Satu atom hidrogen ditambah dua molekul oksigen cukuplah untuk membuat sebuah kehidupan terjadi. Air yang mempunyai rumusan empiris H2O, yang merupakan tempat dimana Tuhan “tinggal” (QS.13:2), adalah molekul hidup yang dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Seperti riset yang dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto dari International Hado Membership (IHM), Jepang. Dalam penelitiannya itu Masaru meneliti air yang dikristal-es-kan, yang kemudian secara bertahap dicairkan dalam 100 cawan petri, dan ternyata hasil dari ke-100 cawan tersebut, kristal es yang mulai mencair tersebut membentuk sebuah huruf Cina yang dalam bahasa Indonesia berarti “air”. Ada kemungkinan nenek moyang bangsa Cina membuat aksara mereka berdasarkan informasi ini. Kebenaran interaksi air dengan lingkungannya benar-benar terjadi dibuktikan pula oleh IHM dengan menguji dampak musik terhadap air. Air pertama diperdengarkan simfoni Beethoven yang bernada romantis dan ceria, menjadikan pengaruh positif terhadap air. Air kedua diperdengarkan musik Chopin, “Farewell Song” (Lagu selamat berpisah) yang mempunyai efek sebaliknya daripada air yang diinteraksikan dengan musik Beethoven. Namun, fenomena yang lebih menarik berikutnya adalah ketika seorang amatir Falun Gong (sekte yang dikecam pemerintah Cina) mengatakan “terimakasih” dan “kamu bodoh!” setiap hari selama satu bulan kepada nasi yang diletakan di toples. Nasi yang dikatakan “terimakasih” mengeluarkan warna kuning serta aroma wangi yang khas, sedangkan nasi yang diucapkan “kamu bodoh” mempunyi warna hitam dan mengeluarkan aroma busuk. Teringat tentang orang-orang yang menggunakan air sebagai media untuk melakukan pengobatan. Seperti tabib-tabib yang menuliskan huruf-huruf dari bahasa tertentu (Arab, Cina, Jawa dll) yang kemudian mencampurnya dengan air untuk digunakan sebagai obat kepada pasien-pasiennya. Apakah hal itu memang mempunyai korelasitas? Mengingat hasil eksperimen Masaru beserta rekan-rekannya, yang menyimpulkan bahwa air dapat mengerti simbol, lambang bahkan bahasa-bahasa berbagai bangsa. Percobaan ini dilakukan dengan menempelkan tulisan pada gelas yang berisi air yang ditulis dalam beberapa bahasa yang sama, yang memiliki arti sama “cinta”. Hasilnya adalah sebuah bentukan kristal air yang sama walaupun ketiga bahasa tersebut berbeda (Inggris, Jepang, dan Jerman). Akhirnya, semua itu hanya menyisakan tanda-tanya besar bagi kita semua sebagai makhluk yang diberikan keterbatasan. Namun demikian, “tak ada orang yang dapat mengambil pelajaran kecuali bagi orang-orang yang menggunakan pikiran.” (QS. 2:269).