lega rasanya

aku bisa bersandar walau sebentar

melihat tumpukan kertas di mejaku membuatku malas rasanya

tapi hari ini masih belum berakhir

baru tengah hari

 

kau tak pernah menunda kerja ku memang

tapi akhir akhir ini semakin menumpuk saja tugas ku

ah ini semua karena salah satu teman kerja ku ambil cuti

 

dan bukan sembaran cuti, tapi cuti hamil

 

aku tak bisa membayangkan berapa lama lagi aku akan bekerja seperti ini

 

jadi sebagai bayaranya

dia setuju jika nanti sudah lahir

aku boleh mencubit pipi anaknya itu

 

tapi bermalas malasan disini taka da manfaatnya bagi ku

jadi aku bangun dan pergi keluar

sekedar untuk menghirup udara segar

 yah paling tidak sedikit bisa menawar penat ku

di hecticnya kerja belakangan ini

 

ah

aku juga harus membuat sesuatu

sebentar lagi ulang tahun adikku yang cerewet itu

 

==

 

mungkin aku bisa masak

tapi aku tak punya pengalaman dalam membuat kue tart

masakan yang aku buat dan kue tart adalah dunia yang berbeda bagi ku

 

kamu tidak hanya di tuntut untuk bisa memberikan rasa yang tak terlupakan di lidah

tapi kamu juga harus mendekorasinya agar tak terlupakan di mata

 

tapi untungnya aku tahu siapa yang bisa menologku

jadi ku dekati dia dan ku utarakan mauku

 

aku tak tahu apa masa lalunya

mengapa dia tak menekuni hobinya itu

dari pada kerja disini

 

jadi ketika aku sampaikan mauku

Chila tanpa ragu dan dengan semangatnya mengiyakan aku

 

oh ya aku belum kenalkan Chila
ia adalah gadis rata rata yang terkadang tampil ke kanak kanakan

apalagi perawakannya yang mungil

mungkin dia mirip dengan Eri yang selalu riang dan senang bercanda

tapi ke kanak kanakannya memberiku persepsi yang berbeda

 

meskipun begitu, ketika Eri masih ada

Chila selalu dekat denga Eri

terkadang malah seperti anak yang manja

 

diluar itu

dia juga bisa serius dalam saat saat tertentu

 

==

 

Dimulai lah Chila mengajariku banyak hal

Mulai dari memilih bahan

Memilih peralatan

Mungkin aku butuh buku catatan yang baru?

Bagaimana tidak?

Hanya dalam dua hari saja tidak ada waktu tanpa berbicara tentang kue tart

 

Bahkan sesekali aku pergi ke rumahnya hanya untuk sekedar belajar

Siapa yang menduga?

Hanya dengan kue tart kamu bisa memgenal seseorang kebih jauh

 

Keluarga Chila adalah keluarga normal pada umunya

Lengkap dengan kedua orang tua

Dan jika itu masih belum cukup, kamu masih punya 2dua kakak dan satu adik

Aku bisa membayangkan betapa ramainya jika mereka berkumpul

 

Kedua kakaknya sudah menikah

Dan mereka tinggal jauh dari rumah

Si adik masik sekolah, sesekali aku bertemu dengannya

 

Dari beberapa kali aku ketemu dengan adiknya

Ternyata adiknya tak seperti Chila

Terlihat lebih tegas, apa benar Chila kakaknya?

 

Hari ini aku kembali main ke rumah Chila

Ku rapikan payungku dan kusimpan di tempat yang pernah di ajarkan Chilla padaku

Baru aku sadar ada yang menyapaku

Aku kenal dia

Jadi ku sapa dia balik

Dia adalah pacar adik Chila

 

Oh

Mungkin mereka akan pergi?

Aku tak ada niatan untuk mencari lebih dalam

jadi langsung saja aku masuk

 

Tapi ada satu yang membuatku ingin tahu

 

Aku tak tahu apakah Chila punya kekasih atau tidak

Atau paling tidak, aku tak tahu apakah Chila sedang melihat seorang pria

 

Perlukah aku tanya?

Perlukah aku tahu?

