Image & Photo/Picture Source : www.ayeey.com

 

Untuk menjadi sosok yang kuat,

perasaanmu dihancurkan terlebih dahulu,

Oleh seseorang atau oleh peristiwa-peristiwa buruk yang tak pernah kamu inginkan.

Namun atas izin Tuhan, semua pun terjadi.

“Kenapa mesti aku, Tuhan?” ratapmu, “dari ratusan juta jiwa penduduk di bumi, kenapa mesti aku?”

Tuhan telah memutuskan untuk memilih kamu dengan suatu alasan yang tentu

tak kan sanggup kamu mengerti kalau pun itu Dia jelaskan.

Tuhan memilihmu karena kamu ekstra diperhatikan.

Oleh karena itu, Tuhan pun memberimu cobaan.

Aku tahu,

adalah tak mudah melewati semua itu.

Tapi setidaknya Tuhan telah mengajarimu cara “Berdoa”,

“Tapi itu saja tidak cukup, kan?” tanyamu lagi.

Berusahalah dan jangan pernah menyerah.

“Apa aku bisa?”

Bisa, kamu harus bisa.

Buatlah Tuhan tersenyum mengetahui perjuangan dan pengorbananmu.

Buatlah Tuhan terharu mendengar doa-doamu.

Buatlah Tuhan tersentuh melihat tiap tetes air matamu.

Buatlah Tuhan menangis merasakan kemalangan cintamu.

Aku tahu,

mengikhlaskan sesuatu itu tidak gampang,

tapi kamu harus menyadari bahwa ada sesuatu yang memang tidak bisa dipaksakan.

Bila sesuatu harus terjadi, itu tidak bisa dihentikan.

Seperti hujan yang turun dari langit,

kita tak mungkin berharap bumi tak basah dan tergenang.

Bersabar, ya.

Kamu (sahabatku)

Aku,

kamu,

kita,

harus menjadi orang yang kuat.

Kerapuhan dan keterbatasan kita jelas telah membuktikan

bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Tuhan.

Berjanjilah! Jangan pernah putus berharap!

 

#Capung Zunanri#

Sadang Serang – Bandung,

18 April  2016 at 11.38 a.m