Sign In

Remember Me

Puisi

jilbabmu islamku

jilbabmu islamku

Jilbabmu islamku              Karya Muhammad Abdul Qoni’ Akmaluddin (Be J0e) Jilbabmu jilbabku Jilbabku jilbabmu Jilbabku islammu Islammu jilbabmu Islammu islamku Islammu jilbabku Islamku jilbabku Akankah jilbabmu bisa menjelaskan islamku ? Atau islamku bisa memilih jilbabmu ? Akankah jilbabmu hanya akan menjadi penghalang islamku ? Atau islamku akan menjadi penghalang jilbabm ? Bukannya jilbabmu ...

Read More »

Puisi Pramuka

“Salam Pramuka!” Jadi seorang junior di suatu Organisasi tidaklah mudah. Salah satunya ialah melaksanakan perintah kakak kakak senior. Namun, satu hal yang perlu diingat yakni suatu saat saya juga akan jadi senior, itulah motivasi saya pribadi..  Tulisan ini terinspirasi dari diri saya sendiri, waktu itu disuruh buat satu puisi dan puisi tersebut hasil atau ciptaan sendiri. Maka dari i...

Read More »
Yang Terlupakan

Yang Terlupakan

  Aku tidak ingat kapan pertama kali aku bertemu kalian Aku juga tidak ingat berapa kali kita tertawa Aku sama sekali tidak mengingat kenapa aku bisa begitu bahagia   Tapi aku ingat jika kalian adalah penyembuhku Aku ingat bagaimana kalian berusaha tidak membuatku menangis Aku ingat tentang alasan kenapa aku tak pernah berhenti tersenyum   Aku hanya bisa melepas tawaku ketika kalian bersamaku Aku ...

Read More »
Racikan Kopi Hitam

Racikan Kopi Hitam

Racikan Kopi Hitam   Tergambar jelas rupa manismu Menenggok asa di simpang hati Mau berjalan ke arah manakah dirimu? Akankah kau kembali tuk mengisi kekosongan hati ini? Tidak  Tak kan kubiarkan dirimu menyinggahiku Ku tak ingin kau berikan rasa sakit yang tak pernah kurasa Kuinggat buaian kasihmu Berawal semua manis Disela sela kau taburkan gula Hingga dipenghujung kau campurkan kopi hitam melebi...

Read More »
Ku Ingin Kau Pergi

Ku Ingin Kau Pergi

Derai tangis menetes dari pelupuk ini Mengisyaratkan pula sesak di lubuk hati Sayatan tipis mengorek secara pasti Tergoreskan membentuk luka rona Tertahan pedihnya sayatan ini ku tetap membisu Tak ingin rasa sakit ini terkuak seorangpun Ku coba mengais asa sisa rasa cinta ini Berharap ku hapus dirimu dari naluriku Ingin ku tenggelamkan saja rasa ini Terombang ambing oleh kuatnya arus Jika boleh ku...

Read More »

Tuhan kapankah hal itu benar benar datang?

Entah mengapa Matahari tak kunjung menampakkan ekor mentarinya hari itu Sungguh Sinar seharuanya sudah diseludupkan diantara mega mega untuk waktu sesiang itu Boleh jadi ia sangat gugup dengan keadaan pagi ini Boleh jadi pagi ini telah diminta malaikat atas nama takdir menjadi saksi atas drama kepiluan yang akan terekam sepanjang masa Namun Bukankah kita tak pernah bisa menguak makna takdir yang t...

Read More »
Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

Membeku hati ku untuk sesaat Terbuai dalam lirikan selewat Membisu bibir ku tak bersuara Memandang kau tertawa bahagia Tak saja hari ini ku terpaku  Menikmati indah senyum mu Lama sudah ku tertegun  Mengagumi tiap jengkal pesona mu Desir jantung tak kuasa ku redam Virus merah jambu menerobos paksa Namun apa daya ku hanya terdiam Melihat kau menggenggam erat tangannya Andaikan aku seorang pemberani...

Read More »
lagi-lagi hanya mimpi

lagi-lagi hanya mimpi

Lagi-lagi ini hanya mimpi Bukan rayuan yang ingin ku tuturkan kasih Bukan gombalan yang ingin ku senandungkan untukmu sayang Bukan drama yang ingin aku tampilkan untukmu cinta Bukan hanya sekedar janji-janji yang menenangkan pikiran Tapi, kepastian yang terencana tentunya Terbentuk struktur yang nikmat untuk di baca Untuk di hafal Untuk di nikmati Untuk di nanti kapan kepastian itu akan terlaksana...

Read More »
ombak

ombak

seperti ombak yang datang menggulung menghapus setiap jejak yang ada di bibir pantai.seperti itu lah kita kini.kamu mengajak saya menjejaki pinggiran pantai sambil terus menunjuk ke arah laut lepas.sampai saya lupa, sampai saya terlena.saya mengernyitkan dahi saat membalikan tubuh saya.kamu tak ada lagi disana, kamu hilang.jejak kamu pun hilang.hilang tergerus ombak yang datang berkala dan membawa...

Read More »
Surat untuk Masa Lalu

Surat untuk Masa Lalu

Teruntuk, Masa Lalu   Hai  Ini surat untukmu, baiknya kamu baca dulu. Apa kabar masa lalu? gimana hidup tanpa aku? bisa apa nggak nih hehe. tapi kalau lihat dari matamu sih, aku tebak kamu baik-baik aja tanpa aku. Ya, semoga kamu baik-baik aja tanpa aku disampingmu lagi.   Kita udah bertahan 18 bulan ya? ya bagi orang lain, itu belum seberapa tapi bagiku itu udah cukup lama. Andai tidak ada kata l...

Read More »