Indonesia kaya segala rupa, bahkan hingga ke cerita misterinya. Jangan khawatir kehabisan stok cerita-cerita hantu selama masih hidup di negeri ini.

Dari ujung barat hingga timur, Indonesia memiliki ragam cerita misteri yang semuanya mengerikan. Salah satunya yang cukup mengerikan bisa ditemui di daerah Bandung.

Sama seperti cerita-cerita misteri yang lain, cerita dari Bandung ini juga tak kalah mengerikan. Beberapa orang yang pernah datang, mengalami pengalaman mistis yang lumayan membuat jantung berolahraga.

Sekelompok orang yang gemar sekali berhubungan dengan dunia mistis, memiliki kebiasaan yang unik. Mereka kerap datang ke berbagai tempat misteri. Salah satu tempat misteri yang ramai dikunjungi para penguji nyali adalah Goa Belanda yang terletak di Kota Bandung.

Apa Daya Tarik Goa Belanda?

Mendengar namanya, bagi beberapa orang, rasanya tempat ini sudah bisa menggambarkan kengerian yang luar biasa. Image Belanda, selalu lekat dengan cerita mistis atau legenda yang datang dari zaman penjajahan Belanda.

Goa-Belanda-dan-Goa-Jepang1

Belanda menjajah Indonesia untuk waktu yang cukup lama. Ratusan tahun. Sepanjang itu, terjadi banyak hal; mulai dari hal-hal mengerikan, menyedihkan dan mengenaskah. Semua kejadian tersebut, lengkap rasanya membuat apa pun yang berhubungan dengan Belanda di masa lalu terasa menakutkan.

Gedung-gedung peninggalan Belanda di Indonesia, seperti menawarkan nuansa mistik yang tidak bisa diterjemahkan dengan kata-kata. Kecuali oleh rasa cekam yang membuat bulu-bulu di sekujur tubuhmu mendadak berdiri ingin berlari. Ah. Sensasi dari ini luar biasa rasanya.

Sejarah Goa Belanda

Disebut goa, karena tempat ini memang menyerupai goa-goa. Pengunjung harus masuk ke sebuah lorong seperti mengunjungi sebuah goa pada umumnya. Bedanya, lorong ini merupakan lorong buatan.

Ya. Goa Belanda mulanya adalah sebuah tempat untuk menampung air saat musim hujan  sebagai persediaan ketika tiba masa musim kemarau.

Di tempat itu pula lah, PLTA yang pertama di Indonesia dibangun. Pembangunan PLTA terjadi pada 1918. Ketika Perang Dunia II sedang berkecamuk, Belanda menjadikan tempat ini sebagai salah satu strategi militernya.

Selain sebagai penunjang strateginya dalam berperang, Belanda menjadikan tempat ini sebagai stasiun radio miliknya.

Berdasarkan sejarahnya, tempat ini tidak memiliki aroma-aroma mistis sama sekali. Tidak disebutkan bahwa di Goa Belanda terjadi penganiayaan atau pembunuhan missal masyarakat Indonesia.

Hawa-hawa misteri yang ada di tempat ini  bisa jadi berasal dari bentuk bangunan tua yang lembap. Atau karena keidentikan bangunan peninggalan Belanda dengan cerita-cerita horror.

Mitos di Sekitar Goa Belanda

Tempat ini, dengan tampilan yang cukup misterius, melahirkan mitos di masyarakat. Rimbun tebing yang diterobos beton bangunan dengan pintu yang besar dan lorong yang gelap melahirkan hawa-hawa mistis yang luar biasa kuat.

Salah satu mitos yang lahir di masyarakat adalah dilarang menyebut kata “lada” ketika berada di tempat ini. Dalam bahasa Sunda, lada artinya adalah pedas. Konon, masyarakat setempat percaya bahwa siapa pun yang menyebut lada ketika berada di tempat tersebut akan mengalami berbagai peristiwa menyeramkan. Seperti kerasukan.

tangan

Masyarakat percaya bahwa lada adalah nama salah satu tokoh atau leluhur di wilayah tersebut. Namanya sangat disakralkan, sehingga tidak ada yang berani mengucapkannya dengan sembarangan.

Larangan menyebut kata lada ini kerap kali dianggap sebagai humor. Beberapa pengunjung yang penasaran sulit dilarang untuk mengucapkan kata itu.

Akibatnya? Percaya atau tidak, mereka kerasukan dan beberapa di antaranya sulit untuk disadarkan.

Bagi sebagian orang hal-hal seperti ini cukup sulit dipercaya. Mereka memilih untuk mengabaikan larangan yang ada. Hingga akhirnya, beberapa terbukti dengan sebuah kejadian.