<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Puisi Archives &#8902; Penulispro.net</title>
	<atom:link href="https://penulispro.net/category/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://penulispro.net/category/puisi/</link>
	<description>100% Atlet Senam Jari Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2015 06:57:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>rasa</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/08/rasa/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/08/rasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Apriani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2015 03:37:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/?p=4884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku merindukanmu</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/rasa/">rasa</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aku merindukanmu</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/rasa/">rasa</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/08/rasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teman Hidup, Love is You!</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/04/teman-hidup-love-is-you/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/04/teman-hidup-love-is-you/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ziah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2015 05:32:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Arti Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Move On]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>
		<category><![CDATA[Teman Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/04/teman-hidup-love-is-you/</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku, berdua kita hadapi dunia”. Pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan sepenggal lirik lagu tersebut. Iya, lagu berjudul Teman Hidup milik Tulus. Lalu, apa sih teman hidup itu? Kamu adalah Separuh Jiwaku   Sejak pertama kali bertukar sapa denganmu, detak jantungku seketika berdetak begitu kencang. Bahkan lebih kencang dibandingkan kereta ... <a title="Teman Hidup, Love is You!" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/04/teman-hidup-love-is-you/" aria-label="Read more about Teman Hidup, Love is You!">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/04/teman-hidup-love-is-you/">Teman Hidup, Love is You!</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku, berdua kita hadapi dunia”. Pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan sepenggal lirik lagu tersebut. Iya, lagu berjudul Teman Hidup milik Tulus. Lalu, apa sih <a title="teman hidup love is you" href="https://penulispro.net/2015/04/teman-hidup-love-is-you/">teman hidup</a> itu?</p>
<p><strong>Kamu adalah Separuh Jiwaku</strong></p>
<figure style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="attachment-full " src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/04/me-and-you.jpg" alt="me and you" width="740" height="400" /><figcaption class="wp-caption-text">me and you | foto : laurabrookekeith.wordpress.com</figcaption></figure>
<p> </p>
<p>Sejak pertama kali bertukar sapa denganmu, detak jantungku seketika berdetak begitu kencang. Bahkan lebih kencang dibandingkan kereta api yang sedang melaju. Apakah itu cinta?</p>
<p>Ah, rasanya terlalu cepat mendefinisikan cinta pada pertemuan pertama. Mungkin saja rasa itu hanya bersemilir seperti angin yang lewat. Datang dan pergi begitu saja.</p>
<p>Namun semakin aku abaikan, hati ini semakin berontak. Hingga akhirnya aku pahami, kalau inilah yang namanya cinta pada pandangan pertama. Terdengar klise, namun inilah kenyataannya.</p>
<p>Aku sadar, bahwa sudah banyak mahluk berjenis kelamin perempuan hadir di dalam kehidupanmu. Entah hanya sekadar numpang lewat, rehat, atau mungkin berdiam cukup lama di dalam hatimu.</p>
<p>Namun yang pasti, aku lihat kini hatimu kosong, mirip rumah tua yang sudah lama tak dihuni. Berdebu, usang, hening, kosong, itulah hatimu. Lalu, kemana penghuninya?</p>
