<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buku Archives &#8902; Penulispro.net</title>
	<atom:link href="https://penulispro.net/category/buku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://penulispro.net/category/buku/</link>
	<description>100% Atlet Senam Jari Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2015 08:45:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>Tips Menulis Buku Nonfiksi</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/09/tips-menulis-buku-nonfiksi/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/09/tips-menulis-buku-nonfiksi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yusnu Iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2015 08:45:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Ok!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/?p=5619</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah bergabung dengan agensi naskah atau menjalin hubungan dengan penerbit-penerbit bukan? Sekarang saatnya bertindak membuat naskah utuh. Bila Anda penulis pemula seperti saya ini, sebaiknya bergabung dulu dengan agensi naskah. Mengapa? Penulisan naskah tak melulu hanya soal bagaimana teknik-teknik menulis saja seperti pengumpulan data, analisis, membuat pembahasan sampai dengan pesan yang ingin disampaikan dari naskah ... <a title="Tips Menulis Buku Nonfiksi" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/09/tips-menulis-buku-nonfiksi/" aria-label="Read more about Tips Menulis Buku Nonfiksi">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/09/tips-menulis-buku-nonfiksi/">Tips Menulis Buku Nonfiksi</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah bergabung dengan agensi naskah atau menjalin hubungan dengan penerbit-penerbit bukan? Sekarang saatnya bertindak membuat naskah utuh. Bila Anda penulis pemula seperti saya ini, sebaiknya bergabung dulu dengan agensi naskah. Mengapa? Penulisan naskah tak melulu hanya soal bagaimana teknik-teknik menulis saja seperti pengumpulan data, analisis, membuat pembahasan sampai dengan pesan yang ingin disampaikan dari naskah buku non-fiksi ini. Ada hal yang lebih penting, yaitu manajemen pembuatan naskah. Bergabung dengan agensi naskah akan memaksa seorang penulis memiliki tanggung jawab terhadap naskah yang sedang dibuatnya. Terutama naskah yang memiliki perjanjian kerja dengan agensi naskah.</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://birdbody.blogspot.co.id/search/label/Buku%20Karyaku" target="_blank"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-5620" src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/09/membuat-naskah-300x225.jpg" alt="membuat naskah" width="300" height="225" srcset="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/09/membuat-naskah-300x225.jpg 300w, https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/09/membuat-naskah-600x450.jpg 600w, https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/09/membuat-naskah-390x293.jpg 390w, https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/09/membuat-naskah.jpg 860w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></p>
<p>Untuk teknik penulisan naskah nonfiksi. Ambil semua data-data yang berkaitan dengan judul atau tema naskah. Sumber bisa dari mana saja. Entah internet, buku-buku teks, pengalaman sendiri, pengamatan lapangan, uji coba, interview dengan nara sumber dll. Tulis apa adanya data-data yang sudah diperoleh. Sesuaikan data-data yang sudah diambil ke dalam outline naskah. Pada tahap awal ini, naskah akan terlihat berantakan, isi naskah juga tak beraturan. Bila dicek dengan software plagiasi akan mendapat skor rendah. Naskah kasar inilah yang akan menjadikan gambaran seperti apa hasil akhir naskah nantinya. Yang terpenting, kita sudah memperoleh garis-garis besar, kerangka-kerangka dasar penulisan dan data-data yang akan melengkapinya.</p>
<p>Setelah sekiranya data-data mencukupi, saatnya memoles naskah kasar tersebut. Ini diibaratkan seperti seorang pemahat yang sedang membuat patung. Analisis data-data yang diperoleh dan tuangkan ke dalam naskah. Jangan takut dengan semua ide yang terlintas. Walau tampak aneh atau tidak sinkron. Biarkan saja ide-ide mengalir sesuai dengan kerangka dasar naskah yang sudah dibuat. Terkadang, saat menulis teringat pada satu gagasan atau ide yang tertinggal di bab-bab lain. Jangan sungkan-sungkan menuliskannya di bab-bab yang dimaksud. Terus lakukan penulisan naskah sampai selesai.</p>
<p>Setelah itu, baca ulang kembali naskah yang sudah setengah jadi tersebut di hari lain. Nanti akan tampak kekurangan atau terlalu berlebihan pembahasannya. Jangan ragu-ragu untuk membuang materi-materi yang tidak sinkron atau tidak diperlukan. Terus saja edit isi materi naskah sampai menjadi satu kesatuan naskah yang utuh dan bisa tersampaikan dengan jelas isi naskah secara keseluruhan.</p>
<p>Yang terakhir, edit tata bahasanya. SPOK tiap-tiap kalimat, diksi tiap paragraf, diksi tiap subbab, diksi tiap bab hingga sampai pada pesan keseluruhan naskah. Buat sebisa mungkin antar kalimat mengalir, antar paragraf mengalir hingga antar bab membentuk satu koherensi naskah sesuai tema atau judul. Jangan segan-segan membuang kata-kata yang berlebih atau tidak perlu. Usahakan juga setiap kalimat memiliki 1 makna atau pesan. Terlalu banyak ide dalam 1 kalimat akan membingungkan diri sendiri untuk melanjtukan kalimat-kalimat selanjutnya. Anda sendiri bingung, apalagi dengan orang lain yang nantinya akan menjadi calon pembaca.</p>
<p>Terakhir, dan ini yang terpenting. Konsistensi menulis memang mahal harganya. Anda boleh cerdas, jenius, bertitel pendidikan tinggi, tapi itu tak ada gunanya kalau tidak ada &#8220;action&#8221;. Kita sangat mudah menilai orang lain, demikian pula sebaliknya. Orang bodoh pun mudah menilai orang lain itu bodoh. Kalau Anda tak pernah membuat apapun dan tak bisa memberi bukti nyata, tak akan ada yang mempercayaimu walau kita bersumpah atas nama Tuhan. Disiplin, komitmen sangatlah mahal. Lebih baik buktikan hasil kreasi kita sendiri walau hasilnya masih berantakan dan tidak enak. Daripada membuat naskah yang tampak rapi dan cepat, tapi setelah dicek, terbukti plagiasi.</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/09/tips-menulis-buku-nonfiksi/">Tips Menulis Buku Nonfiksi</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/09/tips-menulis-buku-nonfiksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Jitu Menerbitkan Buku lewat Self Publishing Indonesia</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muchtar Prawira Sholikhin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2015 14:53:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Self Publishing Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tips menerbitkan buku/]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara jitu menerbitkan buku lewat self publishing Indonesia. Sebuah alternatif menerbitkan buku yang bermutu selain melewati penerbit mayor. Waktu membuktikan, semakin berkembang sebuah industri, maka semakin bervariasi pula model bisnisnya. Salah satu contohnya ada Gojek. Dulu kita hanya mempunyai pilihan, kalau tidak ada angkot ya berarti ojek. Sedangkan tarif ojek bisa tiga sampai lima kali lipat ... <a title="Cara Jitu Menerbitkan Buku lewat Self Publishing Indonesia" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/" aria-label="Read more about Cara Jitu Menerbitkan Buku lewat Self Publishing Indonesia">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/">Cara Jitu Menerbitkan Buku lewat Self Publishing Indonesia</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/">Cara jitu menerbitkan buku lewat self publishing Indonesia</a>. Sebuah alternatif menerbitkan buku yang bermutu selain melewati penerbit mayor. Waktu membuktikan, semakin berkembang sebuah industri, maka semakin bervariasi pula model bisnisnya.</p>
<p>Salah satu contohnya ada <em>Gojek.</em> Dulu kita hanya mempunyai pilihan, kalau tidak ada angkot ya berarti ojek. Sedangkan tarif ojek bisa tiga sampai lima kali lipat dari angkot. Belum lagi bagi penumpang yang awam. Sopir ojek tak akan sungkan menaikkan lagi biaya.</p>
<p>Dengan permasalahan tersebut, muncullah <em>Gojek</em>. Perusahaan yang memberikan alternatif jasa antar jemput. Membuat pelanggan mulai beralih perlahan-lahan karena lebih efisien. Jasa serupa juga mulai menjamur di beberapa daerah. Sebut saja jasa ojek khusus perempuan, dan Grab Bike. Sekarang kamu bisa melihat semakin bervariasi model ojek. Menunjukkan bahwa bisnis ini semakin berkembang.</p>
