Sign In

Remember Me

Fiksi

Return

                    Chapter 4   ***   Hembusan angin menerpa-nerpa jendela, hingga masuk dan mengisi larutnya keheningan, di ruangan yang cukup luas.   Tiba-tiba terdengar suara deringan telvon, Kira langsung membuyarkan lamunannya. Mengambil Handphone-nya.   “Debby is calling….”   Memencet tanda hijau di Hp-nya lalu menscrollnya ke kiri.   “Hallo…” suara Kira y...

Read More »

Return

                     Chapter 3   ***   Langkah kaki Gaven membuat Kira penasaran dan mengikutinya, ingin rasanya berhenti mengejar langkah kaki yang cepat du depannya, namun apa daya di dalam dirinya seakan-akan membisikkan, tidak.    Cukup jauh di jalanan sekolah yang Gaven lewati, mulai dari kelas-kelas, lab fisika, lab kimia dan kantor. Tiba-tiba langkah Gaven berhenti, di taman belakang sekola...

Read More »

Return

                       Chapter 2   ***   Lagu see you again terdengar sangat merdu dengan suara khas dari Wiz Khalifa dan Charlie puth  mengisi keheningan ruangan berwarna putih, sangat pas di kala malam indah yang bertabur banyak bintang itu. Perempuan yang sejak tadi duduk termenung, entah merenungkan apa, hanya menggoyang-goyangkan pulpennya yang ia oret-oretkan ke binder kosong di depannya. Ti...

Read More »

Return

                      Chapter 1   ***   “Kira… ” Debby yang memanggil dari bangku duduknya di deretan paling barat nomer dua dari belakang dengan melambai-lambai tangannya menandakan kalau orang yang dipanggilnya cepet melihatnya.   Kira sedari tadi berdiri di ambang pintu mencari pusat suara, yang cukup ia kenal, memanggil namanya. Kini ia telusuri ruangan yang berukuran 15x15m ...

Read More »

Karat di Januari – VI

lega rasanya aku bisa bersandar walau sebentar melihat tumpukan kertas di mejaku membuatku malas rasanya tapi hari ini masih belum berakhir baru tengah hari   kau tak pernah menunda kerja ku memang tapi akhir akhir ini semakin menumpuk saja tugas ku ah ini semua karena salah satu teman kerja ku ambil cuti   dan bukan sembaran cuti, tapi cuti hamil   aku tak bisa membayangkan berapa lama lagi aku a...

Read More »

Karat di Januari – Garis

hari ini terasa sama saja dengan hari hari sebelumnya Tak ada yang beda dengan kemarin ataupun dengan kemarinnya lagi   Semua bekerja pada tanggung jawabnya masing masing Begitu juga dengan aku   Hei Tak terasa sudah dua semester berlalu Bagaimana kah kabarmu? Pulang ke kampung halaman katamu dulu Ikut suami mu katamu   Tapi   Handphoneku tak berdering lagi seperti dulu Seperti saat kau melewati m...

Read More »

Karat di Januari – VII

Seperti biasanya Dia langsung pergi begitu saja Untungnya dia punya adik yang juga keras kepala memastikan kakaknya selalu membawa bekal   Terkadang aku dibuat jengkel karena nya   Oke Sekarang mereka sudah berangkat Waktunya aku membersihkan rumah ini   Jadi ku ambil sapu di mana biasa aku simpan Aku mulai menyapu lantai Sama seperti hari hari kemarin Sama seperti pagi pagi kemarin   Burung mulai...

Read More »

Karat di Januari – Peluit awal

Kipas angin berputar dengan malasnya di atas kamar Kuperhatikan dan kuperhatikan Untung aku tak terhipnoptis karenanya   Sudah dua malam aku disini Mungkin kah alasan sakitku bisa diterima? Mungkin sepertinya begitu.   Terlebih, diantara yang datang menghampiri ku Tak ada satupun yang tahu tentang aku   Bagaimana bisa tahu? Apakah aku pernah cerita? Mungkin ini salahku Tak pernah kucoba berbagi ak...

Read More »

Karat di Januari – Pudar awal

Apa yang telah aku lakukan? Aku sungguh tak percaya. Ku lirik jam di dinding diruang sebelah Reflek Aku harus pulang sekarang juga. Ku bereskan semua barang barangku Tak peduli aku dengan bujuk rayuannya Aku segera bergegas.   ==   Lari lari dan terus berlari Aku tak peduli lagi dengan baju ku yang basah kuyup   Kaki ini mulai lemas kehilangan tenaga Keseimbanganku mulai goyah Dan terjatuh aku   S...

Read More »

Karat di Januari – Hangat awal

Ah Akhirnya setelah sekian lamanya hujan yang pertama akhirnya datang. Dia datang dengan tanpa peringatan Akibatnya banyak yang kalang kabut mencoba menyelamatkan diri.   Entah mengapa, melihat dunia saat hujan tiba terasa berbeda Terasa mellow, terasa romantis dengan caranya sendiri Semakin lama semakin lama aku semakin hanyut dengan dentuman nada dan hawa dingin yang berhembus.   Pengumuman dari...

Read More »