<p>Aku tak peduli siapa dan kemana <a title="teman hidup" href="https://penulispro.net">penghuni</a> lama itu pergi. Yang aku pedulikan adalah bagaimana caranya menata kembali hati yang kosong itu menjadi berwarna. Jangan tanyakan warna apa yang akan menghiasi hati itu. Yang jelas, akulah yang akan memoleskan beragam warna dalam kehidupanmu.</p>
<figure style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="attachment-full" src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/04/kunci.jpg" alt="kunci" width="740" height="400" /><figcaption class="wp-caption-text">kunci | foto : inanutshell</figcaption></figure>
<p> </p>
<p>Kunci, mana kunci? Aku tak bisa masuk ke ruang hatimu, jika kau masih menguncinya. Tak bagus jika menutup sebuah ruangan terlalu lama, karena pasti akan terasa pengap. Begitu pula halnya dengan hati. Janganlah menutupnya terlalu lama, biarkan calon penghuni baru untuk melihat-lihat terlebih dahulu.</p>
<p>Sulit sekali rasanya memintamu untuk membukakan pintu hati. Hingga akhirnya, kau membukanya secara perlahan. Pertama kali melangkahkan kaki menuju hatimu, aku baru tahu alasan mengapa kau tutup rapat hati ini.</p>
<p>Iya, dinding-dinding hatimu terlihat rapuh, terkelupas, dan lusuh. Ternyata penghuni lamanya tak pandai menjaga hati ini dengan baik. Tapi jangan khawatir, aku berjanji akan menjaga hati ini dengan sebaik-baiknya. Hanya wanita bodohlah yang meninggalkanmu begitu saja.</p>
<p>Yeee, aku berhasil menelusuri setiap ruang hatimu. Jadi, ruangan mana yang bisa aku tempati? Ruang pertemanan, ruang persahabatan, ruang perjodohan atau ruang teman hidup? Ahhh, tak usah berharap lebih, ditempatkan di ruang pertemanan pun tak apa. Toh, nanti juga kau akan memindahkanku ke ruang teman hidup.</p>
<p>Tunggu sebentar, mahluk yang berjenis kelamin perempuan kan sangat banyak. Tentu kau punya kriteria tertentu dalam memilih pendamping hidup bukan?</p>
<figure style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="attachment-full" src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/04/cantik.jpg" alt="cantik" width="740" height="400" /><figcaption class="wp-caption-text">cantik | foto : hijabvisers</figcaption></figure>
<p> </p>
<p>Sudah lumrah rasanya jika paras menjadi nomor utamanya. Aku memang tak secantik bidadari, tapi untuk tampil cantik dimatamu, aku mampu. Aku memang tak pandai untuk memoles wajah dengan make up, namun untuk berdandan sederhana, aku mampu.</p>
<p>Kriteria lainnya mungkin memasak. Iya, setiap mahluk yang berjenis kelamin laki-laki pasti mengharapkan sosok pendamping yang bisa memasak. Aku memang bukan koki handal, tapi untuk membuatkan makanan kesukaanmu, aku mampu. </p>
<p>Menjadi calon <a title="perihal kita aku dan kamu" href="https://penulispro.net/2014/08/perihal-kita-aku-dan-kamu/">menantu</a> tak terbatas menikah dengan si dia, tapi juga harus bisa ‘menikahi’ keluarganya. Jadi langkah pertama untuk mendapatkan hatinya adalah dengan mendekati keluarganya, terutama ibunya.</p>
<p>Sudah bukan rahasia umum lagi, mahluk berlabel laki-laki biasanya sangat menghargai pendapat ibunya. Tak jarang hal itu memberikan pengaruh besar untuk kehidupannya, terutama soal pasangan hidup.</p>
<p>Iya, aku memang bukan calon menantu yang siaga, tapi untuk menjaga dan merawat ibumu aku mampu. Aku memang tidak bisa menjaga ibumu 24 jam non stop, tapi untuk menanyakan kabar disela-sela waktu sibukku, aku mampu.</p>
<p>Aku bukanlah wanita yang sempurna, tapi untuk menjaga cinta ini tetap utuh, akan ku upayakan. Karena bagiku, kaulah teman. Teman biasa yang bermetamorfosis menjadi teman hidup.</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/04/teman-hidup-love-is-you/">Teman Hidup, Love is You!