<p>Begitu juga dengan industri penerbitan di Indonesia. Dahulu hanya ada perusahaan penerbitan buku. Seleksinya pun sangat susah ditembus. Belum lagi berbagai syarat lainnya. Namun hari ini kamu memiliki banyak pilihan. Salah satunya adalah self publishing. Jasa penerbitan yang semuanya kamu atur sendiri. Mulai dari naskah sampai pemasaran. Karena diatur sendiri, pemasukkanmu pun lebih besar dibanding lewat penerbit mayor.</p>
<p>Memang ada beberapa kelemahan dalam penerbitan alternatif. Salah satu permasalahan utamanya adalah penjualan yang lesu. Akhirnya penulis sendiri yang tekor karena banyak buku yang tidak terjual. Namun tidak jarang pula yang penjualannya meroket, sehingga bisa dijadikan pekerjaan utama. Kiat-kiat mereka yang sukses antara lain karena :</p>
<p><strong>1. Terkenal</strong><br /><strong>Yang terpenting adalah kamu banyak pengikut</strong></p>
<p><img decoding="async" class="attachment-full alignright" src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/08/221452_12504622042015_Farhat_Abbas1.jpg" alt="221452_12504622042015_Farhat_Abbas" width="330" height="279" /></p>
<p>Terkenal di sini bisa dibedakan menjadi dua aspek. Yaitu terkenal karena karyanya. Atau karena membuat sensasi. Aspek yang pertama sudah tidak perlu dijelaskan lagi. Orang-orang ini mempunyai kelebihan, ahli di bidangnya. Sehingga mereka mempunyai follower yang ingin berguru atau sekedar menikmati karyanya. Seperti dosen, mahasiswa yang sukses ke luar negeri, pendaki gunung, atau para internet marketing yang sudah membuktikan kemampuannya. Jika kamu ahli dalam bidang tertentu dan banyak yang mengapresiasi karyamu, mungkin saatnya mulai memikirkan untuk menerbitkan buku.</p>
<p>Atau jika belum ahli dalam suatu bidang, bisa mencoba cara ini. Membuat sensasi di media sosial atau televisi. Sehingga kamu bisa dikenal seluruh negeri. Andaikan lima persen saja dari keseluruhan penduduk Indonesia yang penasaran membeli bukumu, pasti langsung kaya raya. Kamu bisa mencontoh mereka yang sudah berhasil dengan cara ini. Mulai dari menjadi selebtweet, mengaku istri artis, membuat goyangan terbaru, atau bertengkar dengan tokoh terkenal. Setelah itu, kamu tinggal membuat buku untuk dijual. Namun cara ini hanya bagi kamu yang sudah tak kenal malu dan tak peduli gunjingan-gunjingan orang.</p>
<p>Bagaimanapun cara instan juga hanya akan bertahan sesaat. Serta isi yang berkualitas akan dikenang sepanjang masa. Jadi bagi kamu yang sekarang belum begitu ahli, bisa mulai memfokuskan pekerjaan dan hobi. Membuat beberapa prioritas utama dan mengesampingkan dulu keinginan-keinginan yang tidak terlalu penting. Selain agar dikenal banyak orang, juga agar kehidupanmu bisa lebih terarah.</p>
<p><strong>2. Marketing Adalah Ujung Tombak</strong><br /><strong>Apapun Produkmu, Pasti Melewati Tahap Ini</strong></p>
<p><img decoding="async" class="attachment-full alignleft" src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/08/unduhan-2.jpg" alt="unduhan-2" width="125" height="84" /></p>
<p>Sebagai orang yang menerbitkan buku sendiri. Kamu punya keleluasaan mengatur strategi pemasaranmu. Mereka yang sukses menjual bukunya tidak hanya asal menjualnya. Melainkan membuat strategi yang rinci. Mulai dari memasukkan buku ke beberapa distributor, penjual buku online juga bisa membuka pasar yang lebih luas. Selain itu komunitas-komunitas yang memiliki minat yang sama dengan tema buku bisa menjadi pasar yang menjanjikan.</p>
<p><strong>3. Teknis Memikat</strong><br /><strong>Selain Nama Penulis, Orang Akan Terpikat Lewat Isi</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="attachment-full alignright" src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/08/typing3.jpg" alt="typing3" width="239" height="153" /></p>
<p>Self publishing membuatmu harus merangkap beberapa profesi. Sehingga tidak jarang kualitas naskah jadi menurun. Kamu harus lebih bekerja keras menjaga kualitas naskah. Tidak boleh ada salah ketik atau tulisan yang mengganggu pembaca.</p>
<p>Desain cover buku juga sering menjadi daya tarik pembaca. Lebih baik membayar pembuat desain yang sudah berpengalaman daripada hanya sekedarnya. Jasa vanity publishing biasanya juga menyediakan desain cover sekalian. Namun tidak jarang desain mereka juga ala kadarnya.</p>
<p>Hal terpenting lainnya adalah hak cipta atau ISBN. Jika benar-benar menerbitkan secara mandiri, kamu tidak boleh lupa mengurusnya. Namun sudah ada paket pengurusan ISBN jika kamu menyerahkan kepada jasa penerbitan.</p>
<p><strong>4. Model Selain Buku Cetak, POD atau E-book</strong><br /><strong>Bagi Kamu Yang Minim Modal</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="attachment-full alignleft" src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/08/Woman-Reading-eBook.jpeg" alt="Woman-Reading-eBook" width="118" height="176" /></p>
<p>Menerbitkan secara pribadi mengharuskamu mengeluarkan uang yang banyak. Untuk menerbitkan sebanyak lima ratus eksemplar saja, bisa membutuhkan dana sampai delapan juta. Bagi kamu yang tidak memiliki uang dingin sebanyak itu, bisa mempertimbangkan alternatif lain. Salah satunya POD atau Print On Demand. Kamu tidak memiliki stok buku. Buku akan dicetak sesuai dengan pesanan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mencetak buku terlebih dahulu. Namun kamu harus bisa menyiasati waktu cetak yang lama.</p>
<p>Cara lainnya ialah <em>e-book.</em> Tidak perlu mencetak buku sama sekali, melainkan cukup membuat buku secara digital. Semua prosesnya bisa kamu lakukan sendiri lewat komputer pribadi. Kelemahan adalah pembaca lebih suka membaca buku cetak daripada <em>e-book</em>.</p>
<p><strong>5. Tidak Ada Yang Bisa Mengalahkan Kerja Keras</strong><br /><strong>Seperti Pendobrak Segala Pintu</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="attachment-full alignright" src="https://penulispro.net/wp-content/uploads/2015/08/Radit.jpg" alt="Radit" width="120" height="204" /></p>
<p>Last but not least. Apapun bidang yang kamu geluti, kerja keras menjadi kunci utama. Banyak mereka yang memiliki anugrah kemampuan di atas rata-rata, namun kalah oleh mereka yang pantang menyerah. Bisa kita contoh bagaimana sejarah Raditya Dika sebelum menjadi orang paling top di jagat twitter Indonesia. Bukunya tak ada yang laku, meskipun dia roadshow kemana-mana. Namun berkat kegigihan, dia bisa mencapai puncak. <a href="https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/">Cara-cara menerbitkan lewat self publishing Indonesia</a> di atas tidak akan manjur jika tidak dibarengi dengan kerja keras.</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/">Cara Jitu Menerbitkan Buku lewat Self Publishing Indonesia</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/08/cara-jitu-menerbitkan-buku-lewat-self-publishing-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbagai Cara Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/08/berbagai-cara-menerbitkan-buku-untuk-penulis-pemula/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/08/berbagai-cara-menerbitkan-buku-untuk-penulis-pemula/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[senjanila]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2015 14:11:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[cara menerbitkan buku]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Penulis Buku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/08/berbagai-cara-menerbitkan-buku-untuk-penulis-pemula/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita akan membahas tentang berbagai cara menerbitkan buku untuk penulis pemula. Penulis pemula atau penulis baru tentu ingin karyanya dibukukan dan dibaca oleh masyarakat luas. Ada rasa bangga jika sudah mampu menulis sebuah buku yang diterbitkan. Namun memang tak semua orang bisa menerbitkan buku yang layak. Lalu bagaimana caranya? Berikut ini bebagai cara menerbitkan buku ... <a title="Berbagai Cara Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/08/berbagai-cara-menerbitkan-buku-untuk-penulis-pemula/" aria-label="Read more about Berbagai Cara Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/berbagai-cara-menerbitkan-buku-untuk-penulis-pemula/">Berbagai Cara Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kita akan membahas tentang berbagai cara menerbitkan buku untuk penulis pemula. Penulis pemula atau penulis baru tentu ingin karyanya dibukukan dan dibaca oleh masyarakat luas. Ada rasa bangga jika sudah mampu menulis sebuah buku yang diterbitkan. Namun memang tak semua orang bisa menerbitkan buku yang layak. Lalu bagaimana caranya? Berikut ini bebagai <a href="https://penulispro.net/">cara menerbitkan buku untuk penulis pemula</a>:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Menerbitkan buku melalui penerbit mayor</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Penerbit mayor yang sudah terkenal seperti Penerbit Gramedia, Penerbit Bentang Pustaka, Penerbit Grasindo, dan lain-lain merupakan penerbit yang diidam-idamkan oleh para penulis sebagai tempat bukunya terbit. Karena banyaknya orang yang ingin bukunya terbit di tempat tersebut maka persaingannya juga ketat. Penulis harus menunggu selama beberapa bulan sebelum akhirnya diberitahu apakah naskah buku tersebut diterima atau tidak. Cara menerbitkan buku melalui penerbit mayor biasanya hampir sama, yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Menyiapkan naskah buku yang sudah jadi, berikut sinopsis, daftar isi, pembuka, dan lain-lain. Carilah informasi tentang format naskah buku yang diminta penerbit.</li>
