Masa-masa sekolah diyakini sering menjadi masa yang paling indah dan paling dikenang sepanjang masa. Masa-masa saat belajar kelompok, masa saat berolahraga bersama di lapangan, masa saat upacara bendera, hingga masa saat ujian tiba. Semua itu tersimpan dengan baik di memori kita saat telah beranjak dewasa.

Selain masa-masa yang telah disebutkan sebelumnya, tentu kita masih ingat dengan sosok guru yang pernah mengajar kita, bukan? Ya, guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ini seringkali lekat dengan ingatan setelah kita dewasa. Ada berbagai karakter yang sering membuat kita kewalahan, benci, atau malah senang.

Inilah sosok guru yang akan selalu diingat oleh kita ketika dewasa. Yuk, mari kita simak artikel berikut ini.

• Killer

Jika bertanya guru seperti apa yang paling sering diingat? Di antara banyaknya jawaban dari karakter guru, rasanya guru dengan karakter seperti ini yang akan selalu diingat. Guru yang killer merupakan guru yang bercitra kejam. Bagaimana tidak, ketika tahu sudah memasuki jadwal belajar dengannya, mimic wajah kita sontak akan berubah menjadi tidak bersemangat.

Nostalgia Yuk dengan Karakter Guru Semasa Sekolah Dulu 7

Kebiasaan guru yang killer adalah seringnya memberi dampak yang luar biasa untuk muridnya, seperti tugas yang banyak atau hukuman yang berat. Dengan bermodalkan kapur tulis yang sering dilempar kepada murid bengal, penggaris kayu berukuran besar, hingga kuku yang jarang dipotong untuk mencubit. Semua itu sangat identik dengan guru berkarakter killer.

Adakah di sekolahmu dulu guru seperti ini?

• Rupawan

Apa yang membuatmu semangat untuk terus bersekolah? Apakah karena adanya teman-teman yang cantik dan ganteng? Makanan yang enak di kantin? Ataukah guru yang rupawan? Dari ketiga alasan itu, tentunya guru yang rupawan paling sering diingat, bukan?

Nostalgia Yuk dengan Karakter Guru Semasa Sekolah Dulu 1

Dari sekian banyaknya guru yang mengajar di setiap sekolah, tentu ada satu atau dua guru yang memiliki wajah rupawan. Guru seperti ini selalu saja menjadi pusat perhatian, tidak terkecuali dengan murid didiknya.

Setiap upacara bendera, kita akan berdiri paling depan agar bisa melihat dengan jelas di mana guru tersebut berdiri. Ketika belajar dengannya, kita pun akan selalu memperhatikan dengan saksama. Lalu, ketika dia menyapamu di pagi hari, rasanya sapaan itu yang akan terus diingat, meskipun kamu telah menikah.

• Baik hati

Orang baik biasanya akan selalu diingat, meskipun dia pernah berbuat tidak baik. Begitu juga dengan sosok guru yang baik hatinya. Guru dengan tipe seperti ini sangat mudah dekat dengan anak didiknya. Mereka juga akan dengan mudah memberikan materi jika sedang menerangkan.

Nostalgia Yuk dengan Karakter Guru Semasa Sekolah Dulu 5

Guru dengan tipe seperti ini jarang sekali menyalahkan muridnya ketika dia salah atau tidak bisa menjawab. Dengan memberi penjelasan dan didikan, biasanya semua murid akan suka dengannya. Bahkan ketika acara perpisahan berlangsung, sulit rasanya bagi kita untuk berpisah dengannya. Terlalu banyak waktu indah jika belajar dengannya.

Sebaik apakah guru yang masuk ke kategori ini di sekolahmu?

• Sering memberi tugas

Guru apa yang paling kita benci dulu? Ada dua jawaban untuk pertanyaan ini. Pertama adalah guru killer dan yang kedua adalah guru yang sering memberi tugas. Guru yang paling sering memberi tugas sering tidak kita senangi. Bagaimana tidak, ketika telah selesai mengerjakan tugas yang cukup sulit, kita sudah diberikan tugas yang sulitnya melebihi apa pun.

Nostalgia Yuk dengan Karakter Guru Semasa Sekolah Dulu 3

Jika kita belajar dengan guru seperti ini, dipastikan buku tugas kita akan penuh dengan tulisan tinta pulpen. Selain itu, buku LKS pun rasanya sudah tidak berbentuk karena seringnya kita tulis dengan berbagai jawaban. Namun tentu tujuan guru ini mulia, ingin menjadikan muridnya menjadi seorang ahli dan pintar. Hanya saja kita yang sering merasa tidak suka terlebih dahulu.

• Guru PKL

Pernahkah kamu belajar dengan guru yang masih berusia muda? Ya, guru itulah yang sering kita sebut dengan guru PKL (Praktik Kerja Lapangan). Guru PKL ialah guru yang bisa dikatakan belum sah untuk dikatakan sebagai seorang guru. Atau lebih tepatnya dikatakan calon guru.

Nostalgia Yuk dengan Karakter Guru Semasa Sekolah Dulu 2

Ada banyak keunikan dari guru PKL ini, salah satunya aura. Aura seorang guru memang sangat dibutuhkan karena jika tidak memiliki aura, ucapkanlah selamat tinggal untuk guru tersebut. Jika guru tersebut tidak memiliki aura, rata-rata murid jarang memperhatikan ketika dia memberikan materinya. Namun lain halnya jika dia memiliki aura. Dia akan layaknya guru yang telah senior dalam memberikan materi.

Akan tetapi, kita rasanya sepakat jika guru PKL ini sering kita ingat karena keunikannya. Setuju?

• Berprestasi

Tidak ada yang lebih membanggakan selain adanya prestasi. Rasa bangga tersebut bukan hanya kepada dirinya sendiri, juga kepada orang lain, dalam hal ini murid. Guru yang penuh dengan prestasi biasanya akan disenangi oleh muridnya. Tidak peduli guru tersebut rupawan atau killer sekalipun, dengan prestasi itu akan membuktikan kualitas guru tersebut.

Nostalgia Yuk dengan Karakter Guru Semasa Sekolah Dulu 6

Penghargaan sebagai guru terbaik, guru teladan, hingga penghargaan lainnya akan membuat sinar teduh bagi murid. Guru seperti ini akan dengan mudah kita ingat sepanjang masa.
Apakah kamu ingin berkunjung ke rumah guru seperti ini kelak?

• Tampang dan gaya bicara yang lucu

Dari semua karakter guru yang sering kita ingat sepanjang masa, rasanya semua sepakat jika guru dengan wajah terluculah yang akan kita ingat. Tuhan memang menciptakan beragam wajah kepada kita, namun kita yang dulu sebagai anak-anak biasanya akan menertawakan apa yang menurut kita lucu, salah satunya wajah.

Nostalgia Yuk dengan Karakter Guru Semasa Sekolah Dulu 4

Wajah yang unik lebih sering membuat kita tertawa. Bahkan ketika guru tersebut marah atau sedang menerangkan materi sekalipun. Selain itu, gaya bicara mereka yang unik, juga sering membuat kita tersenyum-senyum dalam hati.

Itulah sejumlah karakter guru yang sering kita ingat saat dewasa. Namun bagaimanapun karakter guru kita dulu, mereka telah berjasa dalam membentuk muridnya. Sekarang, bagaimana jasa kita terhadap orang yang telah memberikan ilmunya dulu? Yuk, mari kita cari alamatnya dan berkunjunglah ke rumahnya.