yang sudah siap   Jika aku ingat Mungkin hari ini aku akan menjadi salah satu orang yang berlarian tak karuan Betapa bodohnya aku? Tapi khusus untuk saat ini Aku tak mau memikirkan hal itu dulu Didepan ku mas...

Read More »
CAPUNG MERAH (Part 2)

CAPUNG MERAH (Part 2)

Irfan tampak sedang sibuk mondar-mandir di ruang makan. Dia menata meja makan; menaruh piring-piring dan mangkuk-mangkuk yang berisi lauk-pauk dengan rapih di atasnya. Sesekali dia memandang ke luar lewat jendela kaca transfaran dapur yang berukuran besar. Tubuh nan lincah yang sedang dia tunggu-tunggu belum menampakkan batang hidungnya. Pekarangan tampak kosong dan jalanan yang belum beraspal tam...

Read More »
CAPUNG MERAH (Part 1)

CAPUNG MERAH (Part 1)

Banyak sekali perubahan yang Titi rasakan pada Winny. Dulu, Winny mesti berkali-kali disuruh mandi baru bergegas mandi. Itu pun karena habis diomeli. Mandinya pun asal. Air banyak terbuang. Sabun, shampo, dan odol tergelatak berserakan di atas lantai. Sementara leher, daun telinga, punggung, ketiak, pergelangan tangan, dan lipatan kakinya masih menyisakan daki. Namun sekarang ini, dunia kecil Winn...

Read More »

Karat di Januari – Senar akhir

Sedari tadi pagi Adikku selalu semangat seharian Saking semangatnya terkadang membuat ku khawatir Kali saja dia membuat ceroboh   Tapi maklum saja   Mungkin ini kali pertama baginya (tidak ini kali pertama bagi kami)   tidak seperti tahun tahun lalu yang selalu kami lakukan selalu dengan kami bertiga sekalipun ada orang lain mungkin tak pernah lebih dari lima   meskipun begitu itu saja cukup bagi ...

Read More »