<li>Naskah buku tersebut bisa dikirimkan melalui e-mail atau dikirim versi cetaknya sesuai dengan persyaratan dari penerbit.</li>
<li>Menunggu selama waktu yang ditentukan dan tidak mengirimkan naskah tersebut ke penerbit lainnya sebelum mendapatkan kejelasan.</li>
<li>Jika diterima maka bisa langsung berhubungan dengan editor apakah ada yang direvisi, jika ditolak dapat dikirimkan ke penerbit lainnya.</li>
</ul>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li>Menerbitkan buku sendiri atau self publishing</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Selain mengirimkan naskah ke penerbit mayor, saat ini penulis pemula juga punya pilihan untuk menerbitkan karyanya sendiri. Ada cukup banyak jasa self publishing yang bisa dipilih mulai dari yang murah sampai yang mahal. Tak ada persyaratan khusus apakah naskah tersebut layak atau tidak untuk diterbitkan. Jadi hampir semua naskah dapat diterbitkan oleh jasa self publishing ini. Ini mungkin memudahkan penulis, namun kemudian bagaimana setelah buku itu terbit. Hal ini berkaitan dengan pembaca yang masih kurang percaya dengan penulis baru apalagi yang menerbitkan buku sendiri bukan lewat penerbit. Cara menerbitkan buku melalui self publishing tergantung dari jasa yang kita pilih apakah kita ingin melakukan semua sendiri atau membayar jasa orang lain untuk membuat cover, melakukan editing, mencetak buku, dan promosi. Jika dengan penerbit biasa kita akan dibayar, maka dengan jasa self publishing ini kita perlu keluar uang lebih dulu.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="3">
<li><a href="https://penulispro.net/agensi-naskah/">Menerbitkan buku melalui agensi naskah</a></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Agensi naskah merupakan penghubung antara penerbit dan penulis. Agensi naskah ini memberikan jasa untuk mengkoordinir naskah dari penulis yang dicari oleh penerbit. Penerbit akan memberikan beberapa tema buku yang ingin mereka terbitkan dan agensi naskah nantinya akan mencarikan penulis untuk tema buku tersebut. Penulis juga bisa mengirimkan naskah  mereka sendiri dan meminta untuk dihubungkan dengan penerbit. Adanya agensi naskah ini dapat memudahkan para penulis yang kesulitan berhubungan dengan penerbit.</p>
<p style="text-align: justify;">Menerbitkan buku merupakan hal yang diidamkan oleh penulis, jadi penulis perlu menyiapkan naskahnya dengan baik. Tak mudah memang untuk menembus penerbit besar, jika ditolak maka cobalah lagi. Siapkan naskah yang sudah rapi dan telah diedit terlebih dahulu. Penulis adalah editor pertama dari tulisan mereka jadi membaca ulang dan memperbaiki berulang-ulang adalah tugas penulis sebelum menyerahkannya pada penerbit. Cara menerbitkan buku untuk penulis pemula yang telah dijelaskan diatas hanyalah langkah-langkahnya saja, yang terpenting adalah menyiapkan naskah buku terbaik yang memang dapat memuaskan pembaca.</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/berbagai-cara-menerbitkan-buku-untuk-penulis-pemula/">Berbagai Cara Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/08/berbagai-cara-menerbitkan-buku-untuk-penulis-pemula/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menjadi Penulis Cerpen Horor</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/08/cara-menjadi-penulis-cerpen-horor/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/08/cara-menjadi-penulis-cerpen-horor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sengky]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2015 06:50:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Menjadi Penulis]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjadi penulis best seller]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjadi penulis kkpk]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjadi penulis lepas]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjadi penulis online]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Menjadi Penulis Skenario]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjadi penulis yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[langkah langkah jadi penulis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah penulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/08/cara-menjadi-penulis-cerpen-horor/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara menjadi penulis horor yang benar – benar bisa membuat pembaca tertarik dan mungkin anda sendiri (sebagai calon penulis) akan merasakan bahwa anda benar – benar menulis cerpern tersebut sembari ditemani sang hantu, itu tidak terlalu sulit sebenarnya. Jika anda berniat menjadi penulis horor, tentunya anda bukan seorang penakut, bukan? Akhir – akhir ini banyak ... <a title="Cara Menjadi Penulis Cerpen Horor" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/08/cara-menjadi-penulis-cerpen-horor/" aria-label="Read more about Cara Menjadi Penulis Cerpen Horor">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/cara-menjadi-penulis-cerpen-horor/">Cara Menjadi Penulis Cerpen Horor</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong>Cara menjadi penulis</strong> horor yang benar – benar bisa membuat pembaca tertarik dan mungkin anda sendiri (sebagai calon penulis) akan merasakan bahwa anda benar – benar menulis cerpern tersebut sembari ditemani sang hantu, itu tidak terlalu sulit sebenarnya. Jika anda berniat menjadi penulis horor, tentunya anda bukan seorang penakut, bukan? Akhir – akhir ini banyak pecinta cerita horor di luar sana, dan mereka ingin menambah koleksi cerpen horor mereka pastinya. Inilah saatnya bagi anda untuk membuat sebuah karya penuh imajinasi ini. Anda bisa menakut – nakuti mereka melalui tulisan anda. Sulit? Tentu saja tidak. Mungkin anda belum pernah melihat secara langsung hantu – hantu yang menjadi bakal tokoh dalam cerpen anda, tetapi anda bisa melakukan beberapa cara dibawah ini agar cerpen horor anda menjadi kisah yang menyeramkan.</p>
<p>Inilah beberapa <em>cara menjadi penulis</em> cerpen horor yang bisa anda terapkan sebelum menulis sebuah cerita pendek yang menegangkan dan membuat pembaca parno.</p>
<ul>