</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/04/teman-hidup-love-is-you/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Doa Seorang Anak</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/01/doa-seorang-anak/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/01/doa-seorang-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Isabella]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2015 16:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Seorang Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/01/doa-seorang-anak/</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Terima kasih Mommi dan Daddy&#8230;&#8221;   Di dalam doamu kau sebut namaku&#8230; Di dalam harapmu kau sebut namaku&#8230; Di dalam segala hal namaku di hatimu&#8230;   Tak dapat kubalas cintamu, ayahku&#8230; Tak akan kulupakan nasehatmu, ibuku&#8230; Hormati orang tuamu agar lanjut umurmu di bumi&#8230;   Terima kasih ayah dan ibu&#8230; Kasih sayangmu kepadaku&#8230; Pengorbananmu meneteskan ... <a title="Doa Seorang Anak" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/01/doa-seorang-anak/" aria-label="Read more about Doa Seorang Anak">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/01/doa-seorang-anak/">Doa Seorang Anak</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong>&#8220;Terima kasih Mommi dan Daddy&#8230;&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify"> </p>
<p style="text-align: justify">Di dalam doamu kau sebut namaku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Di dalam harapmu kau sebut namaku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Di dalam segala hal namaku di hatimu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify"> </p>
<p style="text-align: justify">Tak dapat kubalas cintamu, ayahku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Tak akan kulupakan nasehatmu, ibuku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Hormati orang tuamu agar lanjut umurmu di bumi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify"> </p>
<p style="text-align: justify">Terima kasih ayah dan ibu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Kasih sayangmu kepadaku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Pengorbananmu meneteskan peluh tuk kebahagiaanku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify"> </p>
<p style="text-align: justify">Tuhan lindungi ayah dan ibuku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Dalam doa kuberseru&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/01/doa-seorang-anak/">Doa Seorang Anak</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/01/doa-seorang-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dan Bintang Mencair Di Batas Vanilla</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/01/dan-bintang-mencair-di-batas-vanilla/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/01/dan-bintang-mencair-di-batas-vanilla/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lilsoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2015 10:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/01/dan-bintang-mencair-di-batas-vanilla/</guid>

					<description><![CDATA[<p>bukan pada pagi yang sejuk.hanya tegur sapa seadanya saja.kataku katamu yang masih berpendar bebas hingga mengujung di angkasa, terbias hingga seperti vanilla.bukan pada yang manis dan cantik sepertinya.apa, pelangi?juga bukan (kataku) tengoklah, sedikit saja. disana tlah tertulis.satu permintaan, atau dua, atau tiga atau bahkan beribu. darimu bukan ?yang tlah tersusun rapih seperti pola-pola pasir di ... <a title="Dan Bintang Mencair Di Batas Vanilla" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/01/dan-bintang-mencair-di-batas-vanilla/" aria-label="Read more about Dan Bintang Mencair Di Batas Vanilla">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/01/dan-bintang-mencair-di-batas-vanilla/">Dan Bintang Mencair Di Batas Vanilla</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>bukan pada pagi yang sejuk.<br />hanya tegur sapa seadanya saja.<br />kataku katamu yang masih berpendar bebas hingga mengujung di angkasa, terbias hingga seperti vanilla.<br />bukan pada yang manis dan cantik sepertinya.<br />apa, pelangi?<br />juga bukan (kataku)</p>
<p>tengoklah, sedikit saja. disana tlah tertulis.<br />satu permintaan, atau dua, atau tiga atau bahkan beribu. <br />darimu bukan ?<br />yang tlah tersusun rapih seperti pola-pola pasir di luasnya Sahara<br />yang kau rangkai bersama takdir kecilmu oleh tanganmu yang menaungi mimpi abu-abumu</p>
