Banyak hal yang patut kita pelajari dalam Masa muda melihat sudut pandang yang menjadikan Inspirasi atau Motivasi dalam perjalanan masa muda yang telah dilakukan oleh khalyak muda pada umumnya. Dan dimana tidak semua perjuang harus mendapatkan kemenangan yang malah terkubur dengan tirani- tirani kesilauan yang diperjuangkan terhadap Duniawi.

Namaku Abra, begitu pula dengan Kisah ku yang berjumpa dengan Seorang Gadis, menjelang Kelulusan SMA nya, ialah Bernama Maharani. Berawal dari  Kota kecil kelahiran kami ,di Pulau Sumatra dimana aku memulai semua Cerita ini, berjumpa dan berkenalan dengan Seorang Wanita Bernama Maharani di Masa Akhir Sekolahnya,  menjelang Kelulusan dan Melanjutkan ke Jenjang Perkuliahan yang diminatinya. Sebelum Kami pernah bersama, aku juga pernah kehilangan Rani Untuk beberapa bulan Karena aku kalah dalam Pendekatan bersaing mengejar Rani dan pada akhirnya waktu itu Rani Berpaling Muka untuk yang pertama kalinya kepada Pria yang menjadi saingan ku waktu itu. Namun aku tak berhenti di waktu itu untuk berusaha mendapatkannya dan menunggunya jika itu masih bisa saja berubah yang sewaktu-sewaktu bisa saja dia aku dapati kembali, ditengah perasaanku yang hilang aku terus menjalani hari – hariku dengan Harapan dia akan putus dengan Pacarnya itu. Dan hampir satu bulan penuh aku merasakan Kegalauan,dimana aku hanya melihat nya lewat Media Sosial kala itu Facebook Menjadi Sosial Media yang Membuming di Tahun 2010. Dan pada Akhirnya Terjawab sudah Kegelisahan ku waktu itu dengan Kembalinya dia dan Memilikinya walaupun aku sempat mempertimbangkannya dalam Pilihan Wanita yang mana akan aku pilih. Kala itu aku merasakan Kembalinya diriku dengan beberapa wanita yang dulu pernah aku kejar.

Keyakinan ku Memilih Rani dengan banyak pertimbangan dalam hal Selektif memilih. Disitu aku memutuskan untuk memulai perjuanganku di Ibu Kota Negara ini, di karenakan Rani lulus masuk Akademi Kebidanan di Jakarta sampai akhirnya aku niatkan Untuk bisa dekat dengannya dan menjaganya. Rani anak Tunggal dari Keluarga Berada, Ayah nya seorang Pegawai Negeri dan Ibunya Pekerja Bank Swasta, dia memiliki Fasilitas yang lebih karena Ibu dan Ayahnya berpenghasilan keduanya. Jelas Jauh berbeda dengan Kedua Orang Tua ku,Hanya Ayah ku yang bekerja Sebagai Pegawai Negeri dan Ibuku Hanya Ibu Rumah Tangga yang Mengurus Rumah dan Adik-adik ku yang masih kecil.

Hari demi hari kami lalui bersama semasa kuliah sampai ia Lulus dan menjadi sarjana D3 selama tiga tahun lebih, setelah lulus ia Kembali Ke Jambi “Sumatra” Untuk memulai Karir dalam Dunia Profesinya Sebagai Bidan dan bekerja di Rumah sakit Swasta di Jambi. Sementara Aku sendiri Mengalami kegagalan dalam Dunia Akademis hanya sampai Semester 3 karena Kondisi Ekonomi Keluarga ku yang benar- benar terpuruk Sampai aku telat Membayar Uang Semester dan akhirnya Aku Drop Out dari Perkuliahan.

Sebelum ia Memakai Toga Kelulusan Wisuda, Orang tua Rani memberikan Kabar tentang Pendampingnya atau Menjodohkannya dengan Pria Pilihan Ayah nya dimana semasa Kuliahnya tidak pernah terucap kata untuk menjodohkan dan mengambil Hak Rani untuk menjadi Merdeka dalam mencari Pasangan Hidup.

Kemudian setelah Kelulusanya Aku dan Rani Terpisahkan oleh campur Tangan Keluarganya Mulai dari Orang Tua Hingga Keluarga Besarnya. Hubungan kami pun tidak lama kemudian berakhir tanpa ada kejelasan yang menurutku tidak Rasional, hubungan yang sudah terjaga lebih dari tiga tahun antara Aku dan Rani. Segala Cara dilakukan oleh mereka yang Hidup lebih dulu bersama Rani dan Hampir semua Keluarganya berpandangan Secara Materialistis Untuk Masa Depan Rani, bisa ku bilang Tidaklah percaya dengan Ketetapan Tuhan mengenai Takdir; Jodoh, Rezeki dan Kematian di Tangan Tuhan yang ada di Agama Mereka sendiri. Aku benar-benar mengalami Rasa kekecewaan karena Sudut pandang Keluarganya yang bagiku sendiri itu bukan Cara kita Untuk memandang kehidupan yang menjamin Kebahagian dan Kesuksesan Seseorang.

