Aku suka warna putih.

Seperti yang sudah kau ketahui. Warna putih menggambarkan kesucian. Mewakili kepolosan. Warna tanpa rasa. Sehingga kau bisa membayangkan segala macam rasa dan warna berada didalamnya. Bahkan dengan warna putih, setitik tinta hitam dapat begitu mencolok bila berada diatasnya, bukan begitu?

Namun dalam ilmu psikologi, disebutkan orang yang menyukai warna putih cenderung memiliki kelainan jiwa, atau bahasa kerennya, psychopath/psikopat.

Apakah itu benar?

Apa artinya aku memiliki kelainan jiwa?

Tentu saja tidak. Mana mungkin? Lagi pula, siapa yang mau menjawab “YA” ketika ditanya apa kau gila atau tidak.

TAPI.  Aku memiliki teori lain mengenai hal ini.

Sebelumnya kau mungkin pernah mendengar, bahwa setiap manusia memiliki lebih dari satu kepribadian. Sifat yang bertentangan. Terang dan gelap. Sisi baik dan sisi jahat. Semua orang pasti memiliki “Topeng”nya sendiri kan?

Dan dalam hal ini, dalam kasusku, aku mungkin memiliki tiga sisi yang berbeda dalam diriku.

Putih. Kelabu. Hitam.

Sisi putih, tentu saja adalah topeng yang selalu kupakai setiap hari. Selalu kutunjukkan kepada setiap orang yang mengenalku. Dengan sisi terang ini, mungkin kau bisa menganggapku orang suci yang tak mengenal dosa dan dusta. Sang Innocent sejati.

Sisi kelabu, adalah kepbribadian lebih gelapnya dariku, aku jarang memakai topeng ini. Mungkin kau akan melihat aku hanya manusia biasa jika aku memakainya. Manusia fana, yang mungkin akan membuatmu bertanya-tanya termasuk dalam golongan apakah aku ini. Sang pendosa atau sang martir. Sangat klasik.

Dan sisi hitam, kepribadian yang tak mungkin akan kuperlihatkan pada semua orang. Sisi gelapnya diriku, jika kau melihatnya, mungkin akan membuatmu menganggap bahwa akulah iblis paling berbahaya. Sumber dari segala mimpi buruk. Makhluk yang seharusnya ditakdirkan tak pernah ada. Topeng ini bisa saja meruntuhkan segala kewarasan dalam diriku. Menjadikan aku gila. Psychopath.

Ketiga sisi itu selalu berperang didalam diriku. Berusaha memasangkan topengnya diwajahku. Aku takkan pernah tahu sisi mana yang akan menang esok hari.

Bagaimana denganmu? Berapa kepribadian yang ada dalam dirimu? Apa kau punya iblismu sendiri? Sisi gelap yang tak pernah kau sadari selama ini ada dalam dirimu?

Berhati-hatilah kalau begitu. Karena berapa terang, kelabu, atau hitamnya dirimu, hanya kau yang tahu.

(Tulisan ini hanya fiktif belaka. Jangan terlalu dibawa serius. Oke?)

—O—O—