<li style="text-align: justify"><strong>Buatlah cerita horor yang orisinal</strong><br />Anda boleh saja terinspirasi dari beberapa cerita horor yang pernah anda baca dan membuat anda takjub akan karya itu, tetapi anda harus membuat inspirasi tersebut menjadi sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Sebagai contoh, jika anda terinspirasi dengan cerita horor yang berlatar belakang pembunuhan, anda bisa membuat ide tersebut, asalkan pemilihan bahasa (diksi) dan alur ceritanya benar – benar harus asl dari ide anda sendiri.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify"><strong>Rencanakan dengan matang melalui kerangkan cerpen horor anda</strong><br />Untuk menghindari masalah ‘writer’s block’ saat anda menulis cerpen horor anda, kerangka cerita lebih baik dibuat terlebih dahulu dan rencanakan cerita anda melalui itu.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify"><strong>Buat karakter yang kuat</strong><br />Hal ini mungkin yang paling penting dalam segala aspek penulisan cerpen horor yang anda lakukan. Seperti yang sudah kami singgung di atas bahwa boleh saja anda terinspirasi oleh penulis lain, tetapi pada bagian karakter, anda harus benar – benar orisinal. Buatlah karakter yang kuat dan gambaran karakter yang tegas dan lugas. Pembaca akan sangat terbantu oleh ini. Jika anda membuat karakternya ‘ngambang’ maksud anda menulis cerita tersebut tidak akan sampai kepada pembaca.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify"><strong>Mempelajari cerita horor kuno atau klasik</strong><br />Cerita horor klasik adalah dimana menjadi gudang inspirasi anda, penokohan, karakter sampai dengan setting sangatlah kuat. Anda bisa melihat cerita horor klasik seperti Frankenstein.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify"><strong>Pilihlah karakter horor yang paling anda takuti</strong><br />Anda bisa memasukan karakter yang menurut anda paling menyeramkan. Walaupun itu versi anda, tetapi jika anda benar – benar merasa ketakutan akan karakter trsebut, tanpa anda sadari anda akan menulis secara nyata dan dengan setting yang nantinya anda tidak menduganya.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify"><strong>Lakukan penelitian</strong><br />Maksud dari melakukan penelitian adalah anda bisa menfokuskan tentang karakter yang anda jadikan tokoh utama. Sebagai contoh, jika anda menulis tentang kuntilanak, anda bisa mencari semua referensi tantang bagaimana kuntilanak itu.</li>
<li style="text-align: justify"><strong>Pengecekan naskah</strong><br />Jika cerita horor anda sudah selesai, lakukanlah pengecekan naskah anda tersebut. Pastikan EYD yang terdapat dalam cerpen sudah memenuhi ketentuan yang benar, sehingga pembaca bisa dengan ‘gampang’ memasuki cerita anda. Bukan hanya itu, jika anda berniat menerbitkan cerpen anda, EYD dan diksi menjadi sangat penting untuk dikoreksi kembali.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">Itulah hal – hal yang bisa anda lakukan sebelum menulis cerita horor anda. Tujuh poin tersebut bisa berkembang jika anda menemukan suatu ide lain. Konsultasikan kepada teman – teman akan lebih baik. <span style="text-decoration: underline">Cara menjadi penulis</span> cerpen horor telah kami sampaikan. Terima kasih.</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/cara-menjadi-penulis-cerpen-horor/">Cara Menjadi Penulis Cerpen Horor</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/08/cara-menjadi-penulis-cerpen-horor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yuk, Kita Mengenal Cara Menerbitkan Buku!</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/08/yuk-kita-mengenal-cara-menerbitkan-buku/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/08/yuk-kita-mengenal-cara-menerbitkan-buku/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Windy07]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2015 02:48:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/08/yuk-kita-mengenal-cara-menerbitkan-buku/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi sebagian orang, menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan, bahkan dapat menjadi hobi. Ada pula orang-orang yang merasa “wajib” atau “kecanduan” menulis setiap hari. Dengan menulis, mereka seakan sudah mencurahkan isi hati yang dirasakan, mulai dari perasaan senang, sedih, kesal, marah, bahagia, bahkan galau. Namun, tidak semua orang dapat melihat peluang yang ada dari menulis. Jika ... <a title="Yuk, Kita Mengenal Cara Menerbitkan Buku!" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/08/yuk-kita-mengenal-cara-menerbitkan-buku/" aria-label="Read more about Yuk, Kita Mengenal Cara Menerbitkan Buku!">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/yuk-kita-mengenal-cara-menerbitkan-buku/">Yuk, Kita Mengenal Cara Menerbitkan Buku!</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi sebagian orang, menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan, bahkan dapat menjadi hobi. Ada pula orang-orang yang merasa “wajib” atau “kecanduan” menulis setiap hari. Dengan menulis, mereka seakan sudah mencurahkan isi hati yang dirasakan, mulai dari perasaan senang, sedih, kesal, marah, bahagia, bahkan galau. Namun, tidak semua orang dapat melihat peluang yang ada dari menulis. Jika dicermati dengan saksama, ternyata menulis dapat menjadi sumber penghasilan. Dengan banyaknya tulisan yang sudah dibuat, baik itu puisi, cerita pendek, cerita bersambung, maupun arti kata kiasan, dapat diterbitkan. Nah, bagaimana kita dapat menerbitkan sebuah buku? Berikut ini adalah<a href="https://penulispro.net/agensi-naskah/"> cara menerbitkan buku</a> yang wajib kita ketahui.</p>
<p><strong>Cara Menerbitkan Buku yang Wajib Kita Ketahui</strong></p>
<p>Ternyata, tidak banyak orang yang mengetahui cara menerbitkan buku, khususnya di sebuah penerbitan. Mereka tahu hanya sebatas mengirimkan naskah, lalu menunggu konfirmasi dari penerbit yang bersangkutan. Mereka tidak tahu bahwa alur yang harus dilalui oleh suatu penerbit untuk menerbitkan satu judul buku sangatlah panjang. Mari kita simak bersama alur-alur yang harus dilalui.</p>
<p><em>Penulis mengirimkan naskahnya ke suatu penerbit</em>. Ini menjadi langkah awal dalam menerbitkan suatu buku. <a href="https://penulispro.net/">Penulis</a> mengirimkan naskahnya dengan memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh penerbit yang bersangkutan. Misalnya, jumlah halaman, jenis dan ukuran font, margin, spasi, dan lain-lain.</p>
<p><em>Naskah diterima oleh penerbit, masuk ke meja manajer editor untuk dinilai apakah naskah tersebut layak untuk diterbitkan atau tidak</em>. Apa pun keputusan manajer editor, baik naskah tersebut diterima atau tidak, pihak penerbit akan memberi kabar pada penulis yang bersangkutan. Jika naskahnya diterima, penulis akan diberikan surat perjanjian kerja.</p>
<p><em>Naskah yang diterima, kemudian masuk ke meja redaksi</em>. Pada bagian ini, editor memegang peranan penting untuk “memperindah” naskah. Maksudnya adalah membuat naskah tersebut enak dibaca dan dicerna. Selain editor, peran asisten editor tidak kalah penting karena mengurus segala sesuatunya secara rinci, mulai dari mengajukan surat permohonan ke Perpustakaan Nasional untuk meminta ISBN dan KDT, menghubungi penulis untuk meminta data-data pribadi dan foto yang diperlukan untuk kelengkapan penerbitan, mengajukan surat pembayaran pada penulis, bekerja sama dengan bagian artistik untuk menentukan kover dan template buku yang kemudian meminta persetujuan editor dan manajer editor, mengajukan surat permohonan penerbitan ke bagian PPIC jika semua materi sudah di-ACC, menyiapkan materi untuk diajukan ke bagian PPIC (print out naskah, CD yang berisi materi, dan surat permohonan penerbitan yang sudah ditandatangani oleh editor dan manajer editor).</p>
<p><em>Naskah yang sudah masuk ke bagian PPIC, kemudian diserahkan ke bagian percetakan</em>. Naskah-naskah yang sudah diserahkan ke bagian percetakan adalah naskah final, naskah yang sudah tidak ada perbaikan. Oleh karena itu, di bagian redaksilah, kesalahan-kesalahan harus diminimalkan, bahkan ditiadakan.</p>
<p><em>Naskah yang sudah dicetak, kemudian dimasukkan ke bagian pendistribusian</em>. Di bagian ini, naskah yang sudah dicetak menjadi buku akan didistribusikan ke toko-toko buku di seluruh Indonesia. Waktu yang diperlukan untuk pendistribusian buku ini adalah minimal dua minggu.</p>