Mengapa aku memberikan Judul kepada buku ini “BERJUANG TAK SEBERCANDA ITU” karena kisah dari perjalan ku dimasa aku berhubungan dengan Rani banyak nilai-nilai perjuangan yang bukan di Anggap Candaan semata karena untuk menjaga dan selalu untuk bisa di dekatnya aku perlu benar-benar mengambil keputusan serius. Perjuangan dan Kenekatan ku dalam mengambil keputusan Konyol, dimana waktu itu aku hanya berfikir tujuanku hanya terpaut pada Rani dan bukan memikirkan diriku apalagi Keluarga ku. Dan Sebercanda itu pula Rani dan Keluarganya memandang Hubungan kami yang ku bilang tiga tahun enam bulan, itu bukan waktu sebentar dalam Menjaga Rani selama di Ibu Kota Jakarta. Ini Cerita perjalananku yang benar aku ingat jelas sampai kapanpun dengan memori-memori kenangan “MASA INDAHKU”  bersama Rani.

Apa yang anda baca dalam buku ini tidak aku lebih-lebih kan dan tidak pula aku kurangi  kenyataan dan cerita sesungguhnya, banyak hal yang mungkin buat si pembaca megambil sisi Positif dan Negatif nya dimana aku memberikan sudut pandang Realita masa muda ku dalam hubungan Asmara ku. Hanya saja aku sedikit mengubah Identitas pemeran yang ada di buku ini untuk menjadi menarik.

Hampir satu tahun lebih Paska terpisahnya kami, aku fikirkan untuk menjadikan ini karya pertamaku dalam membuat novel “TRUE STORY” dari pengalaman ku dan lingkungan aku tumbuh, satu tahun aku mengumpulkan keberanian untuk menuliskan cerita ini agar menjadi abadi pada buku ini. Dan penulisan pertama aku lakukan di Rumah Kos yang penuh cerita dan segudang kenangan bersama Rani, tak bisa aku hilangkan dari ingatanku sampai waktu berhenti. Aku menginspirasikan Kisah perjalanan ku dari buku novel kisah nyata perjalanan “INGGIT GANARSIH DAN BUNG KARNO DALAM BUKU KUANTAR KE GERBANGdimana isi dari buku itu menceritakan sosok wanita yang membantu secara moril dan materi Bung Karno saat ia menimba ilmu di ITB Bandung dengan perjalanan Cinta yang sangat mengharukan dan Merintis Kemerdekaan Bangsa pada saat Bung Karno Muda. Aku sangat mengagumi Perjuangan dan Rasa Mencintai Inggit Terhadap Bung Karno, walaupun ia hanya mengantarkan Bung Karno sampai ke Pintu Gerbang dan tidak masuk untuk mendampingi Bung Karno di Istana Negara, namun ialah Sosok Wanita Hebat yang berada di balik Bung Karno pada waktu itu Sampai ia menjadi Presiden Pertama Kali di Indonesia.

Hanya saja kisahku tak Seharu dan Sehebat Ibu Inggit untuk menjadikan Bandingan perjalanan dan Perjuangan nya dalam Novel True Story, namun sedikit menarik di Jaman Modern ini kisah ku untuk di kupas dan kuceritakan di lembar-lembar buku ini.

Setelah banyak belajar dan membaca dari Novel-Novel True Story aku mencoba merenung dan mengembalikan Kegalauan ku agar aku bisa menulis dengan ingatan-ingatan kisahku bersama Maharani, aku perlu waktu sendiri dan tempat menulis yang mengembalikan semua tentang Aku dan Rani walaupun aku mengalami Gagal Move On pada masa penulisan ini demi mewujudkan cita-cita ku untuk menjadikan Buku Novel yang aku Abadikan. Aku menerima Semangat yang banyak dari Orang terdekat ku dan Sahabat-Sahabatku yang nanti nama mereka akan ku Ucapkan dalam Terima Kasih ku pada Novel ini, ketika mereka mendengar ku akan menulis sebuah Novel ini kata-kata itu yang menjadikan ku segera menyegerakan penulisan ini “ Lanjutkan”. Aku merasa sangat Tedorong dan ingin cepat menyelesaikan Novel ini.