<p>dan ketika bintang tlah mencair menetes di balik ubun-ubunmu, petunjuk arahmu sedikit pudar<br />akan terlihat samar dan semakin berpendar abstrak tanpa algoritma lagi<br />dikatakan sia-sia, tak tega rasanya<br />sepertinya kemarin baru saja yang ada adalah senja tak berfatamorgana<br />lalu angin-angin yang hanya mengombang-ambingkan segembong frasa yang belum tepat berdiri tegak<br />rasanya tubuh meluruh dan gontai menjadi satu di persimpagan jalan tanpa penunjuk arah</p>
<p>aih, rasanya ingin sekali satu kali saja kau lukiskan lagi bersama tinta warna merah mudamu<br />sedikit merah dengan putih yang berpendar menjadi warna yang cukup bersahaja<br />tanpa kata tanpa bahasa tak apalah<br />abstraksi itu aku cukup suka<br />ambigu ?<br />iya&#8230;<br />karna, biarlah hanya aku dan Tuhanlah yang tahu<br />bukankah kebaikan itu ditujukan padaNya?</p>
<p>sembari menghitung tetesan bintang yang mencair,<br />menampungnya dalam satu kendi hitam yang kan aku bawanya ia di ujungnya lingkaran ini<br />menyusunnya kembali, tanpa batas lagi, tanpa abu-abu lagi<br />lalu disana aku tatap wajahku sendiri pada  bias bayangan mentari<br />tak tampak, hanya hitam sedikit putih tanpa warna merah muda lagi</p>
<p>aih, sambil ku torehkan sajak kecil ini di papan kayu yang tlah usang<br />biar aku jadikan sampan yang kelak kan membawa aku ke bintang<br />hingga akhir, hingga terjuntai seutas cerita yang tak elok namun cukup berwarna<br />lalu, kita berjapat dengan tangan yang sejuk menggenggam hidup<br />di akhir cerita&#8230; di akhir bintang padam.</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/01/dan-bintang-mencair-di-batas-vanilla/">Dan Bintang Mencair Di Batas Vanilla</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/01/dan-bintang-mencair-di-batas-vanilla/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sahabat</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/01/sahabat/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/01/sahabat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Isabella]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2015 04:38:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/?p=3900</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Sahabat&#8230; aku tak akan pernah melupakanmu setiap saat&#8230;&#8221;   Aku tahu penderitaanmu dan kesusahanmu, sahabat&#8230; Aku tahu semua apa yang kau rasakan selama ini, sahabat&#8230; Sahabat itu tidak akan menjerumuskan kau dari jeratan lingkaran setan&#8230; Sahabat, tahukah bahwa aku ingin merengkuhmu dari segala penderitaanmu? Anggaplah aku sebagai bagian dari hidupmu, sahabat&#8230; Kau telah mengenalku bukan ... <a title="Sahabat" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/01/sahabat/" aria-label="Read more about Sahabat">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/01/sahabat/">Sahabat</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><i>&#8220;Sahabat&#8230; aku tak akan pernah melupakanmu setiap saat&#8230;&#8221;</i></p>
<p style="text-align: justify"> </p>
<p style="text-align: justify">Aku tahu penderitaanmu dan kesusahanmu, sahabat&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Aku tahu semua apa yang kau rasakan selama ini, sahabat&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Sahabat itu tidak akan menjerumuskan kau dari jeratan lingkaran setan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Sahabat,</p>
<p style="text-align: justify">tahukah bahwa aku ingin merengkuhmu dari segala penderitaanmu?</p>
<p style="text-align: justify">Anggaplah aku sebagai bagian dari hidupmu, sahabat&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Kau telah mengenalku bukan sebagai teman namun sebagai sahabat sekaligus saudara&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Aku mencintaimu, sahabatmu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Aku menyayangimu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">Aku ingin membantumu untuk meringankan beban penderitaanmu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify"> </p>
<p style="text-align: right">Yogyakarta, 09.01.2015</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/01/sahabat/">Sahabat</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/01/sahabat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surga-Nya Ada Ditelapak Kakimu, Ibu&#8230;</title>