<p>Biasanya dalam proses menerbitkan buku, penulis merasa harap-harap cemas dan pertanyaan yang sering terlontar adalah “Kapan buku saya terbit?”. Semoga dengan penjabaran tentang cara menerbitkan buku ini, para penulis dapat memahami betapa panjangnya alur yang harus dilalui oleh sebuah penerbit untuk menerbitkan buku.</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/yuk-kita-mengenal-cara-menerbitkan-buku/">Yuk, Kita Mengenal Cara Menerbitkan Buku!</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/08/yuk-kita-mengenal-cara-menerbitkan-buku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Improvement Writing Skill on Freelance Article’s Writer</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/08/improvement-writing-skill-on-freelance-articles-writer/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/08/improvement-writing-skill-on-freelance-articles-writer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chandra Widy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2015 02:31:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#Freelance Article's Writer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/08/improvement-writing-skill-on-freelance-articles-writer/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Writing is the activity which is make our boring for the another time. Actually, we usually writes something in everywhere when we send a massage with the someone, we writes all about our status in facebook or we chat with some people in community. People said that writing is the most complicated ability than the ... <a title="Improvement Writing Skill on Freelance Article’s Writer" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/08/improvement-writing-skill-on-freelance-articles-writer/" aria-label="Read more about Improvement Writing Skill on Freelance Article’s Writer">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/improvement-writing-skill-on-freelance-articles-writer/">Improvement Writing Skill on Freelance Article’s Writer</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Writing is the activity which is make our boring for the another time. Actually, we usually writes something in everywhere when we send a massage with the someone, we writes all about our status in facebook or we chat with some people in community. People said that writing is the most complicated ability than the others. It is miss understanding about the effect of writing because this skill is very simple. We can write of everything that we wants in our life. If we effort to try for explore our writing skill, we can find some knowledge. Joining the <strong>freelance article’s writer</strong> is the best way to improve our writing skill.</p>
<p>            I would like to tell you about the benefit of joining <strong>freelance article’s writer</strong>. If we become a freelance article’s writer, we get some points from the positive effect. We are not only get some fee from the media service, but also we can get some techique  how to write article with the good structure and grammatically. More often we writes English article, more better we can increase our skill in the writing ability. There are many media service agency that provide English article, especially penulispro.net in Indonesia. This media have some interesting articles which is written in Indonesian and English text.</p>
<p><strong>The First, getting more vocabulary when we write English article</strong></p>
<p> We take some information from the references that we used for write the article. Everyone has remember some vocabulary after we read some English article. Then, we try to make summary from many articles that we read. It is the positive effect become a <strong>freelance article’s writer.</strong></p>
<p><strong>Next we have some ideas for explore the writing skill</strong></p>
<p>In media service agency, the editor usually give some keywords for many freelance writers. Editor always make the rule when the deadline of the submit of article. Therefore, many writers capable to explore their idea to writing the topic that decided. We can become a creative writer in habitually.</p>
<p><strong>Then Supplying the linguistic to be good English Translator</strong></p>
<p>We can practice to write all topics, so we study the different of linguistics from some text of articles in habitually. For example, we get the keyword from the editor, but we get some references in Indonesia text. We can translate from Indonesian to English. The structure of sentence in Indonesian have influence with English. If the article in Indonesian text has some complicated problem in the structure of sentence, we will find the obstruction to translate it. It makes the freelance writer are understanding about the quality of the article what it is effective or not. Joining the <strong>freelance article’s writing</strong> is the best strategy before we decide to be a good translator based from the example of media service in Indonesia.</p>
<p><strong>Finally Make the relationship among the freelance article’s writer</strong></p>
<p>We get some friends from the other freelance article’s writer in media service agency. It is important to make the good communication although we connected in online media. In some case, we can share about the knowledge with the another writer, especially English writing article.</p>
<p>            Thus, I think that penulispro.net gives many profits for the beginner freelance article’s writer. This service media agency extend some knowledge about everything such as sport, religion, entertainment, vacation, technology, education, health , etc. So, we get exploring about all of information. This media provide English article too. It is very advantage for the people who want to study about English writing skill.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/improvement-writing-skill-on-freelance-articles-writer/">Improvement Writing Skill on Freelance Article’s Writer</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/08/improvement-writing-skill-on-freelance-articles-writer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Intip-Intip Mengenai Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/08/intip-intip-mengenai-cara-mengirimkan-naskah-ke-penerbit/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/08/intip-intip-mengenai-cara-mengirimkan-naskah-ke-penerbit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chandra Widy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2015 02:24:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#Mengirim Naskah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/08/intip-intip-mengenai-cara-mengirimkan-naskah-ke-penerbit/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi para pembaca yang gemar pergi ke toko buku pasti senang sekali melihat novel-novel atau buku non fiksi lainnya sedang terpajang dengan apik di rak best seller. Apalagi kalau penulis buku tersebut adalah penulis yang sangat diidolakan karena karyanya yang sangat cocok dengan karakter bacaan kita. Terkadang hal itu membuat kita termotivasi untuk membuat karya ... <a title="Intip-Intip Mengenai Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/08/intip-intip-mengenai-cara-mengirimkan-naskah-ke-penerbit/" aria-label="Read more about Intip-Intip Mengenai Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/intip-intip-mengenai-cara-mengirimkan-naskah-ke-penerbit/">Intip-Intip Mengenai Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para pembaca yang gemar pergi ke toko buku pasti senang sekali melihat novel-novel atau buku non fiksi lainnya sedang terpajang dengan apik di rak best seller. Apalagi kalau penulis buku tersebut adalah penulis yang sangat diidolakan karena karyanya yang sangat cocok dengan karakter bacaan kita. Terkadang hal itu membuat kita termotivasi untuk membuat karya sendiri berupa buku, baik itu berupa buku fiksi atau non fiksi. Nah, dalam topik kita kali ini akan membahas secara singkat tentang serba serbi <strong>cara mengirimkan naskah ke penerbit.</strong></p>
<p><strong>Cara mengirimkan naskah</strong> ke penerbit itu susah atau tidak ya?</p>
<p>Semua kesuksesan yang kita raih pasti melewati beberapa tahap-tahap kesulitan karena ada pepatah bilang kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Namun, sejauh ini kita menemukan beberapa novel dan buku non fiksi lainnya yang ditulis oleh beberapa penulis pemula. Awalnya, sebagian besar dari mereka hanya menulis diary lewat blog atau sekedar menulis pengalaman sehari-hari selama travelling. Pada zaman sekarang, kita sudah dimanjakan oleh media sosial, blog dan semacamnya. Bukankah <strong>cara mengirimkan naskah ke penerbit</strong> saat ini sudah mulai praktis dan fleksibel? Yuk, kita intip tentang cara mengirimkan naskah ke penerbit agar karya kita dilirik oleh pihak redaksi.</p>
<p>Tahap-tahap dalam mempraktekkan <strong>cara mengirimkan naskah ke penerbit</strong></p>
<p><strong>1 Melakukan self editing                                                             </strong></p>
<p>Berdasarkan seminar yang pernah saya ikuti dari salah satu penerbit mayor, hal pertama sebelum menerbitkan sebuah naskah adalah self editing. Mayoritas penerbit besar enggan menerima naskah yang struktur kalimatnya masih berantakan karena editor tidak hanya menangani satu naskah melainkan banyak naskah yang lain. Perhatikan ukuran huruf, spasi dan ukuran kertas sesuai dengan persyaratan penerbit yang dituju. Pada umumnya penerbit meminta ukuran huruf 12 font size, Times New Roman, spasi sebesar 1,5 atau 2 dan ukuran kertas biasanya 3-3-3-3 (Top-Bottom-Left-Right)  atau 3-4-3-4 sesuai permintaan penerbit.  </p>
