Siapa sih yang nggak mau punya anak mandiri? Bukan hanya sekedar mandi sendiri lho. Tapi bisa makan sendiri, menyiapkan baju sendiri, membereskan peralatannya sendiri, dan sebagainya. Apa bisa anak melakukan semua itu sendiri. Bisa lah….asalkan dilatih sejak dini. Caranya bagaimana? Nih, boleh disimak ya.

Apa sih Kemandirian itu?

Definisi Kemandirian

Kemandirian anak usia dini berbeda dengan kemandirian remaja ataupun orang dewasa. Jika definisi mandiri untuk remaja dan orang dewasa adalah kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas apa yang dilakukan tanpa membebani orang lain, sedangkan untuk anak usia dini adalah kemampuan yang disesuaikan dengan tugas perkembangan. Adapun tugas-tugas perkembangan untuk anak usia dini adalah belajar berjalan, belajar makan, berlatih berbicara, koordinasi tubuh, kontak perasaan dengan lingkungan, pembentukan pengertian, dan belajar moral. Apabila seorang anak usia dini telah mampu melakukan tugas perkembangan, ia telah memenuhi syarat kemandirian. Mendidik anak agar mandiri adalah tugas orang tua. Sikap mandiri dapat ditanamkan kepada anak sejak dini.

Bagaimana Menanamkan Kemandirian Pada Anak?

Ada beberapa cara untuk menanamkan kemandirian pada anak, antara lain:

Biarkan anak-anak melakukan pekerjaan mereka sendiri, walaupun hasilnya kurang sempurna.  

Orang tua kadang tidak sabar dengan proses yang terjadi pada anak, sehingga memberikan bantuan yang berlebihan. Misalnya, makan sendiri. Kadang kita suka tidak sabar dan kesal bila melihat makanan yang tercecer ketika anak makan sendiri. Akhirnya kita menyuapinya dengan alasan supaya makanannya tidak tercecer lagi. Saat itulah kita malah mematikan inisiatif anak untuk makan sendiri.Contoh lainnya adalah menyiapkan keperluan mandi. Sebenarnya untuk anak usia TK sudah bisa diajari untuk melakukan pekerjaan menyiapkan keperluan mandi. Apalagi ketika sudah SD, mereka bukan saja menyiapkan keperluan mandi, namun keperluan sekolah sudah harus mandiri. Baju seragam apa yang akan dipakai hari senin, buku pelajaran apa yang harus dibawa, perlengkapan sekolah yang harus disiapkan, semua bisa dilakukan sendiri oleh anak-anak. Makin dewasa usia mereka, semakin sedikit bantuan yang harus diberikan orang tua. Memang hasilnya belum sempurna, mungkin anak salah jadwal, mungkin anak salah seragam, dan lain sebagainya. Namun itu adalah proses menuju kemandirian. Sekedar memakaikan sepatu, memasang tali sepatu, mungkin mereka lama melakukannya, namun itu penting bagi penanaman jiwa kemandirian mereka.

Berikan tanggung jawab kepada anak             

Berilah anak-anak tanggung jawab menyangkut keperluan mereka sendiri sesuai kemampuan usianya. Tentu saja hal ini harus sudah disepakati terlebih dahulu dengan mereka. Misalnya tanggung jawab membersihkan kamar tidur atau kamar mandi setiap hari, atau tanggung jawab mencuci piring dan gelas setiap habis makan, walaupun di rumah ada pembantu yang bisa menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga.

Dengan bertambahnya usia mereka, bisa diberikan tanggung jawab yang lebih banyak dan berat. Misalnya tanggung jawab mencuci dan menyeterika baju. Bahkan pada usia tertentu, mereka sudah harus mengambil tanggung jawab keluarga, bukan hanya hal yang menyangkut dirinya.

Jangan cepat membantu kesulitan mereka    

Orang tua hendaknya tidak langsung memberikan mereka bantuan jika mereka mengalami kesulitan. Biarkan mereka mencoba untuk menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri, kita wajib memberikan dorongan dan semangat agar mereka tidak mudah menyerah. Jika mereka benar-benar kesulitan , orang tua baru memberikan arahan bagaimana menyelesaikan kesulitan itu. Saat mereka telah berada di puncak kesulitan, barulah orang tua memberikan bantuan yang diperlukan. Misalnya ketika mengerjakan PR atau tugas dari sekolah. Biarkan anak-anak mengerjakan sendiri sesuai kemampuan mereka. Jangan dikerjakan oleh orang tua atau saudara. Jika ada kesulitan, biarkan mereka berpikir dan mencoba lagi. Jika memang tidak bisa, berikan petunjuk atau arahan. Jika tetap tidak bisa, berikan bantuan sebatas yang diperlukan. Orang tua jangan mengambil alih hal-hal yang menjadi kewajiban anak untuk menyelesaikannya.

Disiplin dalam menerapkan pembelajaran

Orang tua harus lebih disiplin dalam menerapkan pembiasaan dan pembelajaran pada anak. Jika orang tua bersikap disiplin dalam menerapkan proses pembelajaran kemandirian, akan mempercepat munculnya jiwa kemandirian pada anak. Namun jika orang tua tidak disiplin, tidak sabar dan tidak telaten, akan memperlama munculnya jiwa kemandirian pada anak-anak. Kedisiplinan orang tua akan menjadi kunci keberhasilan dalam membentuk jiwa kemandirian pada anak. Dalam menjaga kedisiplinan ini, memang memerlukan sikap “tega” untuk melihat anaknya dalam kesulitan. Kadang banyak orang tua yang tidak tega, sehingga semua beban anak diambil alih oleh orang tuanya. Jadilah mereka anak manja.

Berikan motivasi untuk mandiri              

Kata-kata, cerita,dan kegiatan positif bisa memberikan motivasi pada anak-anak. Orang tua harus terus mendorong anak untuk melakukan berbagai kegiatan positif untuk anak-anak. Berbagai kisah motivatif bisa disampaikan kepada anak-anak, seperti kisah nyata keberhasilan orang-orang sukses yang memulai dari titik nol. Mereka merintis usaha dengan penuh kesungguhan dan akhirnya bisa mencapai kesuksesan.

Ajak Anak Diskusi    

Berikan pertanyaan dan ajak anak-anak untuk berdiskusi tentang berbagai hal dalam kehidupan mereka. Misalnya saja, ketika anak suka main game, maka ajak mereka berdiskusi tentang pengaruh game, dan batasan-batasan yang diperlukan agar tidak membawa pengaruh negatif. Dengan cara diajak diskusi, mereka akan mengerti tentang konsekuensi setiap pilihan yang mereka ambil. Hal ini akan membuat anak-anak lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam setiap pilihan yang mereka ambil.

Ajak Anak Merancang Masa Depan     

Ajak anak-anak untuk merancang masa depan mereka sendiri. Biarkan mereka memberikan gambaran atas cita-cita yang ingin diraih. Berilah mereka keyakinan bahwa mereka pasti dapat mencapai cita-cita tersebut selama mau bekerja keras dan rajin belajar maupun bekerja.

 

Membuat anak menjadi sosok yang mandiri bukanlah sesuatu yang instan. Butuh proses untuk mencapainya. Setiap anak juga berbeda pencapaiannya karena kemampuan mereka juga berbeda. Maka hargailah proses itu. Yakinlah, sabar sekarang mudah di masa mendatang.