Benarkan ada mitos-mitos anak pertama dalam budaya Jawa?Pasti sudah sering dengar kan beragam mitos larangan yang berkembang di masyarakat. Pada dasarnya mitos merupakan cara orang tua zaman dulu untuk menakut-nakuti anaknya.

Contohnya jangan duduk di depan pintu, nanti jauh jodoh. Padahal maksud sebenarnya dari perkataan itu adalah jangan duduk di depan pintu, menghalangi jalan orang yang mau lewat.

Namun ternyata, di zaman yang sudah serba modern ini masih ada segelintir orang yang percaya akan mitos. Contohnya, mitos-mitos anak pertama dalam budaya Jawa. Lalu, apa mitos anak pertama dalam adat Jawa?

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, mitosnya anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga. Apa alasannya? Sama halnya seperti mitos-mitos lainnya, belum ada alasan yang pasti.

Meski lahir di tanah Jawa, namun sampai detik ini belum paham akan beragam mitos larangan yang ada. Dari sekian banyak mitos yang berkembang di masyarakat, mitos anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga masih terdengar asing di telinga. Entah memang baru sebagian orang yang tahu atau kurang update tentang mitos-mitos itu.

Lalu, apa sebenarnya alasan anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga? Seperti yang kita ketahui, orang Jawa sangat mengedepankan masalah adat dan tradisi. Tidak heran, jika sampai saat ini masih ada mitos-mitos yang dipercaya dalam budaya Jawa. Apalagi soal pernikahan.

Dalam budaya Jawa, untuk urusan yang berkaitan dengan jodoh memang terkesan ribet. Banyak aturan yang harus dipahami dan dipatuhi. Belum lagi persoalan mengenai hitungan hari lahir dan hari pasaran.

Orang yang lahir di hari pasaran ini tidak boleh menikah dengan orang ini. Orang yang lahirnya jam segini, tidak boleh menikah dengan si itu. Nah, sudah terbayang bukan, betapa ribetnya orang Jawa dalam mempersiapkan pernikahan.  Wajar saja, jika orang Jawa masih mempercayai mitos-mitos yang ada. Apalagi soal pernikahan.

Rasa penasaran akan mitos anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga belum juga sirna. Setelah bertanya kepada sesepuh yang asli orang Jawa, bukan mendapatkan kepastian, melainkan tambah penasaran. Setiap bertanya pasti jawabannya sama, “kalau dikasih tahu sama orang tua jangan keras kepala, kalau dibilang jangan ya jangan, pamali”.

Namun akhirnya, setelah bertanya-tanya ada salah satu orang teman yang justru melanggar mitos tersebut. Percaya atau tidak, ternyata mitos itu merupakan pertanda bahaya. Ya, berdasarkan ceritanya, ia selalu mengalami cobaan dalam pernikahannya. Entah percecokan dengan pasangan atau diuji dengan ekonomi yang serba kekurangan.

Terlepas dari semua itu, ada hal penting yang harus kita pahami bahwa hidup sudah ada yang mengatur. Tidak ada satu pun dari kita yang bisa melawan ketentuan tuhan. Jadi, jangan percaya 100% dengan mitos yang ada. Serahkan semuanya pada Tuhan. Karena setiap orang memiliki garis hidupnya masing-masing.