==

 

hari ini kami dapat pulang lebih awal

suatu hal yang langka bagi orang orang yang sudah bekerja

ditambah lagi jika diteruskan

mungkin aku akan terus terbenam di antara tumpukan kertas kertas itu

 

jadi kuputuskan untuk menjemput adik ku saja

jika aku tak salah dia masih ada di sekolah jam segini

 

kakak dan adik sekolahnya beda

sekolah adik agak lebih dekat dengan tempat ku bekerja

karena itu aku putuskan untuk jalan kaki saja

lagi pula hari ini tak begitu panas

 

tapi namanya wanita

sebisa mungkin pakai perlindungan dari panas

 

tak terkecuali aku

 

kupinjam topi dari rekan kerja yang tak begitu aku kenal

dan berangkatlah aku

 

==

 

sebetulnya ada banyak jalan yang bisa aku pilih

aku bisa piih jalan dekat sawah

aku bisa pilih jalan yang sudah beraspal

aku bisa pilih jalan jalan gang kecil

bahkan aku bisa pilih jalan melewati bukit kecil yang masih penuh dengan pepohonan

 

semua pernah aku coba

semua punya nilainya masih masing

 

hari ini

aku tak tahu mengapa aku memilih jalan lewat bukit kecil itu

 

tidak. . .

 

aku bohong

aku pilih jalan itu karena aku tahu

karena aku mendengar sayup sayup paduan suara kumbang

 

jika hujan jalan disini sangat licin jadi kau harus berhati hati

tapi hari ini cerah

sehingga tatanan batu yang menjadi jalan terlihat jelas

walaupun daun daun berjatuhan berusaha untuk menutupi

 

meskipun jalanan ini menaiki bukit

tapi jalan ini bukan menjadi jalan yang sulit

sehingga aku dengan mudahnya sampai di puncak bukit ini

 

meskipun di puncak, bukit ini terlalu kecil untuk melihat seluruh desa

masih lebih rendah dari rumah kami

 

sejenak aku berhenti

sejenak aku menikmati paduan suara kumbang yang entah ada dimana

sejenak aku menikmati pemandangan yang bisa ditawarkan bukit ini

 

huh

aku kurang kerjaan

aku masih harus turun dan kesekolah adik ku

 

tapi

angin tiba tiba saja mencuri topi ku dan menyimpannya di dahan sana

 

ah bercanda

aku mana bisa memanjat pohon ini

terlebih aku sekarang pakai rok

 

tapi mau bagaimana? itu bukan topi ku

 

apaboleh buat

aku letakkan kakiku di pijakan pertama

lalu kedua

lalu ketiga

dan

 

memang mustahil

aku bukan pemanjat professional

 

aku tahu apa yang akan terjadi

tapi aku aku bisa apa?

selain menutup mataku

 

.

.

.

 

hei. . .

 

apakah kau mengutit ku sedari tadi?

 

hei

 

sejak kapan kamu disini?

 

mungkin saat ini waktu ku dan waktu mu tak sejalan

bagi ku waktu terhenti begitu saja

 

kamu tanya keadaan ku

 

aku tahu kamu tanya itu

tapi bisa apa?

butuh waktu yang lama bagi otakku untuk mencerna semua ini

 

segera setelah kau petik jari mu

barulah aku tersadar dari lamunan ku

 

baru mau aku mencoba untuk berdiri

tapi aku tak tahu

kaki ku ada luka  ternyata

langsung saja aku terduduk di atas tumpukan  daun daun kering ini

 

ah

bukan kan ini semua ini hanya terjadi di layar kaca? di lembar buku cerita?

 

hmm

seolah menjadi pengkhianat

aku mulai menyalahkan diriku sendiri mengapa aku melewati jalan ini?

 

 

stelah kau ambil topi merah itu

kau tanyakan lagi keadaan ku

 

aku tak menjawab

 

tapi kau langsung tahu

 

maka dari itu

siang iitu

 

kau membawaku di punggung mu. . .

 

 

 

 

**************************************************

hari itu adikku melihat kakaknya dalam keadaan yang menyedihkan

hari itu pula adikku menagih janji ku

maka ku pastikan jika aku tak akan lupa janjiku

 

hari itu adikku memaksamu

mungkin karena tak tega mu jadi kau menurut

 

hari itu

kami jalan pulang bertiga. . .

**************************************************