Tanggal 1 Juli 2014 waktu Amerika Serikat, Google mengumumkan bahwa mereka mengakuisisi layanan musik streaming, Songza. Namun mereka tidak mengungkapkan berapa nilai akuisisi tersebut. Beberapa bulan mendatang mereka akan mengintegrasikan pembuat playlist cerdas dari Songza ke dalam Google Pay Music dan mungkin juga YouTube.

Songza akan tetap menjadi aplikasi yang aktif dan independen dalam kurun waktu tersebut. Pembelian tersebut menyorot pada kondisi pertumbuhan yang kompetitif di sekitar musik, sebagaimana Apple, Amazon dan Google melakukan pencarian untuk mendiferensiasikan produk mobile mereka dengan menawarkan layanan streaming paling atas.

Nilai Kesepakatan

Ketika Beats Music diluncurkan pada Januari 2014, layanan tersebut menawarkan kemampuan untuk membuat playlist bagi penggunanya berdasarkan variabel seperti mood, lokasi dan kegiatan. Songza sebenarnya menawarkan pembuatan playlist kontekstual semacam ini di tahun 2010, ketika masih terbatas untuk website.

Perusahaan ini meluncurkan aplikasi mobile pada tahun 2011 dan sejak itu tumbuh untuk melayani 5,5 juta pengguna aktif. Suatu sumber menyatakan bahwa kesepakatan akuisisi tersebut totalnya hanya senilai USD 6,7 juta hingga saat ini. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari yang dibayarkan Apple untuk Beats.

Sebelumnya, laporan mengenai akuisisi yang berasal dari New York Post mengatakan bahwa Google menawarkan sekitar USD 15 juta, sementara The New York Times mengklaim bahwa kesepakatan tersebut bernilai lebih dari USD 39 juta.

Layanan Musik

Layanan musik Google sudah mencakup fitur radio yang menghasilkan daftar lagu berdasarkan selera pengguna dan lagu atau album yang mereka pilih sebagai titik mulai. Layanan tersebut juga memiliki pendekatan yang sangat rumit dan dipicu oleh komputer untuk memperkirakan musik apa yang direkomendasikan.

Metode tersebut mengandalkan teknologi pembelajaran mesin dua sisi dan peroses mendengarkan mesin tingkat lanjut untuk menganalisa tak hanya selera orang, tetapi juga bagian-bagian komponen dari lagu itu sendiri.

Sebaliknya, Songza menawarkan campuran lagu yang dipilih secara sederhana, misalnya “Easy, Breezy, Summer Songs” dan “Indie Music That’s Not Too Weird” yang dibuat oleh orang-orang nyata dan diarahkan untuk dicocokkan dengan suasana hati seseorang. Jadi sebenarnya Songza agak mirip dengan Pandora.

Aplikasi Pandora memakai musikologis manusia untuk memutuskan lagu apa yang sesuai untuk disatukan bersama. Beat Music juga memiliki tim penyunting yang dipekerjakan dari tempat-tempat seperti Pitchfork dan XXL untuk membuat daftar lagu untuk setiap pengguna.

Hal yang bernilai di sini adalah menghilangkan usaha untuk memutuskan apa lagu berikutnya ketika ada puluhan juta lagu untuk dipilih. “Setiap kotak musik di langit membutuhkan kurasi untuk dapat berharga”, ucap David Pakman, seorang investor teknologi dan mantan pengusaha musik digital. “Google mengakui manusia memiliki peran besar untuk memainkan proses tersebut”.

Ditulis oleh: https://www.facebook.com/quratengil