		<link>https://penulispro.net/2014/12/surga-nya-ada-ditelapak-kakimu-ibu/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2014/12/surga-nya-ada-ditelapak-kakimu-ibu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ziah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2014 05:04:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Sayang Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengorbanan Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Surga di Telapak Kaki Ibu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2014/12/surga-nya-ada-ditelapak-kakimu-ibu/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibu rela mempertaruhkan nyawanya, agar kita terlahirIbu rela bangun malam, demi menenangkan kita yang terus menangisIbu rela waktunya dihabiskan untuk merawat kita. Ibu tak pernah mengeluh, meski lelahIbu tak pernah marah, meski kesalIbu tak pernah menangis, meski sedihIbu kau pandai menyembunyikan segala keluh kesah Ibu mengajarkan arti hidupTetap kuat, meski badai menghadapTetap tegar, meski hati ... <a title="Surga-Nya Ada Ditelapak Kakimu, Ibu&#8230;" class="read-more" href="https://penulispro.net/2014/12/surga-nya-ada-ditelapak-kakimu-ibu/" aria-label="Read more about Surga-Nya Ada Ditelapak Kakimu, Ibu&#8230;">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/12/surga-nya-ada-ditelapak-kakimu-ibu/">Surga-Nya Ada Ditelapak Kakimu, Ibu&#8230;</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu rela mempertaruhkan nyawanya, agar kita terlahir<br />Ibu rela bangun malam, demi menenangkan kita yang terus menangis<br />Ibu rela waktunya dihabiskan untuk merawat kita.</p>
<p>Ibu tak pernah mengeluh, meski lelah<br />Ibu tak pernah marah, meski kesal<br />Ibu tak pernah menangis, meski sedih<br />Ibu kau pandai menyembunyikan segala keluh kesah</p>
<p>Ibu mengajarkan arti hidup<br />Tetap kuat, meski badai menghadap<br />Tetap tegar, meski hati menangis<br />Tetap berjuang, meski lelah</p>
<p>Wajahnya yang dulu lembut, sekarang sudah keriput dimakan usia<br />Tubuhnya yang dulu tegap, sekarang sudah bungkuk karena menahan beban tubuh kita.</p>
<p>Terima kasih ibu<br />Sudah sudi menjadi penerang dalam kegelapan<br />Menjadi pelipur lara, saat kesedihan datang<br />Menjadi tempat mencurahkan segala hal</p>
<p>Terima kasih ibu…<br />Terima kasih atas segala pengorbananmu<br />Maaf aku belum bisa membahagiakanmu<br />Tapi aku berjanji, suatu saat akan membuatmu bangga<br />Bangga mempunyai anak sepertiku</p>
<p>Kalau Tuhan memberikan satu permohonan<br />Aku hanya ingin surga-Nya<br />Surga di telapak kakimu, Ibu….</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/12/surga-nya-ada-ditelapak-kakimu-ibu/">Surga-Nya Ada Ditelapak Kakimu, Ibu&#8230;</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2014/12/surga-nya-ada-ditelapak-kakimu-ibu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sayonara Goodbye</title>
		<link>https://penulispro.net/2014/11/sayonara-goodbye/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2014/11/sayonara-goodbye/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ziah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2014 07:57:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Arti Perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Makna Perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[Momen Perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa Canda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2014/11/sayonara-goodbye/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat-saat seperti ini tidak akan terjadi lagitawa dan canda yang biasa kita lontarkan tak akan terdengar lagihanya ada suara isak tangis dan haru dari sekitarsaatnya berpisah dengan kalian entah kita dapat bertemu lagi atau tidakentah kita dapat berkumpul lagi atau tidakkita tidak tau.. jika waktu dapat diputaraku menginginkan kebahagiaan itu kembalidan terulang lagi ini bukanlah ... <a title="Sayonara Goodbye" class="read-more" href="https://penulispro.net/2014/11/sayonara-goodbye/" aria-label="Read more about Sayonara Goodbye">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/11/sayonara-goodbye/">Sayonara Goodbye</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat-saat seperti ini tidak akan terjadi lagi<br />tawa dan canda yang biasa kita lontarkan tak akan terdengar lagi<br />hanya ada suara isak tangis dan haru dari sekitar<br />saatnya berpisah dengan kalian</p>