<p>Koreksi kembali kesalahan tanda baca yang sudah kita ketik misal: tanda kutip dalam dialog, penggunaan tanda titik. Perbaiki kalimat dan huruf yang salah sehingga tak ada salahnya kita membuka-buka Kamus Bahasa Indonesia untuk menyesuaikan efektif atau tidaknya kata-kata yang sudah diketik. Jangan lupa memeriksa penggunaan huruf kapital. Hal ini terkadang juga sering terabaikan.</p>
<p> </p>
<p><strong>2 Cantumkan sinopsis yang menarik</strong></p>
<p>Sinopsis merupakan kunci untuk menarik hati para editor karena sinopsis merupakan pintu utama sebelum membaca keseluruhan isi buku. Bagi kita yang akan mengirimkan naskah novel, hendaknya ceritakan dengan bahasa yang jujur, menarik dan sesuai dengan keseluruhan isi novel. Jangan mencantumkan ending yang tanda tanya seperti yang ada dalam belakang cover buku karena hal ini membuat editor menjadi <em>bad mood.</em> Jika yang dikirim berupa naskah non fiksi, kita bisa melampirkan outline atau kerangka tulisan yang mewakili semua isi tulisan buku, alangkah lebih bagus lagi disertakan foto/data-data yang kuat untuk membuktikan kebenaran tulisan.</p>
<p><strong>3 Pilih penerbit yang sesuai dengan karakter tulisan kita</strong></p>
<p>Menulis tak lepas dari membaca juga. Semakin banyak kita membaca karya orang lain, kita semakin paham dengan karakter cerita yang dimiliki oleh masing-masing penerbit. Misalnya: Penerbit Mizan pada umumnya lebih tertarik dengan tulisan fiksi fantasi anak-anak bertema heroik, Penerbit gagas media lebih tertarik dengan fiksi romantis bertema metropolitan, Penerbit Moka Media lebih condong pada tulisan fiksi remaja sekolah yang ide ceritanya unik, penerbit wahyumedia bisanya lebih sering menerbitkan cerita religi. Untuk karya non fiksi bisa juga dikirim ke penerbit diva press, elex media komputindo dan penerbit andi. Kita bisa mencari alamat-alamat penerbit tersebut dengan <em>browsing</em> atau tanya langsung dengan pihak penerbit via email atau messenger.</p>
<p><strong>4 Cantumkan surat pengantar</strong></p>
<p>Berikan bahasa yang sopan saat menulis surat pengantar pada penerbit. Hal ini sangat penting sebagai awal komunikasi kita dengan pihak penerbit. Setelah itu, lampirkan identitas diri kita dengan lengkap. Cantumkan nama, nomer hape, alamat lengkap beserta kode pos serta informasi lain yang berhubungan dengan penulis agar editor tidak kesulitan saat ia akan menghubungi kita.</p>
<p><strong>5 Jika penerbit meminta hardcopy</strong></p>
<p>Ada beberapa penerbit yang mengharuskan kita mengirimkan naskah lewat hardcopy. Untuk tahap ini, jilid naskah dengan rapi dan berikan cover seunik mungkin agar dapat menarik perhatian editor.</p>
<p><strong>            </strong>Dalam menjalankan tips-tips dan <strong>cara mengirimkan naskah ke penerbit</strong>, kita harus selalu bersabar menunggu jawaban dari pihak penerbit. Jika sampai waktu yang ditentukan belum dapat kabar, seharusnya tanyakan pada editor dengan bahasa yang sopan dan tidak terkesan memaksa.</p>
<p> </p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/intip-intip-mengenai-cara-mengirimkan-naskah-ke-penerbit/">Intip-Intip Mengenai Cara Mengirimkan Naskah ke Penerbit</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/08/intip-intip-mengenai-cara-mengirimkan-naskah-ke-penerbit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Agar Karya Penulis Bisa Diterbitkan</title>
		<link>https://penulispro.net/2015/08/cara-agar-karya-penulis-bisa-diterbitkan/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2015/08/cara-agar-karya-penulis-bisa-diterbitkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[sam_sam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2015 07:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[agensi naskah]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[jadi penulis]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis Buku]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[penulis besar]]></category>
		<category><![CDATA[Penulispro]]></category>
		<category><![CDATA[terkenal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2015/08/cara-agar-karya-penulis-bisa-diterbitkan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada begitu banyak orang yang bisa bernyanyi di dunia ini, tapi hanya segelintir saja yang menjadi penyanyi. Begitu pula dengan penulis. Begitu banyak orang yang hobi menulis namun hanya beberapa saja yang mampu berhasil menjadi penulis sesungguhnya. Dalam artian, mampu menerbitkan buku. Seringkali kita jadi bertanya, bagaimana cara menjadi penulis itu? Artikel ini akan membahas ... <a title="Cara Agar Karya Penulis Bisa Diterbitkan" class="read-more" href="https://penulispro.net/2015/08/cara-agar-karya-penulis-bisa-diterbitkan/" aria-label="Read more about Cara Agar Karya Penulis Bisa Diterbitkan">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/cara-agar-karya-penulis-bisa-diterbitkan/">Cara Agar Karya Penulis Bisa Diterbitkan</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ada begitu banyak orang yang bisa bernyanyi di dunia ini, tapi hanya segelintir saja yang menjadi penyanyi. Begitu pula dengan penulis. Begitu banyak orang yang hobi menulis namun hanya beberapa saja yang mampu berhasil menjadi penulis sesungguhnya. Dalam artian, mampu menerbitkan buku. Seringkali kita jadi bertanya, bagaimana cara menjadi penulis itu?</p>
<p>Artikel ini akan membahas secara singkat cara-cara yang lazimnya bisa dilakukan penulis untuk menjadi penulis yang karyanya bisa diterbitkan. Pertama adalah mendalami motivasi kegiatan menulis kita. Apakah hanya sekadar hobi, atau untuk mendapatkan penghasilan. Atau kedua-duanya?</p>
<p>Jika semata untuk sekadar hobi,maka kita akan menemukan begitu banyak layanan penyedia blog yang bisa dipakai secara gratis. Kita bisa membuat blog pribadi, memplublikasi tulisan kita sehingga dibaca oleh banyak orang. Masuk pula ke komunitas penulis dan belajarlah di sana. Membaca karya orang lain juga penting agar kemampuan menulis kita terlatih. Jangan lupa, masuk pula pada situs ‘blog keroyokan’. Biasanya penulis akan mendapatkan reward berupa bentuk apresiasi jika tulisan kita diangkat menjadi headline oleh admin.</p>
<p>Yang kedua, jika motivasi kita adalah uang atau penghasilan, maka tentu kita harus mengirimkannya ke penerbit. Itu pun tidak mudah. Di tengah keadaan perekonomian di negara kita yang sedang lesu, minat membeli buku dari konsumen bisa dikatakan menurun. Penerbit pun semakin penuh pertimbangan dalam memilih satu naskah untuk diterbitkan. Jangan juga lupakan fakta kalau persaingan di dunia tulis menulis itu cukup merajalela. Kita tidak hanya akan bersaing dengan sesama amatir, tapi orang yang sudah berpengalaman atau yang mempunyai jam terbang tinggi.</p>
<p>Mental yang kuat dan kegigihan sangat diperlukan. Karena penerbit tidak akan menerima semua naskah yang masuk. Kita perlu menunggu berbulan-bulan demi mendapatkan keputusan. Selama menunggu, buatlah karya lain dan jika ditolak, lemparkan naskah ke penerbit lain. Tentunya setelah dicek lagi atau direvisi lagi. Begitu terus sampai mendapatkan hasil.</p>
<p>Lebih sering penulis amatir atau muda sangat mudah menyerah dan gampang malas. Hanya karena pernah ditolak, minat menulis mereka menjadi kendor. Mereka menggunakan istilah block writer untuk menyebut buntunya ide menulis mereka. Kegiatan menulis pun terhenti, atau berhenti begitu saja. Kita hanya perlu motivasi yang kuat.</p>
<p>Jika memang ingin mendapatkan hasil yang lebih instan, kita bisa mempublikasi karya kita dengan cara self publishig. Banyak penerbit yang menyediakan jasa ini. Kita keluarkan uang kita untuk biaya percetakan dan editing, kemudian kita jual sendiri. Atau bisa dijual secara online di tempat jasa yang bersangkutan.</p>
<p>Menggunakan jasa agensi naskah juga menjadi pilihan menarik. Kirim karya Anda pada agensi naskah. Prosesnya memang sama seperti ketika Anda mengirim naskah ke penerbit mayor. Kita menunggu dan kemudian mendapatkan hasil. Agensi naskah juga memberi peluang bagi kita yang gemar menulis artikel. Misalnya seperti penulispro.net. Mereka membutuhkan penulis-penulis muda yang memiliki motivasi kuat, dan menjadi jembatan antara penulis dan penerbit.</p>
