Cinta itu ibarat sebuah lukisan,

Indah bila kita menggoreskan garis dengan tinta yang tepat,

Sederhana bila kita tak sekedar menerima tapi memahami kekurangannya,

Mewah bila kita membingkainya dengan kehormatan.

 

Cinta itu tak sekedar bunga.

Cinta itu juga bukan semata hal-hal romantis.

Tapi Cinta itu adalah telinga yang baik dalam mendengar,

Mata yang sendu menatap penuh kepedulian,

Anggukan lembut ketika dia mencoba mengerti,

Tepukan-tepukan halus di punggungmu ketika dia mencoba menenangkan,

Dan ujung jari yang dijadikan sapu tangan untuk membasuh air mata yang berlinang.

 

Tentu,

Cinta itu bukan harus rayuan dan pujian dalam surat-surat.

Cinta itu juga tak harus dengan sms atau telepon menuntut perhatian setiap saat,

Karena Cinta itu berkelas,

Dia memiliki 1001 sifat untuk dimengerti;

Dia bisa diam;

Dia bisa kaku;

Dia bisa marah;

Dia bisa acuh;

Dia bisa manja;

Dia bisa cemburu;

Dia bisa terbodoh;

Dia bisa lucu;

Dia bisa konyol;

Dia bisa terharu biru;

Dia bisa seperti tak Cinta,

Dia bisa kelihatan seperti tak sayang;

Dia bahkan bisa seperti bukan dirinya.

Padahal Dia lebih dari itu.

Lebih dari sebuah Cinta,

Lebih dari sebuah bentuk kasih sayang.

Karena Cinta adalah ‘Ketulusan’

 

Meskipun,

Tak jarang Dia menjelma menjadi teka-teki yang sulit dipecahkan,

Tapi dia bisa lebih dari sebuah coklat yang lumer di lidah.

Dia bisa tampil molek dari strawberry,

Dia bisa lebih menggemaskan dari sebuah ice cream,

Dia bisa lebih orange dari jeruk,

Dia bisa lebih hijau dari rumput,

Dia bisa lebih teduh dari pepohonan,

Dia bisa lebih luas dari samudera,

Dia bisa lebih tak berdosa dari seorang bayi,

Karena tugas Cinta itu mencintai bukan membenci,

Dia harus dibuat pantas,

Dia harus cukup dan tak perlu berlebihan,

Dia menjadi agung karena sebuah keridhoan,

Karena Dia hadir di hati untuk sebuah kebahagiaan,

Karena Dia adalah kedamaian dari Tuhan.