Hari Minggu di Kota Bandung, jalanan macet entah dengan siapa dan mau kemana. Kendaraan seperti bersekongkol meramaikan jalanan Kota Bandung yang rasanya semakin sempit. Dan kami salah satu yang ada di dalamnya.

Perjalanan ke Ciumbuleuit 42 Bandung, tepatnya menuju Jack Runner Roastery, juga harus menempuh keramaian-keramaian itu. Beruntung sampai di sana, acara bedah buku Kisah Sobat karya Geng Nulis Sapulidi yang diadakan di salah satu café di Kota Bandung tersebut, belum begitu lama dimulai.

Selain bedah buku Kisah Sobat, buku kedua milik Geng Nulis Sapulidi – setelah sebelumnya buku pertama Kisah Bocah diluncurkan, acara sore itu juga diramaikan dengan beberapa penampil. Seperti Sapulidi Band, solo performance dari Indri, Juno Band, Story Reading oleh Nafi Ass-syifa dan ngobrol bareng Kang Pidi Baiq.

Ide Pembuatan dan Penamaan Geng Nulis Sapulidi

Obrolan dibuka dengan pertanyaan seputar ide pembuatan project Geng Nulis Sapulidi ini. Bahwa ternyata, ide dari project nulis bareng ini, digagas Kang Ighiw bersama temannya di Jakarta. Bermula dari cerita-cerita soal masa kecil, ide untuk membukukan cerita-cerita masa kecil akhirnya seperti spontan keluar dari pemikiran Kang Ighiw.

Dari sana, Kang Ighiw mulai mengajak beberapa temannya di Bandung dan beberapa kota lain untuk ikut merealisasikan ide . Beberapa di antaranya merasa gak pede untuk nulis. Berbekal keyakinan bahwa sebenarnya semua orang bisa nulis, Kang Ighiw berhasil mengajak teman-temannya untuk berkontribusi.

Masih menurut Kang Ighiw, di project ini teman-teman Geng Nulis Sapulidi sama-sama belajar, dan project ini terbuka bagi siapa pun yang ingin berbagi cerita melalui tulisan. Hingga akhirnya, jadilah buku pertama dari Geng Nulis Sapulidi berjudul Kisah Bocah.

Buku Kisah Bocah ini kemudian seolah menjadi jalan pembuka bagi hadirnya buku kedua dari Geng Nulis Sapulidi. Bermula dengan aneka cerita tentang serunya masa-masa bocah, buku kedua milik Geng Nulis Sapulidi ini menceritakan tentang serunya memiliki sahabat dan serunya kisah-kisah tentang persahabatan. Dikemas dalam judul Kisah Sobat, Kang Ighiw dan teman-teman kembali berbagi cerita dalam buku setebal 228 halaman.

Buku Kisah Sobat ini berisi kisah-kisah persahabatan dari 36 teman-teman Kang Ighiw. Di buku ini, kisah-kisah menarik soal persahabatan ditulis rapi. Ada yang bercerita tentang persahabatan yang bercampur dengan cinta, karya Edo Rodolphi, cerita persahabatan zaman SMA Arief Setiawan yang konyol tapi juga sekaligus sedih karena salah satu dari mereka mengidap kanker, cerita persahabatan Dini Dhrue yang seru karena sama-sama menggilai kebudayaan Korea, hingga mereka memutuskan untuk membuat kebaya model hanbok untuk wisuda dan sumpah profesi keperawatan, dan cerita-cerita persahabatan yang kocak, haru, sedih dan bahagia lainnya. Semua rasa itu, dirangkum dalam satu buku berjudul Kisah Sobat.

Ketika ditanya mengenai alasan memberi nama Sapulidi pada geng nulisnya ini, dengan simple Kang Ighiw menjawab bahwa filosofi nama Sapulidi terinspirasi dari salah satu materi di pelajaran PPKn tentang kesatuan yang tergambar dalam sapu lidi. Bahwa sekumpulan batang sapulidi akan lebih kuat dan dapat memberi dampak yang lebih besar dibanding dengan hanya satu batang sapu lidi.

Harapan untuk Buku Kisah Sobat

Lahirnya sebuah karya, lumrah dibarengi dengan harapan-harapan. Pun halnya dengan buku Kisah Sobat ini. Sebagai penggagas, Kang Ighiw mewakili teman-teman kontributor yang terlibat, memiliki harapan bahwa mudah-mudahan buku ini membawa banyak manfaat.

