Setelah meraih sukses besar di pasar global, sistem operasi Android yang open source (bersifat terbuka) akan kedatangan sistem operasi mobile open source yang lainnya, yaitu Tizen dan Firefox OS. Tentu, kedua sistem operasi tersebut bermimpi menjadi si robot hijau.

Hingga saat ini, lawan yang cukup berarti bagi Android hanya iOS dari Apple. Pada 2013 lalu, ketersediaan aplikasi Android maupun iOS menembus angka 1 juta aplikasi. Bagaimana dengan Tizen dan Firefox OS? Berikut ini ulasannya.

Tizen

Mirip dengan Android, Tizen adalah sistem operasi open source yang menggunakan kernel (inti program) Linux. Tidak hanya untuk smartphone dan tablet, sistem operasi ini pun dibuat untuk perangkat multimedia di televisi, dalam kendaraan, dan lain sebagainya.

Tizen menjadi proyek yang besar dari organisasi Linux Foundation bersama dengan perusahaan elektronik Samsung juga produsen prosesor Intel. Perlu diketahui bahwa Samsung dan Intel adalah donatur Linux Foundation yang berada di dewan yayasan sekaligus mendapat tugas lebih besar mengawasi proyek Linux, termasuk juga sistem operasi mobile Tizen. Keduanya memiliki peran mengurus teknis perangkat keras.

Pada 7 Mei 2012, Tizen memperoleh dukungan dari operator seluler Sprint Nextel yang memiliki komitmen ikut menjual produk buatan Tizen di masa depan. Pun demikian dengan The Automotive Grade Linux Workgroup, yang mayoritas pemain dalam teknologi otomotif, menyatakan siap bergabung ke Tizen Association.

Sistem operasi Tizen versi 1.0 dirilis pada 30 April 2012 dengan kode nama Lakspur. Lalu, versi 2.0 berstatus alpha dirilis pada 25 September 2012 dengan kode nama Magnolia.

Firefox OS

Firefox OS dikembangkan oleh Mozilla Foundation, organisasi nirlaba yang membuat perangkat lunak peramban atau browser Firefox dengan logo berupa rubah api. Firefox OS adalah penamaan ulang dari sebuah proyek bernama “Boot to Gecko” (B2G) yang awalnya berupa proyek sistem operasi mobile dengan basis web terbuka dari Mozilla. Proyek ini dirilis pada 25 Juli 2011.

Firefox OS ini nantinya akan jadi ekosistem mobile yang terbuka seutuhnya. Dibuat total untuk standar web terbuka serta aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi HTML5. Pihak Mozilla berharap sekali mampu membuka peluang untuk pengembang aplikasi dalam membangun aplikasi di Firefox OS. Mozilla pun sudah mendesain toko aplikasi online yang dinamai dengan Marketplace.

Kedua sistem operasi yang sudah dijelaskan tersebut kini sedang bermimpi untuk tumbuh sesubur Android. Keduanya yakin bisa memperoleh dukungan dari industri teknologi sehingga akhirnya bisa diterima masyarakat dunia.

Jadi, siapa yang akan jadi The Next Android?