<p>Jadi sangat mudah untuk mengetahui, bagaimana cara menjadi penulis itu. Pertama tentukan apa motivasi kita, kemudian lakukan kegiatan menulis tersebut. Jika tujuannya untuk sebatas hobi, tulisan cukup dipublikasi di media online sehingga orang-orang dengan gratis akan membacanya. Jika tujuan kita mendapatkan penghasilan, maka perlu usaha lebih keras. Kirim naskah Anda ke penerbit atau <a href="https://penulispro.net/agensi-naskah/">agensi naskah</a>. Siapa tahu naskah Anda akan diterima dan Anda pun jadi penulis besar!</p>
<p>*</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2015/08/cara-agar-karya-penulis-bisa-diterbitkan/">Cara Agar Karya Penulis Bisa Diterbitkan</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2015/08/cara-agar-karya-penulis-bisa-diterbitkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geng Nulis Sapulidi; Berbagi Cerita Persahabatan Lewat Kisah Sobat</title>
		<link>https://penulispro.net/2014/09/geng-nulis-sapulidi/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2014/09/geng-nulis-sapulidi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yanti]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2014 03:10:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Kisah Sobat]]></category>
		<category><![CDATA[Geng Nulis Sapulidi]]></category>
		<category><![CDATA[Geng Penulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sobat]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis Buku Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Pidi Baiq]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/?p=2723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Minggu di Kota Bandung, jalanan macet entah dengan siapa dan mau kemana. Kendaraan seperti bersekongkol meramaikan jalanan Kota Bandung yang rasanya semakin sempit. Dan kami salah satu yang ada di dalamnya. Perjalanan ke Ciumbuleuit 42 Bandung, tepatnya menuju Jack Runner Roastery, juga harus menempuh keramaian-keramaian itu. Beruntung sampai di sana, acara bedah buku Kisah ... <a title="Geng Nulis Sapulidi; Berbagi Cerita Persahabatan Lewat Kisah Sobat" class="read-more" href="https://penulispro.net/2014/09/geng-nulis-sapulidi/" aria-label="Read more about Geng Nulis Sapulidi; Berbagi Cerita Persahabatan Lewat Kisah Sobat">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/09/geng-nulis-sapulidi/">Geng Nulis Sapulidi; Berbagi Cerita Persahabatan Lewat Kisah Sobat</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Minggu di Kota Bandung, jalanan macet entah dengan siapa dan mau kemana. Kendaraan seperti bersekongkol meramaikan jalanan Kota Bandung yang rasanya semakin sempit. Dan kami salah satu yang ada di dalamnya.</p>
<p>Perjalanan ke Ciumbuleuit 42 Bandung, tepatnya menuju Jack Runner Roastery, juga harus menempuh keramaian-keramaian itu. Beruntung sampai di sana, acara bedah buku Kisah Sobat karya Geng Nulis Sapulidi yang diadakan di salah satu café di Kota Bandung tersebut, belum begitu lama dimulai.</p>
<p>Selain bedah buku Kisah Sobat, buku kedua milik Geng Nulis Sapulidi – setelah sebelumnya buku pertama Kisah Bocah diluncurkan, acara sore itu juga diramaikan dengan beberapa penampil. Seperti Sapulidi Band, <em>solo performance</em> dari Indri, Juno Band, <em>Story Reading</em> oleh Nafi Ass-syifa dan ngobrol bareng Kang Pidi Baiq.</p>
<p><strong>Ide Pembuatan dan Penamaan Geng Nulis Sapulidi</strong></p>
<p>Obrolan dibuka dengan pertanyaan seputar ide pembuatan <em>project</em> Geng Nulis Sapulidi ini. Bahwa ternyata, ide dari<em> project</em> nulis bareng ini, digagas Kang Ighiw bersama temannya di Jakarta. Bermula dari cerita-cerita soal masa kecil, ide untuk membukukan cerita-cerita masa kecil akhirnya seperti spontan keluar dari pemikiran Kang Ighiw.</p>
<p>Dari sana, Kang Ighiw mulai mengajak beberapa temannya di Bandung dan beberapa kota lain untuk ikut merealisasikan ide . Beberapa di antaranya merasa gak pede untuk nulis. Berbekal keyakinan bahwa sebenarnya semua orang bisa nulis, Kang Ighiw berhasil mengajak teman-temannya untuk berkontribusi.</p>
<p>Masih menurut Kang Ighiw, di <em>project</em> ini teman-teman Geng Nulis Sapulidi sama-sama belajar, dan project ini terbuka bagi siapa pun yang ingin berbagi cerita melalui tulisan. Hingga akhirnya, jadilah buku pertama dari Geng Nulis Sapulidi berjudul Kisah Bocah.</p>
<p>Buku Kisah Bocah ini kemudian seolah menjadi jalan pembuka bagi hadirnya buku kedua dari Geng Nulis Sapulidi. Bermula dengan aneka cerita tentang serunya masa-masa bocah, buku kedua milik Geng Nulis Sapulidi ini menceritakan tentang serunya memiliki sahabat dan serunya kisah-kisah tentang persahabatan. Dikemas dalam judul Kisah Sobat, Kang Ighiw dan teman-teman kembali berbagi cerita dalam buku setebal 228 halaman.</p>
<p>Buku Kisah Sobat ini berisi kisah-kisah persahabatan dari 36 teman-teman Kang Ighiw. Di buku ini, kisah-kisah menarik soal persahabatan ditulis rapi. Ada yang bercerita tentang persahabatan yang bercampur dengan cinta, karya Edo Rodolphi, cerita persahabatan zaman SMA Arief Setiawan yang konyol tapi juga sekaligus sedih karena salah satu dari mereka mengidap kanker, cerita persahabatan Dini Dhrue yang seru karena sama-sama menggilai kebudayaan Korea, hingga mereka memutuskan untuk membuat kebaya model hanbok untuk wisuda dan sumpah profesi keperawatan, dan cerita-cerita persahabatan yang kocak, haru, sedih dan bahagia lainnya. Semua rasa itu, dirangkum dalam satu buku berjudul Kisah Sobat.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai alasan memberi nama Sapulidi pada geng nulisnya ini, dengan<em> simple</em> Kang Ighiw menjawab bahwa filosofi nama Sapulidi terinspirasi dari salah satu materi di pelajaran PPKn tentang kesatuan yang tergambar dalam sapu lidi. Bahwa sekumpulan batang sapulidi akan lebih kuat dan dapat memberi dampak yang lebih besar dibanding dengan hanya satu batang sapu lidi.</p>
<p><strong>Harapan untuk Buku Kisah Sobat</strong></p>
<p>Lahirnya sebuah karya, lumrah dibarengi dengan harapan-harapan. Pun halnya dengan buku Kisah Sobat ini. Sebagai penggagas, Kang Ighiw mewakili teman-teman kontributor yang terlibat, memiliki harapan bahwa mudah-mudahan buku ini membawa banyak manfaat.</p>
<p>Karena buku ini memang diperuntukkan bagi teman-teman yang ingin berbagi, belajar menulis, dan nantinya hasil dari penjualan buku ini juga disumbangkan ke beberapa badan amal di Jakarta dan Bandung. Sehingga, selain bisa berbagi cerita, ada hal lain yang bisa dibagikan oleh Geng Nulis Sapulidi ini.</p>
<p>Bahwa buku Kisah Sobat ini semoga bisa mewakilkan keseruan yang lahir dari sebuah persahabatan.</p>
<p><strong>Tips untuk Teman-teman yang Ingin Nulis dari Kang Ighiw</strong></p>
<p>Sebagai seorang yang boleh dikatakan sudah cukup biasa berhubungan dengan dunia tulis-menulis, terbukti dengan beberapa buku baik fiksi maupun non-fiksi yang dihasilkan, Kang Ighiw memiliki tips khusus untuk siapa saja yang tertarik dengan dunia ini.</p>
<p><em>“Tipsnya simple aja. Coba aja dulu buat menulis. Dan jangan lupa banyak baca buku terus banyak sharing dengan teman-teman yang suka menulis juga. Kalau bisa ikut komunitas kepenulisan. Karena kita bisa berguru dari siapa aja. Gak musti belajar dari senior ke junior. Dan belajar, gak ada batasan waktu.”</em> Begitu ujarnya ketika ditanya tentang tips memulai menulis.</p>
<p><iframe src="//www.youtube.com/embed/2RrEx9Z014w" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><strong>Acara Bedah Buku Geng Nulis Sapulidi, Promo Setelah Launching</strong></p>
<p>Selain, ngobrol dengan founder dari Geng Nulis Sapulidi, Penulispro.net juga berkesempatan untuk ngobrol dengan salah satu kontributor Geng Nulis Sapulidi, yang di acara bedah buku sore itu juga bertindak sebagai seksi acara, Kang Deden.</p>
<p>Kang Deden mengatakan bahwa acara yang diadakan di Jack Runner Roastery Bandung ternyata merupakan rangkaian dari <em>launching</em> buku Kisah Sobat di Jakarta yang sudah diselenggarakan sebelum puasa Ramadhan kemarin.</p>
<p>Setelah<em> launching</em>, acara lanjutan dari lahirnya sebuah karya adalah promosi. Dan bedah buku ini merupakan salah satu cara yang digunakan Geng Nulis Sapulidi untuk melakukan promo buku terbarunya. Kang Deden juga menjelaskan rangkaian acara serta pengisi acara dari bedah buku Geng Nulis Sapulidi ini.</p>
