Teruntuk,

Masa Lalu
 
Hai 
Ini surat untukmu, baiknya kamu baca dulu.
Apa kabar masa lalu? gimana hidup tanpa aku? bisa apa nggak nih hehe. tapi kalau lihat dari matamu sih, aku tebak kamu baik-baik aja tanpa aku.
Ya, semoga kamu baik-baik aja tanpa aku disampingmu lagi.
 
Kita udah bertahan 18 bulan ya? ya bagi orang lain, itu belum seberapa tapi bagiku itu udah cukup lama.
Andai tidak ada kata long distance relationship mungkin kita masih baik-baik aja. Masih bisa ngeliat wajahmu tiap hari.
Andai kita satu universitas, mungkin kita tidak saling berjauhan. andai kita satu kota, mungkin hubungan ini masih bisa diperbaiki. andai aja terus. 
 
Yang aku takutkan selama ini adalah kita bertahan hanya karena kita tidak tega untuk saling melepas, tidak tega saling menyakiti. justru, keadaan itulah yang membuat hubungan menjadi renggang.
 
Semenjak jarak memisahkan kita, keadaan semakin memburuk. Bahkan komunikasipun jarang dan mungkin enggan memulai percakapan karena bosan.
Karna kita tidak pernah ketemu. 
 
Asal kamu tau, aku nggak kangen kok sama kamu. 
Aku cuma kangen
Kangen sama kenangan yang dulu aja.
 
Udah ya, aku bingung mau nulis apa lagi hehe. 
 
Doain aku bisa seperti kamu ya, bisa bahagia tanpa kamu. Seperti, kamu bahagia tanpa aku. 
 
 
Jodoh yang tertunda,
 
Aku.