<p>entah kita dapat bertemu lagi atau tidak<br />entah kita dapat berkumpul lagi atau tidak<br />kita tidak tau..</p>
<p>jika waktu dapat diputar<br />aku menginginkan kebahagiaan itu kembali<br />dan terulang lagi</p>
<p>ini bukanlah akhir namun ini hanyalah perpisahan<br />dan merupakan awal dari kehidupan kita yang baru</p>
<p>kenangan indah ini tak akan pernah kita lupakan<br />walau berat rasanya tapi kita akan tetap tegar<br />walau kita terpisah jauh<br />kenangan kita tak akan sirna</p>
<p>tetesan air mata tak akan pernah jatuh<br />karena dengan jatuhnya tetesan air mata ini<br />semua kenangan bersama kita akan sirna juga</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/11/sayonara-goodbye/">Sayonara Goodbye</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2014/11/sayonara-goodbye/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LAGU JAZZ UNTUK PRIANTINI</title>
		<link>https://penulispro.net/2014/09/lagu-jazz-untuk-priantini/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2014/09/lagu-jazz-untuk-priantini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wijak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2014 08:57:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Analek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2014/09/lagu-jazz-untuk-priantini/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siang; geliat hujan meruntuhkan bulu-bulu mata kita, sebuah perjanjianluput di atas warna suplir yang sedikit luntur, ia membaringkannya: sebuah puisi,sebuah ricik dalam ketiadaan. Semisal bayang-bayang yang susut sendiri,adahalnya waktu, tiba dari arah pintu, menunggu untuk diimpikan. Seperti hendak menangis, “kapan hujan berhenti berbisik? Sedangkan kau―menyusutkan senyum dan merindukan ketukan dibalik pintu, mungkin menungguhujan akan segera ... <a title="LAGU JAZZ UNTUK PRIANTINI" class="read-more" href="https://penulispro.net/2014/09/lagu-jazz-untuk-priantini/" aria-label="Read more about LAGU JAZZ UNTUK PRIANTINI">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/09/lagu-jazz-untuk-priantini/">LAGU JAZZ UNTUK PRIANTINI</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Siang; geliat hujan meruntuhkan bulu-bulu mata kita, sebuah perjanjian<br />luput di atas warna suplir yang sedikit luntur, ia membaringkannya: sebuah puisi,<br />sebuah ricik dalam ketiadaan. Semisal bayang-bayang yang susut sendiri,<br />adahalnya waktu, tiba dari arah pintu, menunggu untuk diimpikan.</p>
<p>Seperti hendak menangis, “kapan hujan berhenti berbisik? Sedangkan kau―<br />menyusutkan senyum dan merindukan ketukan dibalik pintu, mungkin menunggu<br />hujan akan segera masuk ke dalam tanah.”</p>
<p>Kami sedang menanti, lambaian sarung tangan dalam hujan. Siapa juga yang <br />hendak mengenalnya! “Kemarilah, susutkan rindumu di atas daun teh, sebab hari <br />akan terus berulang, demikian tawa kita.” Semakin lengkap debu di atas buku, dan waktu <br />yang berjalan di atas gerigi jam, “ia tak melihatnya, jam tangan itu.”</p>
<p><strong><em>                                                                                    Banjaran, Maret 2012</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/09/lagu-jazz-untuk-priantini/">LAGU JAZZ UNTUK PRIANTINI</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2014/09/lagu-jazz-untuk-priantini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Mekar di Kerumunan Bangkai</title>