<p>Ketika ditanya soal harapan, Kang Deden memiliki harapan pribadi selain harapan untuk<em> project</em> geng nulis ini. Bahwa, Kang Deden juga berharap semoga ia bisa membuat buku karyanya sendiri. Selain tentunya, juga berharap baik untuk buku Geng Nulis Sapulidi ini, terutama untuk persiapan di <em>project</em> buku ketiga.</p>
<p>Di akhir ngobrol-ngobrol, Kang Deden juga membagikan tipsnya kepada teman-teman, siapa pun yang ingin mulai menulis.<br />
<em>“Jangan menunggu jago dulu lah kalau mau melakukan sesuatu, baik menulis, nge-band atau apa pun itu, lakukan aja dulu. Karena kalau nunggu kita jago dulu mah kapan mulainya. Memulai aja!”</em> Begitu Kang Deden membagi tipsnya.</p>
<p>Dari ngobrol-ngobrol dengan Kang Ighiw selaku<em> founder</em> Geng Nulis Sapulidi dan Kang Deden juga sebagai salah satu kontributornya, rasanya bisa disimpulkan bahwa Geng Nulis Sapulidi semacam geng atau wadah yang menawarkan kemungkinan bagi siapa pun, yang ingin berbagi cerita melalui tulisan. Geng nulis ini mengajak siapa saja yang mau berbagi dan mau sama-sama belajar tentang dunia tulis-menulis, seperti yang Kang Ighiw katakan.</p>
<p>Melalui dua bukunya, Kisah Bocah dan Kisah Sobat, Geng Nulis Sapulidi membuktikan bahwa siapa saja kamu, bisa <em>kok</em> nulis. Bahwa membuat buku, memiliki satu buah karya yang tertuang dalam sebuah buku, kini bukan lagi hanya mungkin untuk kalangan tertentu, seperti mereka yang secara kemampuan menulis memang sudah diakui baik. Tetapi, juga bagi teman-teman yang kurang percaya diri dan merasa tidak yakin untuk menulis.</p>
<p>Selama ada keinginan untuk belajar, selama itu juga kesempatan untuk menulis, membuat sebuah buku,  terbuka lebar di depan mata. Seperti yang Kang Deden juga katakan, <em>“Kalau nunggu jago dulu mah, kapan mulainya?!</em>”</p>
<p>Acara bedah buku Geng Nulis Sapulidi sore itu pun diakhiri dengan ngobrol kreatif bareng Kang Pidi Baiq.</p>
<p>Jadi, kapan mau mulai nulis?!</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/09/geng-nulis-sapulidi/">Geng Nulis Sapulidi; Berbagi Cerita Persahabatan Lewat Kisah Sobat</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2014/09/geng-nulis-sapulidi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musnahkan Kegalauan dengan Kisah-Kisah Inspirasi</title>
		<link>https://penulispro.net/2014/08/musnahkan-kegalauan-dengan-kisah-kisah-inspirasi/</link>
					<comments>https://penulispro.net/2014/08/musnahkan-kegalauan-dengan-kisah-kisah-inspirasi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmat Hidayat Nasution]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2014 15:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[galau]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://penulispro.net/2014/08/musnahkan-kegalauan-dengan-kisah-kisah-inspirasi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Musnahkan Kegalauan dengan Kisah-Kisah Inspirasi Buku                          : Gitu Aja kok Ngeluh Penulis                      : Jubilee Enterprise       Penerbit                     : Elex Media Komputindo, Jakarta Tahun Terbit                         : Cet I, 2012 Halaman                    : iiV + 148 hlm Peresensi                  : Rahmat Hidayat Nasution Hampir setiap hari, di jejaring sosial, selalu ada orang yang galau atau mengeluhkan kehidupan. ... <a title="Musnahkan Kegalauan dengan Kisah-Kisah Inspirasi" class="read-more" href="https://penulispro.net/2014/08/musnahkan-kegalauan-dengan-kisah-kisah-inspirasi/" aria-label="Read more about Musnahkan Kegalauan dengan Kisah-Kisah Inspirasi">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/08/musnahkan-kegalauan-dengan-kisah-kisah-inspirasi/">Musnahkan Kegalauan dengan Kisah-Kisah Inspirasi</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Musnahkan</strong><strong> Kegalauan dengan Kisah</strong><strong>-Kisah</strong><strong> Inspirasi</strong></p>
<p>Buku                          : Gitu Aja kok Ngeluh</p>
<p>Penulis                      : Jubilee Enterprise      </p>
<p>Penerbit                     : Elex Media Komputindo, Jakarta</p>
<p>Tahun Terbit                         : Cet I, 2012</p>
<p>Halaman                    : iiV + 148 hlm</p>
<p>Peresensi                  : Rahmat Hidayat Nasution</p>
<p>Hampir setiap hari, di jejaring sosial, selalu ada orang yang galau atau mengeluhkan kehidupan. Tidak hanya yang muda, yang tua juga sering mengeluh. Sejatinya, terapi mengatasi mengeluh adalah, dengan belajar dari keberhasilan orang-orang yang dulu pernah mengalami atau yang bahkan lebih parah dari apa yang dialami. Artinya, kita bisa membandingkan problem yang kita hadapi dengan apa yang dialami oleh orang-orang sebelum kita, yang bisa jadi mengalami masalah yang sama atau lebih buruk yang kita alami.</p>
<p>Adalah buku “Gitu Aja Kok Ngeluh: 50 Kisah Inspirasi yang Meneguhkan Hati” ini layak sekali untuk dibaca. Seperti yang termaktub di dalam kata pengantar Gregorius Agung, penulis dan founder Jubille Enterprise bahwa buku ini hadir untuk membantu para remaja maupun orang dewasa menemukan keteguhan hati lewat dalam melewati problem yang dialami dengan pengalaman-pengalaman orang lain yang lebih dulu hidup.</p>
<p>Sehingga pasca membaca buku ini, pembaca nantinya bakal tahu bahwa kehidupan yang dialami para tokoh yang dituangkan di dalam kisah-kisah tersebut tidaklah lebih berbeda dibanding kehidupan kita masa kini. Malah dalam banyak kasus, hidup tokoh-tokoh yang ada di dalam buku ini jauh lebih sulit.</p>
<p>Salah satu cuplikan kisah yang layak dijadikan pelajaran adalah, kisah Daniel Jacob Radcliffe. Ia adalah aktor terkenal karena mampu memerankan Harry Potter dengan sempurna dan memiliki banyak fans. Namun siapa yang menduga, bahwa ia memiliki sakit dyspraxia, penyakit kelainan motorik di mana otak tidak bisa memerintahkan tubuh untuk bergerak secara efektif. Akibatnya, untuk menulis atau mengikat tali sepatu pun sulit. (hal. 97)</p>
<p>Tentu saja, ini menjadi pelajaran bagi para pembaca, bahwa kesulitan yang dialami belum seberapa bila dibandingkan dengan Jacob Radcliffe. Meski ia sudah kaya, namun ia tidak memiliki kesehatan seperti pembaca. Mestinya kegelisahan hati mesti dimusnahkan dengan mengingat kisah inspirasi Jacob Radcliffe.</p>
<p>Karena itu, kisah Jacob Radcliffe memberikan inspirasi bahwa harta yang paling berharga dan sekaligus lupa disyukuri adalah kesehatan. Hitung berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membayar kesehatan. Dari sinilah kita menjadi sadar bahwa tubuh kita merupakan modal paling melimpah yang kita miliki. (hal. 99)</p>
<p>Sejatinya, masih banyak kisah-kisah inspiratif yang lain yang mampu membuat kita memusnahkan kegalauan. Satu hal yang paling menarik dari buku ini, di akhir setiap kupasan kisah selalu ada kalimat inspirasi yang mewakili kisah tersebut. Sehingga penulis dan pembaca bisa memiliki satu persepsi dalam memahami kisah-kisah yang dipaparkan.</p>
<p>Hanya saja, Saya masih bertanda tanya, kenapa penulis buku ini hanya membuat 50 kisah? Karena biasanya, para penulis suka membuat angka 40 menjadi angka istimewa. Dengan alasan bahwa setelah 40 tahun manusia memiliki tingkat kedewasaan berpikir yang maksimal. Lagi-lagi, pemilihan 50 kisah dalam buku ini menjadi misteri bagi saya?</p>
<p>Bila telah selesai membaca buku ini, cobalah untuk melanjutkannya dengan membaca buku “Cita-Cita: The Secret and Power Within” karya M. Iqbal Dawami. Dengan membaca buku ini akan membuat pembaca menjadi kian bersemangat menjalani hidup dan yakin bahwa setiap manusia yang dilahirkan adalah pemenang. Kekurangan dan kesulitan yang dimiliki jangan pernah menjadi faktor penghambat kesuksesan, karena setiap manusia memiliki keahlian. Hanya saja, mau atau tidak menggunakan dan mematangkan keahlian yang dimiliki.</p>
<p>Oleh karena itu, bacalah buku ini agar pembaca menjadi orang senantiasa memiliki semangat. Tak lagi sibuk memikirkan kekurangan diri yang bisa membuat galau. Muskanlah kegalauan dengan kisah-kisah inspiratif. Yakinkanlah diri pembaca bahwa buku ini memang ditakdirkan untuk pembaca baca dan ubah kegalauan menjadi jalan pembuka untuk meraih kesuksesan. Selamat membaca!</p>
<p>The post <a href="https://penulispro.net/2014/08/musnahkan-kegalauan-dengan-kisah-kisah-inspirasi/">Musnahkan Kegalauan dengan Kisah-Kisah Inspirasi</a> appeared first on <a href="https://penulispro.net">Penulispro.net</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penulispro.net/2014/08/musnahkan-kegalauan-dengan-kisah-kisah-inspirasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
