hari ini terasa sama saja dengan hari hari sebelumnya

Tak ada yang beda dengan kemarin ataupun dengan kemarinnya lagi

 

Semua bekerja pada tanggung jawabnya masing masing

Begitu juga dengan aku

 

Hei

Tak terasa sudah dua semester berlalu

Bagaimana kah kabarmu?

Pulang ke kampung halaman katamu dulu

Ikut suami mu katamu

 

Tapi

 

Handphoneku tak berdering lagi seperti dulu

Seperti saat kau melewati masa masa malam pertama mu

Tak seperti ketika kau ragu dengan perasaan mu dulu

 

Tapi aku mengenalmu

Dan aku tahu kau pun lambat laun jatuh hati dengan suamimu itu

 

Jadi

Disini aku yakin pada mu

Jika kabarmu sama dengan diriku

Sibuk dengan dunia kita masing masing

Sibuk dengan urusan masing masing

 

Masih teringat aku malam itu

Ketika kau menangis sejadi jadinya

Ketika kau marah sejadi jadinya

 

Tapi

Apa dia dengar kamu?

 

Sama seperti kedua mantanku

Aku hadir di acaramu

Kamu dengan gaun hijau mu

Aku yakin jika aku jadi dia mungkin dia pun tak mampu

 

Tapi aku bukan dia

Aku sudah veteran dalam hal ini

Apa boleh buat sudah dua kali

 

dan aku masih disini menjalani langkah ku

entah kapan jalan kita bertemu

 

==

 

kubaca catatanku

ku pastikan tak ada yang aku lupakan

aku tak mau si kakak marah padaku karena aku lupa

 

setelah kupastikan semua yang kuperlukan ada

aku berangkat.

 

seperti yang aku duga

hari ini panas

sambil ku turuni bukit ini

ku lihat dibawah sana  orang orang bersembunyi dibalik payung mereka

ah harusnya akujuga bawa payung butut ku itu

 

segera tak kupedulikan rasa sesalku

malas juga rasanya jika aku harus naik lagi

jadi tetap ku teruskan jalan ku

 

pemandangan ini

bau ini

sennyum ini

hamparan luas yang menguning

jadi obat untuk hati ku

 

saat itulah. . .

andai saja saat itu aku tahu

aku tak akan menghentikan langkahku. . .

 

aku melihatmu jauh disana

dengan kanvas putihmu. . .

 

tergelitik pensaran ku

siapa kamu

sehari dua hari lalu aku lihat kamu

duduk disitu menari nari kuas mu

 

siapa kamu?

==

 

seperti biasa

nenek ini memberi kami lebih

kadang nggak enak dibuatnya

 

sesekali dia bercerita tentang masa lalunya

tentang bagaimana dia berada di desa ini

tentang bagaimana tentang perjuangannya

 

dan. . .

pernah suatu waktu

dia bercerita tentang kisah cintanya dulu

 

ha aha aha ha

agak absurd memang

 

tapi

selalu di akhir dia menitipkan aku pesan

pesan untuk diriku saati ini

pesan untuk diriku dimasa depan.

 

pernah sekali aku termenung dibuatnya

apa yang terjadi jika aku seperti dia

terjerat sesal yang tak mungkin aku ubah

 

aku bukan seumuran adik adikku

yang masih penuh ddengan kejutan di depan mereka

bagaimana dengan aku?

bagaimana jika aku telah melewatkan sesuatu?

mungkin aku tak pernah tahu apa itu

tapi seperti yang nenek itu bilang

 

kita hanya bisa maju kedepan

masa lalu telah berlalu

 

dari jauh aku melihat mereka berdua

bercanda dan tertawa

kusapa mereka dan kami bertiga jalan pulang bersama.

 

ya

aku punya mereka

 

==

 

dalam jalanku

aku temu kamu

mungkin habis urusan mu

 

jadi aku teruskan langkahku

 

awalnya aku tak peduli

tapi si kakak berlari menyebut nama

siapa itu?

tak ada dalam memoriku

 

ternyata itu kamu

ternyata itu namamu

 

sore itu

aku tahu namamu

aku tahu siapa kamu

 

rasa penasaranku dua hari in terbang sudah

 

sejenak ku perhatikan kedekatan mu dengan adik ku

sejenak kita bertukar sapa

sejeanak kita bertukar kisah

 

tapi kami harus pulang

aku masih harus memasak untuk mereka

dan aku belum lakukan apa apa

jadi ku sampaikan niat pulang ku

 

tapi kepolosan adik ku

menarik paksa mu

dan juga suara perut mu

 

hei

kamu nggak mencuri kebun orang kan?

 

 

**************************************************

malam itu aku masak banyak jadinya

karena hari ini tak sama

ada kamu

hei. . .

apakah kamu puas dengan masakanku?

tertawa kamu disana dengan adik ku

ah. . .

sejak kapan?

lama sekali rasanya aku tak lepas canda tawa seperti sekarang

**************************************************