		<link>https://penulispro.net/2014/08/yang-mekar-di-kerumunan-bangkai/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2014/08/yang-mekar-di-kerumunan-bangkai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Isa Jatinegara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2014 02:40:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2014/08/yang-mekar-di-kerumunan-bangkai/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yang mekar di kerumunan bangkai Kepada yang indah. Harum, dan mekar yang tak boleh ku petik   Yang mekar di kerumunan bangkai kau tak ku undang! Tanpa norma sebut nama dengan menotok meridian jantungku Kau kira jantungku ini kosmik! sanggup memanggul namamu seakan asteroid laiknya   Yang harum di waktu yang tak terduga Menjadi garis ... <a title="Yang Mekar di Kerumunan Bangkai" class="read-more" href="https://penulispro.net/2014/08/yang-mekar-di-kerumunan-bangkai/" aria-label="Read more about Yang Mekar di Kerumunan Bangkai">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/08/yang-mekar-di-kerumunan-bangkai/">Yang Mekar di Kerumunan Bangkai</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Yang mekar di kerumunan bangkai</h2>
<p><strong>Kepada yang indah. Harum, dan mekar yang tak boleh ku petik</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Yang mekar di kerumunan bangkai</p>
<p>kau tak ku undang!</p>
<p>Tanpa norma sebut nama dengan menotok meridian jantungku</p>
<p>Kau kira jantungku ini kosmik! sanggup memanggul namamu seakan asteroid laiknya</p>
<p> </p>
<p>Yang harum di waktu yang tak terduga</p>
<p>Menjadi garis luka pada lukisan abstrak sang seniman</p>
<p>Menjadi syair doa yang kehilangan kiblatnya</p>
<p>Menjadi do-re-mi yang  tak berbunyi</p>
<p>Menjadi harapan akan penantian Yang indah Yang harum Yang mekar yang tak boleh kupetik</p>
<p> </p>
<p>Yang mekar selalu saja membunuhku</p>
<p>Pada air pada api pada tanah pada angin pada besi pada bumi yang kupijak</p>
<p>Ini tanah rakyat! bukan milik simbahmu</p>
<p>Pergi kataku..</p>
<p>Tapi kau tak mendengar tak bisa tak pernah!</p>
<p> </p>
<p>Aku laki-laki dengan belati terhunus</p>
<p>Coba bunuh rasa ini bersama Yang indah Yang harum Yang mekar, di saat jiwa merindukan jalan pulang </p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/08/yang-mekar-di-kerumunan-bangkai/">Yang Mekar di Kerumunan Bangkai</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2014/08/yang-mekar-di-kerumunan-bangkai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PUISI PAGI, NAMANYA</title>
		<link>https://penulispro.net/2014/08/puisi-pagi-namanya/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2014/08/puisi-pagi-namanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wijak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2014 03:07:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Analekta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2014/08/puisi-pagi-namanya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8211;yang semakin merapat ke dalam sepimenggugat keramaian abadi;waktu, memungut setia swara-swaramusatu persatubegitu rapi bukan sepi, menjebakmu ke dalam secangkir pagidan menerbangkan keadaan fanake arah matahari.keranting-ranting cuacamenunggu rajutan hitam itu menghisapnya telah sampai berita; waktu,memungutmu dari dering angka-angka. yang kita buat―sejak puisi ini bersitahan di atas meja, dan biru―sia-sia menyebutnya tanda Tanya Kebun kecil, 24 Mei ... <a title="PUISI PAGI, NAMANYA" class="read-more" href="https://penulispro.net/2014/08/puisi-pagi-namanya/" aria-label="Read more about PUISI PAGI, NAMANYA">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/08/puisi-pagi-namanya/">PUISI PAGI, NAMANYA</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8211;yang semakin merapat ke dalam sepi<br />menggugat keramaian abadi;<br />waktu, memungut setia swara-swaramu<br />satu persatu<br />begitu rapi</p>
<p>bukan sepi, menjebakmu ke dalam secangkir pagi<br />dan menerbangkan keadaan fana<br />ke arah matahari.<br />keranting-ranting cuaca<br />menunggu rajutan hitam itu menghisapnya</p>
<p>telah sampai berita; waktu,<br />memungutmu dari dering angka-angka. yang kita buat―<br />sejak puisi ini bersitahan di atas meja, dan biru―<br />sia-sia menyebutnya tanda Tanya</p>
<p><em><strong>Kebun kecil, 24 Mei 2012</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/08/puisi-pagi-namanya/">PUISI PAGI, NAMANYA</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2014/08/puisi-pagi-namanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