Karena buku ini memang diperuntukkan bagi teman-teman yang ingin berbagi, belajar menulis, dan nantinya hasil dari penjualan buku ini juga disumbangkan ke beberapa badan amal di Jakarta dan Bandung. Sehingga, selain bisa berbagi cerita, ada hal lain yang bisa dibagikan oleh Geng Nulis Sapulidi ini.

Bahwa buku Kisah Sobat ini semoga bisa mewakilkan keseruan yang lahir dari sebuah persahabatan.

Tips untuk Teman-teman yang Ingin Nulis dari Kang Ighiw

Sebagai seorang yang boleh dikatakan sudah cukup biasa berhubungan dengan dunia tulis-menulis, terbukti dengan beberapa buku baik fiksi maupun non-fiksi yang dihasilkan, Kang Ighiw memiliki tips khusus untuk siapa saja yang tertarik dengan dunia ini.

“Tipsnya simple aja. Coba aja dulu buat menulis. Dan jangan lupa banyak baca buku terus banyak sharing dengan teman-teman yang suka menulis juga. Kalau bisa ikut komunitas kepenulisan. Karena kita bisa berguru dari siapa aja. Gak musti belajar dari senior ke junior. Dan belajar, gak ada batasan waktu.” Begitu ujarnya ketika ditanya tentang tips memulai menulis.

Acara Bedah Buku Geng Nulis Sapulidi, Promo Setelah Launching

Selain, ngobrol dengan founder dari Geng Nulis Sapulidi, Penulispro.net juga berkesempatan untuk ngobrol dengan salah satu kontributor Geng Nulis Sapulidi, yang di acara bedah buku sore itu juga bertindak sebagai seksi acara, Kang Deden.

Kang Deden mengatakan bahwa acara yang diadakan di Jack Runner Roastery Bandung ternyata merupakan rangkaian dari launching buku Kisah Sobat di Jakarta yang sudah diselenggarakan sebelum puasa Ramadhan kemarin.

Setelah launching, acara lanjutan dari lahirnya sebuah karya adalah promosi. Dan bedah buku ini merupakan salah satu cara yang digunakan Geng Nulis Sapulidi untuk melakukan promo buku terbarunya. Kang Deden juga menjelaskan rangkaian acara serta pengisi acara dari bedah buku Geng Nulis Sapulidi ini.

Ketika ditanya soal harapan, Kang Deden memiliki harapan pribadi selain harapan untuk project geng nulis ini. Bahwa, Kang Deden juga berharap semoga ia bisa membuat buku karyanya sendiri. Selain tentunya, juga berharap baik untuk buku Geng Nulis Sapulidi ini, terutama untuk persiapan di project buku ketiga.

Di akhir ngobrol-ngobrol, Kang Deden juga membagikan tipsnya kepada teman-teman, siapa pun yang ingin mulai menulis.
“Jangan menunggu jago dulu lah kalau mau melakukan sesuatu, baik menulis, nge-band atau apa pun itu, lakukan aja dulu. Karena kalau nunggu kita jago dulu mah kapan mulainya. Memulai aja!” Begitu Kang Deden membagi tipsnya.

Dari ngobrol-ngobrol dengan Kang Ighiw selaku founder Geng Nulis Sapulidi dan Kang Deden juga sebagai salah satu kontributornya, rasanya bisa disimpulkan bahwa Geng Nulis Sapulidi semacam geng atau wadah yang menawarkan kemungkinan bagi siapa pun, yang ingin berbagi cerita melalui tulisan. Geng nulis ini mengajak siapa saja yang mau berbagi dan mau sama-sama belajar tentang dunia tulis-menulis, seperti yang Kang Ighiw katakan.

Melalui dua bukunya, Kisah Bocah dan Kisah Sobat, Geng Nulis Sapulidi membuktikan bahwa siapa saja kamu, bisa kok nulis. Bahwa membuat buku, memiliki satu buah karya yang tertuang dalam sebuah buku, kini bukan lagi hanya mungkin untuk kalangan tertentu, seperti mereka yang secara kemampuan menulis memang sudah diakui baik. Tetapi, juga bagi teman-teman yang kurang percaya diri dan merasa tidak yakin untuk menulis.

Selama ada keinginan untuk belajar, selama itu juga kesempatan untuk menulis, membuat sebuah buku,  terbuka lebar di depan mata. Seperti yang Kang Deden juga katakan, “Kalau nunggu jago dulu mah, kapan mulainya?!

Acara bedah buku Geng Nulis Sapulidi sore itu pun diakhiri dengan ngobrol kreatif bareng Kang Pidi Baiq.

Jadi, kapan mau mulai nulis?!